Aksi Awak Kabin Diduga Membersihkan Kotoran Manusia Setelah Toilet Rusak di Tengah Penerbangan

5 days ago 20

Liputan6.com, Jakarta - Berada di penerbangan jarak jauh tanpa akses ke toilet adalah mimpi buruk yang tidak ingin dirasakan penumpang dan awak kabin mana pun. Namun sayangnya, itulah yang dilaporkan dialami penumpang penerbangan Philippine Airlines PR113, bulan lalu.

Melansir 8days, Rabu, 4 Februari 2026, hal ini terjadi di pesawat Boeing 777-300ER yang terbang selama 15 jam dari Los Angeles ke Manila. Penerbangan itu berubah menjadi bencana setelah 11 toilet di pesawat mengalami kerusakan di tengah penerbangan.

Menurut InsiderPH, toilet tersumbat saat pesawat berada di atas Samudra Pasifik dan berhenti berfungsi sama sekali setelahnya. Meski berada berjam-jam jauhnya dari bandara alternatif terdekat yang layak, Guam, kapten dan tim operasi dilaporkan memutuskan melanjutkan penerbangan ke Manila, alih-alih melakukan pengalihan.

Laporan mengklaim, awak kabin diduga diinstruksikan oleh seorang supervisor untuk secara manual menyendok kotoran manusia dari toilet dan membuangnya ke wastafel terdekat untuk mencegah luapan dan menjaga agar toilet tetap dapat digunakan.

Para ahli penerbangan yang dikutip oleh InsiderPH mencatat bahwa meski maskapai penerbangan memiliki prosedur untuk hampir setiap keadaan darurat yang dapat dibayangkan, tidak ada protokol resmi yang mendukung penanganan limbah secara manual.

Sebuah video yang diunggah akun Facebook A Fly Guy’s Cabin Crew Lounge menunjukkan kru kabin sedang "beraksi." "Awak kabin adalah profesional keselamatan dan penanggung jawab penanganan makanan bersertifikat, bukan pekerja sanitasi," tulis keterangan klip yang dimaksud.

Serikat Pramugari Geram

Keterangan itu menyambung, "Meminta mereka mengelola limbah manusia melanggar batasan keselamatan dan profesional yang jelas. Kelangsungan operasional seharusnya tidak pernah mengorbankan kesehatan dan keselamatan kru."

Tidak mengherankan, serikat pramugari marah ketika berita itu tersebar, dilaporkan menganggap insiden tersebut sebagai kegagalan operasional dan kepemimpinan yang serius. Anggota kru dikatakan kecewa karena penerbangan tidak dialihkan, percaya bahwa ketepatan waktu dan pertimbangan biaya diprioritaskan daripada kesehatan dan keselamatan.

Serikat pekerja juga mengklaim tidak ada investigasi formal yang dilakukan setelah insiden tersebut, menimbulkan kekhawatiran bahwa situasi serupa dapat terjadi lagi. Walau bukan hal yang aneh jika toilet pesawat rusak, kerusakan semua toilet adalah hal yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Kata Philippine Airlines

Menanggapi laporan tersebut, Philippine Airlines mengkonfirmasi bahwa memang terjadi "kerusakan toilet di dalam pesawat" dan pengalihan pesawat ke Guam sempat dipertimbangkan.

Namun, juru bicara maskapai mengatakan, setelah penilaian teknis dan operasional oleh awak penerbangan dan awak kabin, diputuskan untuk melanjutkan penerbangan ke Manila.

"Philippine Airlines mengakui profesionalisme dan dedikasi awak penerbangan dan awak kabin dalam menangani situasi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan, dengan kesejahteraan penumpang sebagai prioritas," lanjut pernyataan tersebut.

"Maskapai ini memprioritaskan keselamatan, kesehatan, dan kesejahteraan penumpang dan karyawan, dan sedang melakukan tinjauan internal untuk menetapkan fakta-fakta lengkap. Akan terlalu dini untuk mengomentari klaim spesifik sementara proses ini masih berlangsung."

Kejadian Serupa, tapi Respons Kontras

Kontras dengan itu, tahun lalu, Air India mengonfirmasi bahwa salah satu penerbangannya terpaksa berbalik arah setelah kantong plastik, kain perca, dan pakaian menyumbat toiletnya. Pesawat yang sedang dalam perjalanan dari Chicago, Amerika Serikat (AS), ke ibu kota India, Delhi, menghabiskan 10 jam di udara sebelum kembali ke kota AS tersebut.

Melansir BBC, 11 Maret 2025, klip video dari dalam pesawat menunjukkan pemandangan kebingungan saat penumpang berkerumun di sekitar awak kabin yang tampaknya menjelaskan situasi tersebut. Insiden tersebut terjadi pada 5 Maret 2025 di Air India Penerbangan 126, menurut pernyataan maskapai yang dirilis pada 10 Maret 2025.

Sekitar dua jam setelah penerbangan, awak pesawat melaporkan bahwa beberapa toilet "tidak dapat digunakan." Selanjutnya, mereka menemukan delapan dari 12 toilet di kelas bisnis dan ekonomi tidak dapat digunakan, "menyebabkan ketidaknyamanan bagi semua penumpang." Pesawat tersebut dapat mengangkut hingga 342 penumpang.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |