Liputan6.com, Jakarta - Tips memanaskan rendang agar tidak cepat basi dimulai dari pemahaman bahwa rendang adalah masakan yang kaya akan rempah dan santan. Hal tersebut membuatnya, jika diperlakukan salah akan mudah teroksidasi dan berbau tengik.
William Wongso dalam bukunya berjudul Rahasia Memasak Rendang, memanaskan daging rendang terbaik adalah di atas api kecil. Proses pemanasan yang benar bukan sekadar membuat makanan menjadi hangat, melainkan memastikan bakteri benar-benar mati tanpa merusak tekstur daging dan keaslian rasa bumbunya.
Kunci utama dalam menjaga keawetan rendang terletak pada konsistensi suhu dan minimalisasi paparan udara saat proses pemanasan berlangsung. Berikut Liputan6.com ulas lengkap penjelasannya, Rabu (17/12/2025).
Tips Memanaskan Rendang
1. Gunakan Api Kecil dan Stabil
Penerapan tips memanaskan rendang agar tidak cepat basi yang paling dasar adalah dengan menggunakan api kecil di atas kompor. Api yang terlalu besar akan membuat bumbu rendang (dedak) cepat gosong dan menempel pada dasar wajan sebelum panasnya mencapai bagian dalam daging. Suhu yang rendah memungkinkan panas merambat secara perlahan dan merata ke seluruh bagian.
Metode praktisnya, letakkan rendang di atas wajan anti lengket tanpa perlu menambahkan minyak tambahan karena rendang sudah mengandung minyak alami dari santan. Aduk perlahan secara berkala selama 5-10 menit hingga bumbu terlihat sedikit berminyak kembali dan mengeluarkan aroma harum, yang menandakan suhu panas sudah merata sempurna.
2. Teknik Mengukus untuk Menjaga Kelembapan
Jika Anda menginginkan tekstur daging yang tetap lembut dan tidak menjadi keras atau "alot", teknik mengukus adalah pilihan terbaik. Berbeda dengan memanaskan langsung di atas api yang cenderung menguapkan kadar air, mengukus justru memberikan kelembapan tambahan dari uap air sehingga rendang tidak menjadi kering dan bumbunya tetap juicy.
Caranya, masukkan rendang ke dalam wadah tahan panas, lalu letakkan di dalam panci pengukus yang airnya sudah mendidih. Kukus selama kurang lebih 10-15 menit dengan tutup panci yang rapat. Metode ini sangat efektif untuk mematikan mikroorganisme tanpa merusak struktur lemak nabati dalam bumbu rendang.
3. Hindari Penggunaan Minyak Goreng Tambahan
Penting untuk diingat dalam tips memanaskan rendang agar tidak cepat basi bahwa menambahkan minyak goreng baru saat memanaskan justru bisa mempercepat proses ketengikan. Rendang yang sudah jadi biasanya sudah mengeluarkan minyak kelapa alami dari proses pemasakan santan yang lama. Menambahkan minyak baru hanya akan membuat rendang terasa terlalu berat dan berminyak (enek).
Cukup panaskan rendang di atas teflon tanpa minyak sama sekali. Jika bumbu terlihat terlalu kering, Anda bisa menambahkan satu atau dua sendok makan air putih atau santan encer untuk membantu proses pelunakan bumbu. Cara ini akan menjaga profil rasa asli rendang tetap terjaga tanpa risiko kontaminasi lemak baru yang mudah basi.
Tips Memanaskan Rendang Selanjutnya
4. Panaskan Hanya Porsi yang Akan Dimakan
Salah satu kesalahan fatal adalah memanaskan seluruh stok rendang sekaligus. Tips memanaskan rendang agar tidak cepat basi yang sangat krusial adalah dengan menerapkan sistem "ambil seperlunya". Proses pemanasan dan pendinginan yang berulang kali pada makanan yang sama akan memicu tumbuhnya bakteri lebih cepat dan merusak serat daging secara permanen.
Metode praktisnya, gunakan sendok bersih dan kering untuk mengambil porsi yang diinginkan dari wadah penyimpanan utama. Masukkan porsi tersebut ke wadah kecil untuk dipanaskan, sementara sisa rendang lainnya harus segera dimasukkan kembali ke dalam kulkas atau freezer. Hal ini menjaga agar stok utama tetap dalam kondisi steril dan dingin.
5. Pastikan Rendang Mencapai Suhu Ruang Sebelum Disimpan Lagi
Dalam menjalankan tips memanaskan rendang agar tidak cepat basi, Anda harus memperhatikan proses pendinginan setelah dipanaskan. Jika ada sisa rendang yang sudah dipanaskan namun tidak habis, jangan langsung memasukkannya ke dalam wadah tertutup atau kulkas saat masih panas. Uap air yang terperangkap akan berubah menjadi embun, yang merupakan media utama pertumbuhan jamur dan bakteri.
Biarkan rendang yang panas terbuka di suhu ruang hingga benar-benar dingin secara alami. Setelah tidak ada lagi uap panas yang keluar dan suhu wadah sudah kembali normal, barulah Anda boleh menutupnya rapat dan menyimpannya kembali di lemari es. Pastikan lingkungan sekitar tidak lembap saat proses pendinginan ini.
6. Gunakan Microwave dengan Wadah Tertutup
Jika Anda terburu-buru, penggunaan microwave bisa menjadi solusi praktis asalkan dilakukan dengan benar. Memanaskan rendang di microwave tanpa penutup seringkali membuat permukaan daging menjadi sangat keras karena radiasi gelombang mikro menyerap kelembapan dengan cepat.
Letakkan rendang di wadah khusus microwave (microwave-safe), tambahkan sedikit air di dasar wadah, lalu tutup dengan penutup wadah atau plastic wrap yang diberi sedikit lubang udara. Panaskan dengan suhu sedang selama 2-3 menit. Uap yang terperangkap di dalam wadah akan membantu melembutkan daging dengan cepat tanpa membuatnya kering.
Langkah Terakhir Tips Memanaskan Rendang
7. Menambahkan Sedikit Santan Segar
Untuk mengembalikan kesegaran rasa, tips memanaskan rendang agar tidak cepat basi bisa dilakukan dengan menambahkan sedikit santan kental saat proses pemanasan. Santan segar bertindak sebagai pengikat rasa dan memberikan kelembapan baru pada bumbu rendang yang sudah mengering selama penyimpanan di kulkas.
Metode praktisnya, tuangkan 2-3 sendok makan santan kental ke dalam wajan bersama rendang. Aduk terus hingga santan menyatu dengan bumbu lama dan minyaknya mulai terpisah kembali (pecah minyak). Pastikan masakan sampai mendidih atau meletup-letup untuk memastikan santan baru tersebut matang sempurna dan tidak menyebabkan basi di kemudian hari.
8. Gunakan Peralatan yang Steril
Kebersihan alat masak memegang peranan besar dalam menentukan umur simpan rendang. Seringkali bakteri masuk bukan dari udara, melainkan dari sendok atau wajan yang tidak benar-benar bersih atau bekas dipakai memasak makanan lain yang mengandung banyak air (seperti sayuran).
Pastikan wajan dan sodet yang digunakan dalam keadaan kering dan bersih. Jangan gunakan sendok bekas makan untuk mengaduk rendang di wajan. Kontaminasi silang dari sisa air liur atau makanan lain pada alat masak adalah penyebab utama rendang menjadi asam dan berlendir hanya dalam beberapa jam setelah dipanaskan.
9. Perhatikan Perubahan Warna dan Aroma
Langkah terakhir dalam memanaskan rendang adalah melakukan pengecekan kualitas secara visual dan sensorik. Sebelum memanaskan, cium aroma rendang; jika tercium bau asam atau tengik yang tajam, sebaiknya jangan dipanaskan lagi karena itu tanda bakteri sudah berkembang biak secara masif.
Saat dipanaskan, perhatikan warna bumbunya. Rendang yang masih layak konsumsi akan mengeluarkan warna cokelat gelap yang berkilau saat terkena panas. Jika bumbu tampak kusam atau mengeluarkan busa yang tidak wajar, itu pertanda rendang sudah rusak. Pemanasan yang tepat akan menghasilkan aroma rempah yang kuat, bukan aroma "asam" yang menusuk hidung.
FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)
Berapa kali rendang boleh dipanaskan?
Maksimal 3 kali agar tekstur daging tidak hancur dan nutrisinya tetap terjaga.
Bolehkah memanaskan rendang beku langsung di kompor?
Boleh, tapi disarankan untuk melakukan thawing (mencairkan) di suhu ruang terlebih dahulu agar panas merata ke bagian dalam.
Mengapa rendang saya cepat basi meski sudah dipanaskan?
Kemungkinan karena wadah penyimpanan tidak rapat atau rendang dimasukkan ke kulkas saat masih hangat (beruap).
Apakah memanaskan rendang harus ditambah air?
Ya, sedikit air (1-2 sendok) membantu melunakkan bumbu yang membeku dan mencegah gosong.
Apa cara terbaik memanaskan rendang agar daging tetap empuk?
Metode mengukus adalah cara terbaik untuk mempertahankan keempukan daging.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451075/original/078783000_1766222370-WhatsApp_Image_2025-12-20_at_16.17.53.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450861/original/067980200_1766200263-ClipDown.com_555484291_18537530443023593_1271841121744619814_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3407752/original/091592400_1616396725-nastar-instagram-faraleyama-6-edited-554d2d8677e0c4ac3b36e07404e6d7dd.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5451013/original/065577000_1766217297-indah1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3291479/original/071095800_1604922215-NEPAL_VAN_JAVA.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5034495/original/008849200_1733283077-nasi_ketan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450904/original/018446400_1766206526-bumbu_kaldu_ayam.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450819/original/002222600_1766195547-ClipDown.com_598589597_18497848762079633_6901050581671047182_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5444542/original/003676400_1765781256-8dce9435-9eb9-4ca0-a121-5351747e2434.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/3346069/original/026364400_1610355728-1.JPG)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450122/original/033710700_1766129817-IMG-20251219-WA0003.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3982478/original/043756000_1648863408-AP22090322714638.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450337/original/001053000_1766137741-IMG-20251219-WA0016.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-gray-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/4827895/original/067350900_1715333655-IMG_0240.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450211/original/050319300_1766134078-unnamed_-_2025-12-19T154507.331.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450262/original/024891900_1766135641-Kenikir.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3184486/original/057993000_1595219338-pizza-slices-marble-chopping-board_23-2147926088.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450311/original/038445600_1766136724-060002900_1562822146-iStock-478286446.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5450218/original/011862400_1766134228-Resep_Roti_Goreng_yang_Enak_dan_Super_Empuk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5156883/original/020755200_1741556390-ju.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5327294/original/028965100_1756177305-Screenshot_2025-08-26_100102.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4763684/original/016326400_1709707430-kereta_api_nataru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5334940/original/026976700_1756783195-unnamed__6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347525/original/083062600_1757675276-SnapInsta.to_543107841_18526684450015278_5485787036975048528_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1754987/original/026621500_1509348143-20171030-Vietnam-Adit1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5328382/original/010765100_1756214097-Labyrinth_Dome_-_Bali_Mystic.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4666692/original/077105500_1701178010-IMG_5526.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5331612/original/076081900_1756442849-Screenshot_2025-08-29_114524.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)