Pemijat Eks Pangeran Andrew Mengaku Dibikin Malu di Istana Buckingham, Dibayar Rp 1,7 Juta

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Sisi lain hidup mantan pangeran Andrew Mountbatten-Windsor terus diulik. Salah satunya diungkap oleh mantan pemijatnya, Monique Giannelloni, yang mengaku pernah diselundupkan ke Istana Buckingham untuk memijat adik Raja Charles itu.

Peristiwa itu terjadi pada Juni 2000. Pertemuannya diatur oleh pacar Jeffrey Epstein, Ghislaine Maxwell. Ia mengatakan bahwa Andrew berhasil membawanya ke kamar setelah melewati pemeriksaan ketat.

Di kamar itulah, Andrew masuk ke kamar mandi dan keluar dalam keadaan telanjang. Tidak ada pengawal pribadi di dalam atau di luar ruangan.

"Setelah mengucapkan 'Halo', ia menghilang ke kamar mandi dan kembali dalam keadaan telanjang," kata Giannelloni saat mengingat momen ketika ia bertatap muka dengan Andrew yang telanjang, pada Daily Mail, dikutip dari NY Post, Rabu (25/2/2026). "Saya mengalihkan pandangan dan saya cukup malu."

Terapis pijat asal Afrika Selatan itu juga mengingat betapa 'cepatnya' Andrew melepas handuknya. "Saya sangat gugup berada di Istana Buckingham, saya hanya melakukan apa yang saya tahu dan jika ada sesuatu yang tidak pantas, saya tidak ingat memperhatikannya kecuali fakta bahwa dia melepas handuknya dengan sangat cepat," katanya.

Ia dibayar 75 pound sterling (sekitar Rp1,7 juta) saat itu, dalam bentuk cek yang dikeluarkan Istana Buckingham. Giannelloni juga telah pernah mengunjungi rumah Maxwell di Belgravia—properti tempat Andrew difoto bersama Virginia Giuffre yang kini telah meninggal—beberapa kali dan menyebut Epstein 'menyeramkan, cabul, dan sangat sok.'

Kecintaan Andrew pada Pijat

Terapis pijat itu mengatakan dia tidak mengetahui hubungan Andrew dengan Epstein. Yang pasti, Giannelloni meminjat Andrew sebelum ia diangkat sebagai utusan perdagangan. 

Kecintaan Andrew pada pijat sudah banyak diberitakan. Mantan pegawai negeri sipil Inggris mengklaim Andrew membebankan biaya pijat kepada wajib pajak. Pada 2009, Juan Alessi, yang bekerja sebagai pengurus rumah tangga Epstein di rumah mewahnya di Palm Beach, Florida, juga mengklaim Andrew menghabiskan waktu berminggu-minggu di properti tersebut dan menerima pijatan setiap hari.

Pada Kamis, 19 Februari 2026, Andrew ditangkap polisi, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-66. Sekitar pukul 8 pagi waktu setempat, petugas polisi tiba di Wood Farm di Norfolk, yang terletak di kawasan Sandringham milik Raja Charles, tempat Andrew baru-baru ini pindah setelah dipaksa untuk menyerahkan hak sewa Royal Lodge.

Diduga Salah Gunakan Jabatan Publik

Setelah Andrew dibebaskan, Kepolisian Thames Valley mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi pembebasan seorang "pria berusia 60-an dari Norfolk," tanpa menyebutkan nama Andrew sedikit pun. "Pria yang ditangkap kini telah dibebaskan dengan status penyelidikan," kata mereka.

BBC melaporkan bahwa polisi belum mendetailkan tuduhan spesifik yang menyebabkan mantan pangeran itu ditangkap. Tapi, awal bulan ini, kelompok anti-monarki Republic melaporkan Andrew ke polisi atas tuduhan melakukan pelanggaran dalam jabatan publik.

Tuduhan itu mengacu pada salah satu email yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait kasus hukum Jeffrey Epstein. Dalam email itu, Andrew diduga telah berbagi dokumen rahasia dengan Epstein pada 2010 yang saat itu telah menjadi terpidana kasus kejahatan seksual.

Email tersebut berasal dari masa adik Raja Charles III bekerja sebagai utusan perdagangan atas nama pemerintah Inggris. Dia diduga meneruskan laporan kunjungannya ke Singapura, Hong Kong, dan Vietnam kepada Epstein, termasuk detail rahasia tentang peluang investasi.

Foto Pasca-penangkapan Andrew Digantung di Louvre

Beberapa hari setelah Andrew dibebaskan, sejumlah aktivis memasang foto Andrew di dinding Museum Louvre Paris, Prancis. Aksi itu menjadi viral setelah diunggah di TikTok.

Pelakunya adalah mereka yang tergabung di People versus Elon, sebuah organisasi yang berbasis di Inggris yang didirikan untuk membantu berbagai isu yang mereka anggap menjadi sasaran pemilik X, Elon Musk. Kelompok tersebut menempelkan salinan kecil foto terkenal itu yang dibingkai ke dinding galeri terkenal di dunia tersebut.

Di bawahnya, mereka memberi keterangan, "Dia Berkeringat Sekarang," merujuk pada klaim mantan bangsawan berusia 66 tahun itu bahwa ia tidak berkeringat. Kelompok tersebut memberi keterangan pada unggahan mereka, "Mereka bilang 'pajang di Louvre'. Jadi kami melakukannya #princeandrew."

Dikutip dari People, Senin, 23 Februari 2026, foto tersebut menggambarkan mantan pangeran itu duduk di belakang SUV setelah dibebaskan dari Kantor Polisi Aylsham di Norfolk. Ia sempat ditahan 11 jam dan menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan melakukan pelanggaran jabatan publik.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |