9 Cara Membuat Ayam Pedas Super Lezat dalam 30 Menit, Cocok untuk Bekal Praktis

1 month ago 86

Liputan6.com, Jakarta - Ayam pedas menjadi salah satu menu favorit karena rasanya yang kuat dan menggugah selera. Hidangan ini juga mudah dipadukan dengan nasi hangat dan lauk sederhana lainnya. Tak heran jika ayam pedas sering dipilih sebagai menu rumahan maupun bekal.

Selain rasanya yang nikmat, ayam pedas dikenal praktis dan tidak membutuhkan waktu lama untuk memasaknya. Dengan bahan yang mudah ditemukan, siapa pun bisa membuat ayam pedas sendiri di rumah. Bahkan, menu ini bisa selesai hanya dalam waktu sekitar 30 menit.

Namun, membuat ayam pedas untuk bekal tentu berbeda dengan sajian yang langsung disantap. Tekstur, tingkat kepedasan, dan kadar air perlu diperhatikan agar tidak cepat basi. Kesalahan kecil dalam proses memasak bisa memengaruhi kualitas ayam pedas saat dingin.

Oleh karena itu, diperlukan langkah memasak yang tepat agar ayam pedas tetap lezat dan awet. Mulai dari persiapan ayam hingga penyimpanan, semuanya berperan penting. Berikut sembilan cara membuat ayam pedas super lezat yang cocok untuk bekal praktis.

1. Tentukan Tekstur Ayam Pedas Sejak Awal

Menentukan tekstur ayam pedas menjadi langkah awal yang tidak boleh dilewatkan. Pilihan antara kering, semi basah, atau berkuah akan memengaruhi keseluruhan proses memasak. Untuk bekal, tekstur kering atau semi basah paling disarankan.

Ayam pedas dengan tekstur kering memiliki kadar air yang lebih rendah. Kondisi ini membuatnya lebih tahan lama saat disimpan. Bumbu pun lebih menempel dan tidak mudah terpisah.

Jika tekstur tidak ditentukan sejak awal, hasil masakan bisa kurang maksimal. Ayam berpotensi terlalu berair atau justru kurang bumbu. Hal ini tentu mengurangi kenikmatan saat disantap.

2. Gunakan Bagian Ayam yang Cepat Matang

Pemilihan bagian ayam sangat memengaruhi kepraktisan memasak. Dada ayam fillet atau paha tanpa tulang menjadi pilihan yang paling ideal. Bagian ini lebih cepat matang dan mudah diolah.

Ayam tanpa tulang juga memudahkan proses pemotongan. Ukuran potongan yang lebih kecil membantu bumbu cepat meresap. Selain itu, ayam lebih nyaman disantap saat dijadikan bekal.

Sebaliknya, ayam bertulang membutuhkan waktu lebih lama untuk empuk. Jika tidak matang sempurna, teksturnya bisa terasa keras. Hal ini tentu mengurangi kualitas sajian ayam pedas.

3. Marinasi Singkat agar Ayam Lebih Gurih

Marinasi berfungsi memberi rasa dasar pada ayam sebelum dimasak. Proses ini juga membantu mengurangi bau amis pada daging. Marinasi singkat sudah cukup untuk hasil yang optimal.

Gunakan bawang putih, garam, dan air jeruk nipis secukupnya. Diamkan ayam selama lima hingga sepuluh menit. Waktu ini tetap efisien dan tidak mengganggu proses memasak.

Meski dilakukan singkat, marinasi membuat rasa ayam lebih gurih. Daging terasa lebih seimbang saat dipadukan dengan bumbu pedas. Ayam pun tidak terasa hambar meski dimasak cepat.

4. Rebus atau Goreng Ayam Setengah Matang

Rebus ayam sebentar hingga setengah empuk sebelum ditumis. Alternatif lain yang bisa dipilih adalah menggoreng ayam setengah matang. Kedua cara ini sama-sama membantu mempercepat proses memasak.

Ayam yang telah diproses lebih dulu akan lebih stabil saat ditumis. Teksturnya tidak mudah hancur saat diaduk dengan bumbu. Bumbu pun lebih mudah menempel pada permukaan ayam.

Langkah ini juga membantu mengurangi bau amis. Selain itu, kadar minyak bisa lebih terkontrol. Hasil akhirnya ayam pedas terasa lebih ringan dan tidak berminyak.

5. Gunakan Bumbu Halus yang Sederhana

Bumbu sederhana tetap mampu menghasilkan rasa ayam pedas yang kuat. Perpaduan cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih sudah sangat memadai. Kombinasi ini menghasilkan rasa pedas yang seimbang.

Tambahkan gula dan garam secukupnya sebagai penyeimbang rasa. Hindari penggunaan penyedap secara berlebihan. Rasa alami dari bumbu justru membuat ayam pedas lebih nikmat.

Bumbu yang sederhana juga mempercepat proses pengolahan. Semua bahan mudah dihaluskan dan ditumis. Hal ini sejalan dengan konsep memasak cepat 30 menit.

6. Tumis Bumbu hingga Benar-Benar Matang

Menumis bumbu hingga matang menjadi kunci utama kelezatan ayam pedas. Bumbu yang belum matang akan meninggalkan rasa langu. Aroma masakan pun tidak keluar maksimal.

Gunakan api sedang agar bumbu matang merata. Aduk terus hingga bumbu tampak berminyak dan harum. Kondisi ini menandakan bumbu sudah siap digunakan.

Bumbu yang matang dengan baik akan lebih tahan lama. Rasa ayam pedas juga tidak mudah berubah saat dingin. Hal ini sangat penting untuk menu bekal.

7. Masak Ayam hingga Bumbu Mengental

Masukkan ayam ke dalam tumisan bumbu secara bertahap. Aduk hingga seluruh permukaan ayam terbalut bumbu. Proses ini membantu bumbu meresap lebih merata.

Tambahkan sedikit air jika diperlukan. Masak hingga air menyusut dan bumbu mengental sempurna. Pastikan tidak ada cairan berlebih di dalam wajan.

Ayam pedas yang tidak berair lebih aman untuk disimpan. Teksturnya tetap nikmat saat dingin. Inilah ciri ayam pedas yang cocok dijadikan bekal.

8. Sesuaikan Tingkat Kepedasan dan Rasa Akhir

Sebelum api dimatikan, lakukan pengecekan rasa terlebih dahulu. Sesuaikan tingkat pedas, asin, dan manis sesuai selera. Tahap ini sangat menentukan hasil akhir masakan.

Hindari rasa yang terlalu tajam atau berlebihan. Rasa ekstrem cenderung berubah saat ayam dingin. Keseimbangan rasa membuat ayam tetap enak saat disantap nanti.

Jika perlu, tambahkan sedikit gula atau garam. Aduk kembali hingga tercampur rata. Setelah itu, masakan siap diangkat.

9. Dinginkan Ayam Sebelum Disimpan

Ayam pedas sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam wadah bekal. Diamkan hingga uap panasnya benar-benar hilang. Cara ini mencegah terbentuknya embun di dalam wadah.

Uap air dapat mempercepat proses basi. Tekstur ayam juga berisiko menjadi lembek. Pendinginan alami membantu menjaga kualitas makanan.

Setelah dingin, simpan ayam dalam wadah tertutup rapat. Ayam pedas pun siap dijadikan bekal. Rasanya tetap lezat dan aman dikonsumsi.

Pertanyaan Umun yang Sering Diajukan

1. Apakah ayam pedas aman dijadikan bekal seharian?

Aman, selama ayam dimasak hingga matang dan tidak berair. Pastikan ayam sudah dingin sebelum disimpan.

2. Ayam pedas lebih baik kering atau basah untuk bekal?

Ayam pedas kering atau semi basah lebih disarankan. Tekstur ini lebih tahan lama dan tidak cepat basi.

3. Berapa lama ayam pedas bisa bertahan di suhu ruang?

Ayam pedas sebaiknya dikonsumsi dalam waktu 6–8 jam. Gunakan wadah tertutup untuk menjaga kualitas.

4. Apakah ayam pedas bisa disimpan di kulkas?

Bisa, ayam pedas dapat disimpan di kulkas hingga 2 hari. Panaskan kembali sebelum dikonsumsi.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |