7 Cara Membuat Adonan Gorengan Anti Lembek, Dijamin Renyah Tahan Lama

5 hours ago 3
  • Bagaimana cara membuat adonan gorengan agar renyah tahan lama?
  • Apa tips menyimpan gorengan agar tidak cepat lembek?
  • Mengapa penting untuk memahami cara membuat gorengan agar tidak cepat lembek?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Gorengan telah lama menjadi primadona di lidah masyarakat Indonesia, baik sebagai camilan pengganjal perut maupun pelengkap hidangan utama. Teksturnya yang renyah dan garing menjadi daya tarik utama yang sulit ditolak. Namun, tantangan terbesar bagi para penggemar dan pembuat gorengan adalah bagaimana menjaga kerenyahan tersebut agar tidak cepat melempem setelah dingin.

Seringkali, gorengan yang baru diangkat dari minyak panas terasa begitu sempurna, namun hanya dalam hitungan menit, teksturnya berubah menjadi lembek dan kurang menggugah selera. Kondisi ini tentu mengurangi kenikmatan saat menyantapnya. Untuk mengatasi masalah umum ini, diperlukan pemahaman mendalam tentang bahan dan teknik pengolahan yang tepat.

Menikmati kudapan hangat di sore hari tentu kurang lengkap tanpa tekstur renyah yang menggoda selera. Banyak orang sering mengeluhkan hasil gorengan yang hanya garing sesaat setelah diangkat, lalu berubah menjadi layu dan berminyak, sehingga penting untuk memahami cara membuat gorengan agar tidak cepat lembek melalui pemilihan bahan yang presisi. Berikut tips membuat tepung gorengan renyah yang tidak hanya garing saat hangat, tetapi juga mampu mempertahankan kerenyahan lebih lama, dirangkum Liputan6.com pada Rabu (11/3/2026). 

Pemilihan dan Campuran Tepung yang Tepat

Kunci utama untuk mendapatkan gorengan yang renyah adalah kombinasi tepung yang pas. Untuk mencapai tekstur krispi yang konsisten, pemilihan jenis tepung memegang peranan krusial. Kunci utama keberhasilan terletak pada jenis tepung yang digunakan.

Disarankan untuk memadukan tepung terigu (protein sedang atau tinggi) dengan tepung beras atau tepung maizena/tapioka. Tepung terigu protein sedang atau tinggi sebaiknya dikombinasikan dengan tepung beras atau tepung maizena. Tepung beras memberikan efek keras yang garing, sementara maizena memberikan tekstur renyah yang lebih ringan.

Perbandingan umum yang bisa dicoba adalah 2 bagian tepung terigu, 1 bagian tepung beras, dan 0,5 bagian tepung maizena/tapioka. Kombinasi ini akan menciptakan adonan yang seimbang, menghasilkan gorengan yang renyah di luar namun tetap lembut di dalam.

Penggunaan Air Es atau Air Dingin

Menggunakan air es atau air dingin saat membuat adonan sangat efektif untuk mendapatkan kerenyahan yang tahan lama. Suhu rendah air membantu menghambat pembentukan gluten pada tepung terigu, sehingga adonan lebih ringan dan hasil gorengan lebih renyah.

Air dingin membantu menghambat pembentukan gluten yang berlebihan pada terigu, sehingga hasil akhirnya lebih renyah dan tidak alot. Tips: Gunakan air dingin/ air es: Buat adonan tepung dengan menggunakan air es bisa memberikan tekstur keras dan krispi setelah digoreng.

Suhu rendah air es juga membantu menjaga adonan tetap dingin sehingga tidak mudah menyerap minyak saat digoreng. Ini adalah salah satu rahasia penting untuk mencegah gorengan menjadi lembek dan berminyak setelah didiamkan.

Penambahan Bahan Pengembang

Bahan pengembang seperti baking powder atau baking soda memiliki peran penting dalam menciptakan tekstur gorengan yang lebih ringan dan renyah. Penambahan ini membantu adonan mengembang saat digoreng, menghasilkan rongga udara yang membuat teksturnya lebih garing.

Baking powder bisa membuat adonan gorengan lebih ringan dan renyah. Selain itu, baking soda juga bisa digunakan untuk tujuan yang sama, memberikan efek serupa pada adonan gorengan.

Penggunaan bahan pengembang ini harus disesuaikan dengan takaran yang tepat agar tidak mengubah rasa atau tekstur gorengan secara negatif. Dengan takaran yang pas, gorengan akan memiliki volume yang baik dan kerenyahan yang optimal.

Penggunaan Air Soda atau Minuman Berkarbonasi

Inovasi dalam membuat adonan gorengan juga bisa dilakukan dengan mengganti sebagian air biasa dengan air soda atau minuman berkarbonasi. Cara ini terbukti efektif untuk menghasilkan gorengan yang lebih ringan dan renyah.

Mengganti sebagian air biasa dengan air soda atau Sprite dalam adonan dapat menciptakan tekstur yang lebih ringan dan renyah. Kandungan karbonat dalam minuman bersoda membantu mengembangkan adonan dan menciptakan rongga-rongga kecil.

Rongga-rongga kecil inilah yang membuat gorengan menjadi lebih krispi dan tidak padat. Efek gelembung dari soda memberikan sentuhan unik yang membuat gorengan terasa lebih istimewa.

Hindari Mengaduk Adonan Berlebihan

Proses pengadukan adonan juga menjadi faktor penentu kerenyahan gorengan. Banyak yang beranggapan bahwa mengaduk adonan hingga sangat halus akan menghasilkan gorengan yang lebih baik, padahal justru sebaliknya.

Saat mencampur bahan-bahan, cukup aduk hingga semua bahan tercampur rata. Mengaduk adonan terlalu lama bisa membuat gorengan menjadi keras dan tidak renyah.

Pengadukan berlebihan dapat memicu pembentukan gluten yang berlebihan, menyebabkan adonan menjadi alot dan hasil gorengan keras. Oleh karena itu, cukup aduk sebentar hingga tidak ada gumpalan tepung yang terlihat.

Pengaturan Suhu Minyak yang Ideal

Suhu minyak saat menggoreng adalah salah satu faktor krusial yang sering diabaikan, padahal sangat menentukan hasil akhir gorengan. Pengaturan suhu yang tepat akan memastikan gorengan matang sempurna dan renyah.

Gunakan minyak yang cukup banyak dan panas (ideal antara 175°C hingga 190°C) agar gorengan matang merata dan menghasilkan tekstur yang krispi. Jika minyak terlalu dingin, gorengan akan menyerap banyak minyak dan menjadi lembek.

Menggoreng dengan api sedang juga penting untuk memastikan kematangan yang merata tanpa gosong di luar dan mentah di dalam. Suhu yang konsisten akan membantu adonan mengembang dengan baik dan menghasilkan kerenyahan yang maksimal.

Penirisan yang Benar Setelah Menggoreng

Langkah terakhir setelah menggoreng adalah penirisan yang tepat, yang seringkali dianggap sepele namun sangat berpengaruh pada kerenyahan gorengan. Penirisan yang salah dapat membuat gorengan kembali lembek.

Setelah digoreng, tiriskan gorengan di atas kertas minyak atau tisu dapur untuk menyerap kelebihan minyak. Ini membantu gorengan tetap renyah lebih lama.

Menggunakan rak kawat juga disarankan agar uap panas tidak terperangkap dan membuat gorengan lembek. Biarkan gorengan dingin sepenuhnya di rak kawat sebelum disimpan untuk menjaga tekstur renyahnya.

Pertanyaan dan Jawaban seputar Topik

1. Mengapa gorengan cepat lembek setelah dingin?

Gorengan cepat lembek biasanya disebabkan oleh adonan yang terlalu banyak gluten, suhu minyak yang kurang panas, atau penirisan yang tidak tepat sehingga minyak dan uap air masih terperangkap.

2. Apa campuran tepung agar gorengan lebih renyah?

Campuran yang umum digunakan adalah tepung terigu, tepung beras, dan tepung maizena atau tapioka. Perbandingan yang sering dipakai yaitu 2 bagian terigu, 1 bagian tepung beras, dan 0,5 bagian maizena.

3. Apakah air es benar-benar membuat gorengan lebih garing?

Ya. Air es membantu menghambat pembentukan gluten pada tepung terigu sehingga adonan menjadi lebih ringan dan menghasilkan gorengan yang lebih renyah.

4. Berapa suhu minyak yang ideal untuk menggoreng agar renyah?

Suhu minyak yang ideal untuk menggoreng gorengan berkisar antara 175°C hingga 190°C agar makanan matang merata dan tidak menyerap terlalu banyak minyak.

5. Bagaimana cara meniriskan gorengan agar tetap renyah?

Gorengan sebaiknya ditiriskan di atas kertas minyak, tisu dapur, atau rak kawat agar minyak berlebih terserap dan uap panas tidak membuat teksturnya lembek.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |