15 Ribu Penumpang Kapal Pesiar Terjebak di Teluk Arab Akibat Perang Iran vs Israel dan AS

5 hours ago 6
  • Apa penyebab utama gangguan pelayaran di Teluk Arab?
  • Berapa banyak penumpang kapal pesiar yang terdampak dan di mana mereka terjebak?
  • Bagaimana perusahaan pelayaran memulangkan penumpang yang terdampak?

Baca artikel ini 5x lebih cepat

Liputan6.com, Jakarta - Bukan hanya sektor penerbangan yang terdampak perang Iran vs Israel dan AS, tetapi juga sejumlah pelayaran kapal pesiar. Organisasi Maritim Internasional PBB (IMO) mengatakan kepada AFP bahwa 15 ribu penumpang kapal pesiar terjebak di wilayah Teluk Arab dengan kapal-kapal dari beberapa operator, termasuk MSC, TUI, Celestyal, dan AROYA, kini berlabuh di pelabuhan-pelabuhan utama.

Mengutip Euronews, Kamis (12/3/2026), kapal-kapal pesiar itu tidak dapat meninggalkan dermaga di Dubai, Doha, dan Abu Dhabi. Perusahaan pelayaran pun bekerja 'sepanjang waktu' untuk memulangkan penumpang via jalur udara ataupun jalur aman lain yang tersedia.

Di sisi lain, karena kapal tidak beroperasi, sejumlah pelayaran Eropa yang akan datang telah dibatalkan. Pada Senin, 9 Maret 2026, perusahaan pelayaran Yunani Celestyal mengonfirmasi bahwa kapal-kapalnya tetap berada di Teluk dengan Celestyal Discovery saat ini berada di Dubai dan Celestyal Journey di Doha. 

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa penumpang telah turun dengan selamat di Dubai dan bahwa penumpang yang tersisa di Celestyal Journey diharapkan akan meninggalkan kapal di Qatar "dalam 24 jam ke depan".

"Kedua kapal tetap beroperasi penuh dan siap berlayar," kata Celestyal dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa keberangkatan mereka dari wilayah tersebut akan berlangsung 'sesuai dengan arahan dari otoritas terkait'. Namun, gangguan tersebut memaksa Celestyal untuk membatalkan dua pelayaran pulau Yunani 'Iconic Aegean' yang dijadwalkan berangkat akhir bulan ini.

Pembatalan Pelayaran Kapal Pesiar Arab Saudi

Pelayaran tiga malam pada 20 Maret 2026 dan pelayaran empat malam pada 23 Maret 2026 yang dioperasikan Celestyal Discovery dibatalkan karena perusahaan pelayaran tersebut menyelesaikan pengaturan untuk memindahkan kapal ke Mediterania untuk musim panas. Penumpang yang memesan pelayaran yang terdampak ditawari pengembalian dana penuh atau kredit pelayaran di masa mendatang.

Operator pelayaran lain juga terpaksa mengubah atau menangguhkan program mereka di wilayah tersebut. AROYA Cruises yang didukung Arab Saudi mengonfirmasi bahwa mereka telah membatalkan seluruh sisa musim dingin Teluk Arab.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa semua penumpang di atas kapalnya telah diturunkan dengan selamat di Dubai pada 7 Maret 2026. Keputusan tersebut diambil 'karena pertimbangan operasional regional yang sedang berlangsung dan dalam koordinasi dengan otoritas maritim dan nasional yang relevan'.

Pembatalan Pelayaran Kapal Pesiar Swiss

Sementara itu, MSC Cruises yang berbasis di Jenewa telah mengatur penerbangan repatriasi untuk penumpang yang telah bepergian dengan MSC Euribia di Dubai. Perusahaan pelayaran tersebut mengatakan telah mengatur penerbangan untuk lebih dari 1.500 tamu untuk meninggalkan wilayah tersebut. 

Tujuh penerbangan telah berangkat, termasuk layanan charter khusus serta kursi yang diamankan dengan maskapai penerbangan komersial. Para pelancong telah dipulangkan ke berbagai tujuan, termasuk Inggris, Italia, Jerman, Spanyol, AS, dan Brasil.

"Komando kapal dan kru kami telah bekerja tanpa lelah untuk memastikan para tamu kami terlayani dengan baik dan tim kami di seluruh dunia telah bekerja sepanjang waktu untuk membawa para tamu kami pulang dengan selamat dan tepat waktu," kata Pierfrancesco Vago, Ketua Eksekutif MSC Cruises.

Pembatalan Pelayaran Kapal Pesiar Jerman

Operator pelayaran Jerman, TUI Cruises, mengumumkan bahwa pelayaran mendatang di Mein Schiff 4 telah dibatalkan hingga dan termasuk keberangkatan pada 23 Maret 2026. Sementara, keberangkatan di Mein Schiff 5 dibatalkan hingga dan termasuk keberangkatan pada 12 Maret 2026.

Mein Schiff 4 saat ini berlabuh di Abu Dhabi dan perjalanan pulang telah 'diatur untuk semua penumpang dan sejumlah awak kapal' dalam beberapa hari terakhir, kata TUI dalam sebuah pernyataan pada Senin pekan ini. Penumpang di atas Mein Schiff 5 tetap berada di kapal di Doha, dengan operasi "berjalan normal dalam keadaan seperti ini".

Perjalanan pulang untuk penumpang dan awak kapal sedang diatur "secara berkelanjutan" melalui penerbangan charter yang diatur oleh TUI Cruises dan alokasi kursi dengan Qatar Airways.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |