Liputan6.com, Jakarta - Jagung rebus sering dianggap makanan sederhana, tetapi hasil akhirnya bisa sangat berbeda tergantung cara memasaknya. Ada jagung yang terasa manis alami, juicy, dan empuk, ada pula yang hambar, keras, bahkan terasa seperti pati. Perbedaan ini bukan semata karena jenis jagung, melainkan juga trik rebus jagung supaya manisnya keluar.
Banyak orang masih merebus jagung terlalu lama atau menambahkan garam sejak awal tanpa memahami dampaknya pada rasa. Padahal, beberapa teknik sederhana justru bisa membantu mengeluarkan manis alami jagung tanpa perlu tambahan bahan berlebihan.
Liputan6.com akan membahas berbagai trik rebus jagung supaya manisnya keluar, berdasarkan pengalaman dapur rumahan dan hasil uji dari laman serta buku resep tepercaya, sehingga kamu bisa mendapatkan jagung rebus yang manis, juicy, dan tidak bantat, Selasa (3/2/2026).
Mengapa Jagung Bisa Terasa Kurang Manis Setelah Direbus?
Secara alami, jagung manis (sweet corn) memang sudah mengandung gula. Namun, gula alami ini sangat sensitif terhadap waktu dan suhu. Menurut banyak literatur kuliner, termasuk Allrecipes dan Serious Eats, gula dalam jagung akan perlahan berubah menjadi pati sejak jagung dipetik. Proses ini terus berjalan meskipun jagung sudah sampai di dapur rumah.
Ketika jagung direbus terlalu lama pada suhu tinggi, struktur pektin di dalam biji jagung akan rusak. Akibatnya, biji jagung menjadi keriput, teksturnya lembek, dan rasa manisnya menurun. Inilah alasan mengapa memahami trik rebus jagung supaya manisnya keluar sangat penting, terutama jika jagung yang digunakan bukan hasil panen hari itu juga.
Pilih Jagung yang Tepat Sejak Awal
Langkah pertama dari trik rebus jagung supaya manisnya keluar adalah memilih bahan baku yang baik. Beberapa ciri jagung segar yang disarankan oleh Serious Eats antara lain:
- Rambut jagung (silk) masih lembap dan tidak kering
- Ukuran tongkol terasa padat, tidak terlalu kecil atau terlalu keras
- Kulit jagung masih hijau segar dan menutup rapat
- Biji jagung di ujung tongkol terlihat penuh dan tidak keriput
Jagung yang semakin lama disimpan akan kehilangan rasa manisnya karena gula berubah menjadi pati. Jika harus menunda memasak, simpan jagung di dalam kulkas untuk memperlambat proses tersebut.
Trik Menambahkan Gula Saat Merebus Jagung
Salah satu trik rebus jagung supaya manisnya keluar yang populer datang dari Allrecipes, yaitu menambahkan gula ke dalam air rebusan. Teknik ini diperkenalkan melalui kisah “My Dad’s Simple Trick for the Sweetest Corn on the Cob”.
Caranya sangat sederhana:
- Didihkan air secukupnya
- Tambahkan sekitar 2 sendok makan gula pasir
- Masukkan jagung ke dalam air mendidih
- Rebus tanpa menambahkan garam
Gula tidak hanya menambah rasa manis, tetapi juga membantu mempertahankan rasa alami jagung selama proses pemanasan. Garam sebaiknya ditambahkan setelah jagung matang, bukan saat perebusan, agar tidak menghambat rasa manis alami.
Kombinasi Gula dan Lemon untuk Rasa Lebih ringan
Masih dari Allrecipes, resep “Jamie’s Sweet and Easy Corn on the Cob” menambahkan satu bahan penting lain, yaitu air perasan lemon. Asam ringan dari lemon berfungsi menyeimbangkan rasa dan memperkuat persepsi manis.
Langkahnya:
- Didihkan air
- Masukkan gula dan sedikit air lemon
- Masukkan jagung, tutup panci
- Matikan api dan diamkan sekitar 10 menit
Jagung akan matang perlahan, bijinya menjadi lebih montok, warnanya lebih cerah, dan rasanya manis alami tanpa perlu direbus lama.
Atur Waktu Rebus Sesuai Kesegaran Jagung
Bon Appétit menekankan bahwa lama perebusan sangat bergantung pada kondisi jagung:
- Jagung sangat segar: cukup 2–3 menit
- Jagung dari supermarket: 5–8 menit
Jagung yang tidak terlalu segar memerlukan waktu lebih lama agar teksturnya kembali empuk. Namun, tetap hindari merebus lebih dari 8 menit karena akan merusak struktur biji dan mengurangi rasa manis.
Mencicipi satu biji saat merebus adalah cara aman untuk menentukan tingkat kematangan yang tepat.
Metode Cold Start: Trik Paling Konsisten
Serious Eats menemukan bahwa metode terbaik justru tidak menggunakan air mendidih sejak awal. Metode ini dikenal sebagai cold start dan menjadi salah satu trik rebus jagung supaya manisnya keluar yang paling konsisten.
Caranya:
- Masukkan jagung ke dalam panci berisi air dingin
- Panaskan hingga suhu air mencapai sekitar 170–180°F (sekitar 75–82°C)
- Matikan api, tutup panci
- Diamkan minimal 10 menit
Teknik ini memungkinkan pati mengembang tanpa merusak pektin, sehingga biji jagung tetap plump, juicy, dan manis.
Alternatif Selain Merebus: Kukus dan Microwave
Selain direbus, ada metode lain yang juga efektif menjaga rasa manis jagung.
Mengukus
Jagung dikukus selama 3–4 menit setelah air mendidih. Uap panas yang lebih lembut membantu memasak jagung secara merata tanpa membuatnya keriput.
Microwave dengan kulit
Masukkan jagung utuh beserta kulitnya ke dalam microwave selama 2–3 menit per tongkol. Kulit jagung berfungsi sebagai “jaket uap alami” yang menjaga kelembapan dan rasa manis.
Perlukah Menambahkan Garam Saat Merebus?
Berdasarkan pengujian Serious Eats dan Cook’s Illustrated, garam tidak terlalu efektif menembus biji jagung dalam waktu singkat. Oleh karena itu, menambahkan garam ke air rebusan bukan keharusan.
Sebagian koki memilih:
- Tidak menambahkan garam sama sekali saat merebus
- Memberi garam, mentega, atau bumbu setelah jagung matang
Cara ini membantu menjaga rasa manis alami tanpa membuat jagung terasa asin atau kering.
FAQ Seputar Jagung Manis
1. Apakah jagung harus direbus dengan gula?
Tidak wajib, tetapi gula membantu mempertahankan dan menonjolkan rasa manis alami, terutama jika jagung tidak terlalu segar.
2. Kenapa jagung saya terasa keras setelah direbus?
Biasanya karena direbus terlalu lama atau menggunakan jagung yang sudah lama dipanen.
3. Lebih baik direbus atau dikukus?
Keduanya baik, tetapi kukus dan metode cold start cenderung menghasilkan jagung yang lebih juicy.
4. Bolehkah menambahkan garam sejak awal?
Boleh, tetapi tidak perlu. Garam lebih efektif ditambahkan setelah jagung matang.
5. Berapa lama jagung manis sebaiknya dimasak?
Antara 2–8 menit tergantung kesegarannya, atau sekitar 10 menit dengan metode rendam panas (off heat).

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497848/original/000483100_1770691949-Screenshot_2026-02-10_095019.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3178473/original/022345800_1594642895-wantedposterjg.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497717/original/075291200_1770681461-Depositphotos_467585262_L.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498490/original/088696500_1770708860-unnamed__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497242/original/012910300_1770621795-000_96ME222.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498740/original/059493600_1770715712-Olahan_Pare_Telur_Orak-arik_dengan_Bawang_Putih_5.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498497/original/091776300_1770708884-chatuchak3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498506/original/029793100_1770709556-cropped-e3db8b88-4ca7-4ea0-95fe-17d2170ae9c6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498370/original/009979600_1770705453-camilan_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498472/original/026450900_1770708154-cropped-7b7f05d9-fe1a-40cc-b2f8-89662f8a9a60.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5495020/original/058592700_1770352085-SnapInsta.to_625054930_18559008484006197_8648886797244358337_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4273617/original/015895200_1672114550-shutterstock_2080013212.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3500552/original/098377000_1625380011-1501257-6-tips-membuat-tahu-crispy.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5498134/original/024792800_1770699363-Screenshot_2026-02-10_115521.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5496924/original/009579200_1770609592-Cokelat_isi_buah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497900/original/044084400_1770694240-ChatGPT_Image_10_Feb_2026__10.29.58.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5497775/original/012674100_1770688393-gambar__3_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5390488/original/063405100_1761278709-Premier_League_2025-26_ATK_BOLA__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/949101/original/010743900_1438935429-js3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387021/original/037655400_1761029122-photo-collage.png__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371305/original/003419200_1759646163-Pertaruhan_The_Series_3_-_Poster.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5389601/original/073125400_1761204287-Stasiun_Madiun.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387070/original/097383000_1761030793-seblak2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384652/original/007400700_1760812239-Tzuyu_TWICE.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5384080/original/091032400_1760743856-Pelaku_Joki_Toefl_di_Jember.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387429/original/053987300_1761041546-unnamed__80___2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5387068/original/094497700_1761030404-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5383334/original/061525500_1760671825-huang_zitao_nikah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3297789/original/045562100_1605529902-WhatsApp_Image_2020-11-16_at_7.05.05_PM.jpeg)