Penerbangan Unik di Dunia: Berangkat pada 2026, Tiba Masih 2025

1 day ago 12

Liputan6.com, Jakarta - Pergantian tahun kerap menciptakan momen tak terduga. Salah satunya soal penerbangan unik. Sejumlah penumpang berkesempatan menjalani perjalanan udara bak sedang 'menjelajahi waktu' terbalik seperti kisah Doctor Strange. Tentu, ini tak melibatkan sihir atau ilmu nujum, melainkan ilmu sains.

Mengutip AsiaOne, Senin (5/1/2025), kita berbicara tentang penerbangan jarak jauh yang bertabrakan dengan zona waktu dan Garis Tanggal Internasional. Garis imajiner tersebut membentang antara Kutub Utara dan Kutub Selatan, secara otomatis membatasi satu hari kalender dari hari berikutnya.

Menurut data yang diterbitkan oleh platform data penerbangan OAG, 14 penerbangan penumpang memiliki jadwal keberangkatan pada 1 Januari 2026 dan kedatangan pada 31 Desember 2025. Daftar tersebut termasuk penerbangan Cathay Pacific CX880, sebuah Boeing 777, yang lepas landas pukul 00.34 pada 1 Januari dari Hong Kong, dan mendarat di Los Angeles pukul 21.28 pada 31 Desember 2025.

Selain maskapai Hong Kong tersebut, ada juga penerbangan All Nippon Airways rute Tokyo Haneda-Los Angeles NH106, penerbangan Starlux Airlines rute Taipei-San Francisco JX012, dan penerbangan Hainan Airlines rute Shenzhen-Vancouver HU7959. Para penumpang yang beruntung bisa flexing untuk pengalaman yang jarang sekali terjadi itu.

Penerbangan "perjalanan waktu" semacam ini merupakan hal baru mengingat kapasitas setiap penerbangan dan tantangan yang ditimbulkannya bagi operasional maskapai penerbangan, terutama dalam perencanaan tugas awak kabin, rotasi pesawat, dan pemeliharaan.

Wisman Pertama Tiba di Soekarno Hatta

Sementara itu, rombongan turis Jepang yang menumpang maskapai All Nippon Airways (ANA) menjadi wisatawan mancanegara (wisman) pertama yang tiba di Bandara Soekarno Hatta, Banten, pada Kamis, 1 Januari 2026. Pesawat bernomor NH835 itu berangkat dari Narita, Jepang, dan tiba pada pukul 00.15 WIB.

Kedatangan mereka disambut rombongan Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa bersama Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir dengan sejumlah bingkisan. Begitu pula dengan seluruh kru pesawat. Selain itu, mereka juga menikmati sajian tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya Indonesia.

"Ini adalah tradisi yang setiap tahun kita lakukan. Kami berharap penyambutan ini membawa optimisme bahwa pada tahun 2026 akan terjadi pergerakan pariwisata yang semakin positif. Jumlah kunjungan wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara diharapkan terus meningkat," ujar Wamenpar dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com.

Target Kunjungan Wisman 2026

Selain di Bandara Soekarno-Hatta, penyambutan wisatawan perdana juga dilakukan di Bali dan Kepulauan Riau sebagai tiga pintu masuk wisatawan mancanegara terbesar di Indonesia. Wamenpar menyampaikan bahwa kinerja sektor pariwisata pada 2025 menunjukkan pertumbuhan yang kuat.

Jumlah kunjungan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, tumbuh di atas 10 persen dibandingkan 2024. Selama periode Januari hingga Oktober 2025, kunjungan wisatawan mancanegara tercatat lebih dari 12 juta, sementara pergerakan wisatawan nusantara mencapai lebih dari 900 juta perjalanan.

"Ini menunjukkan bahwa kepercayaan dunia dan masyarakat terhadap destinasi Indonesia semakin pulih, semakin tangguh, dan semakin kuat. Kondisi ini harus kita jaga bersama," ujar Ni Luh Puspa.

Pada 2026, Kemenpar menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 16--17 juta dan pergerakan wisatawan nusantara mencapai 1,1 miliar perjalanan. Untuk menunjang target tersebut, Kemenpar merancang berbagai program strategis yang berfokus pada kualitas dan keberlanjutan.

Experience-based Tourism

Salah satu perhatian utama adalah peningkatan standar keselamatan dan keamanan wisatawan. "Kita tidak hanya berbicara tentang angka, tetapi juga tentang pengalaman yang dirasakan wisatawan. Experience-based tourism akan menjadi kunci," tutur Wamenpar.

Kemenpar juga terus memperkuat pengembangan pariwisata berbasis komunitas, termasuk desa wisata sebagai pilar penting. Selain keindahan alam, pariwisata Indonesia akan diperkuat melalui gastronomi, wisata bahari, heritage tourism, desain dan seni, serta wellness tourism.

"Kami ingin meningkatkan kualitas pengalaman wisatawan secara menyeluruh, agar mereka merasakan kenyamanan, keamanan, dan kesan mendalam selama berkunjung ke Indonesia," katanya.

"Melihat tren positif ini, kami optimistis pada tahun 2026 pergerakan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara, akan terus meningkat," ucapnya.

Sementara, Wakil Direktur Utama InJourney Airports Achmad Syahir menyampaikan bahwa sepanjang 15--30 Desember 2025, pergerakan penumpang di seluruh jaringan bandara yang dikelola InJourney Airports mencapai 7,8 juta penumpang. Khusus di Bandara Soekarno-Hatta, jumlah penumpang mencapai 2,7--3 juta, tumbuh sekitar empat persen dibandingkan tahun sebelumnya.

"Sementara untuk Bali, penerbangan internasional mencatat peningkatan 1,9 hingga 2 persen dibandingkan tahun lalu," ujarnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |