Liputan6.com, Jakarta - Ketika Kang Young Hee (58) tiba di perusahaan pengujian kosmetik H pada September 2025, suaranya sudah terdengar lelah. Ia datang untuk berpartisipasi dalam uji klinis serum baru, sesuatu yang telah ia lakukan selama 10 tahun sebagai "skin part-timer."
Namun, hari itu ia ditolak. Ia mengatakan, melansir The Korea Times, 13 November 2025, "Mereka bilang kemerahan di wajah saya membuat saya didiskualifikasi. Saya rasa, saya harus melakukan perawatan dan mencoba lagi."
Bayaran untuk tes tersebut adalah 20 ribu won (sekitar Rp 228 ribu). Namun, ia harus memesan janji temu dermatologi yang biayanya lebih mahal saat meninggalkan gedung.
Mengapa ia tetap bertahan meski ditolak dan mengeluarkan biaya ekstra? Kang berkata pelan, "Ini adalah satu-satunya pekerjaan yang bisa saya lakukan. Saya tidak boleh gagal di tes berikutnya."
Kang berhenti dari pekerjaannya bertahun-tahun lalu karena pernikahan dan mengurus anak. Ketika ia kembali ke pasar kerja di akhir usia 40-an, ia mendapati pintu-pintu telah tertutup.
Persaingan sangat ketat, dan ia segera menjadi apa yang disebut Korea sebagai "wanita yang kariernya terputus." Uji klinis tampak seperti satu-satunya pilihan. "Menawarkan kulit saya adalah hal termudah," katanya.
Banyak wanita mengaku beralih ke uji coba ini setelah gagal mendapat pekerjaan tetap. Lee (50), yang meninggalkan pekerjaannya sebagai programmer komputer dua dekade lalu untuk mengurus anak, mengatakan ia bergabung untuk "mendapatkan setidaknya uang belanja."
Dominasi Mutlak Wanita Paruh Baya
Min (51), mantan instruktur bahasa Inggris, mengatakan ia membutuhkan "uang kopi" dan rasa memiliki tujuan. Kim (44) berkata, "Saya terus gagal mencari pekerjaan baru. Anak saya yang lebih muda pernah bertanya sambil bercanda, 'Bu, kenapa tidak cari uang?' Sekarang saya bisa bilang saya melakukannya."
Selama dua bulan mulai Agustus 2025, Hankook Ilbo mewawancarai 25 wanita yang berpartisipasi dalam uji klinis kosmetik. Sebagian besar menggambarkan diri mereka sebagai wanita yang kariernya terputus, dan banyak di antaranya berusia paruh baya.
Kebangkitan global K-beauty ternyata bergantung pada tulang punggung yang tidak terlihat: wanita paruh baya yang meminjamkan kulit mereka untuk penelitian. Antara tahun 2020 dan 2024, sebanyak 328.952 orang berpartisipasi dalam uji klinis kosmetik di 19 lembaga pengujian.
Dari jumlah tersebut, 244.245 orang berusia 40 tahun atau lebih. Data terpisah dari 21 institusi menunjukkan dari total 350.843 partisipan, 327.790 di antaranya adalah perempuan, atau mencapai 93,4 persen. Partisipan laki-laki hanya berjumlah 23.053 orang.
Upah Rendah dan Taktik Rekrutmen Tak Jelas
Konsentrasi besar wanita paruh baya ini mencerminkan kesenjangan kerja gender yang terus-menerus di Korea. Pembayaran bervariasi berdasarkan tes, tapi sebagian besar menghasilkan antara 20 ribu won (Rp 228 ribu) dan 30 ribu won (Rp 342 ribu) per sesi.
Bagi seseorang yang tidak memiliki penghasilan, jumlah itu berarti. Seorang wanita mengatakan, dia berpartisipasi hampir setiap minggu di beberapa pusat uji klinis, terkadang memilih tes yang lebih menyakitkan atau berisiko untuk bayaran yang sedikit lebih tinggi.
Selama lima tahun, ia telah mengambil bagian dalam sekitar 50 tes. "Saya menghasilkan kurang dari 200 ribu won (sekitar Rp 2,2 juta) sebulan. Jika saya menggunakan wajah saya untuk tes, saya mencoba menambah penghasilan dengan melakukan tes kulit kepala atau rambut pada saat yang sama," katanya.
Takut Melapor, Takut 'Daftar Hitam'
Namun, jumlah itu jauh di bawah upah seharusnya. Hankook Ilbo meninjau 483 poster tes dari perusahaan P, H, dan D antara 6 Agustus dan 19 September 2025.
Dari jumlah tersebut, 86 di antaranya membayar kurang dari upah minimum per jam saat ini, yakni sebesar 10.030 won atau Rp 114 ribu. Beberapa bahkan menawarkan hanya sekitar 6 ribu won (Rp 68 ribu).
Meski bayarannya rendah dan perlindungannya tidak jelas, banyak peserta mengatakan, mereka tidak bisa mengeluh. Seorang wanita berusia 50 tahun dengan pengalaman 10 tahun berkata, "Merekalah yang memiliki kuasa. Kamilah yang butuh pekerjaan. Tidak mudah untuk angkat bicara."
Dia ingat pernah meminta penjelasan lebih lanjut tentang suatu produk. "Ekspresi staf langsung kaku. Saat itulah saya sadar lebih baik diam," sebutnya. Ketakutan dilarang mengikuti tes di masa depan dan masuk daftar hitam pun tersebar luas.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5304623/original/044612000_1754280069-000_Par6740308.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1942382/original/011634600_1519725637-Salju-Denmark-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1481744/original/094476000_1485245189-Manfaat-Bunga-Pepaya-4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465708/original/048326000_1767774503-memasak_pakcoy8.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465978/original/041480600_1767783459-000_46PV7NP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4589327/original/083458700_1695724189-bozhin-karaivanov-3TmhC2vquPk-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465743/original/001098000_1767775051-resep_terong_bakar_santan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465782/original/042105200_1767776417-inka_william.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465705/original/064780900_1767774421-unnamed.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465256/original/087549000_1767762585-Sate_Kambing_JEC_HL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5462876/original/028133300_1767591976-Screenshot_2026-01-05_123837.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5206402/original/034253600_1746165424-ChatGPT_Image_2_Mei_2025__12.55.34.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465541/original/006863600_1767770364-menghangatkan_makanan.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465548/original/012475600_1767770573-Gemini_Generated_Image_s9l8kls9l8kls9l8_2.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1699851/original/087735500_1504532607-Foto_Liputan6.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465050/original/001728300_1767757054-Tumis_Brokoli_Bawang_Putih_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465344/original/085316400_1767765223-sambel_dadak.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465195/original/007697900_1767762570-Jewel_Changi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465151/original/031029700_1767760279-Screenshot_2026-01-07_113031.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373357/original/048602800_1759820171-SnapInsta.to_560669028_18535972480043602_4721668802629419488_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4763684/original/016326400_1709707430-kereta_api_nataru.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371768/original/035487700_1759720376-2024-04-09.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1754987/original/026621500_1509348143-20171030-Vietnam-Adit1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5347525/original/083062600_1757675276-SnapInsta.to_543107841_18526684450015278_5485787036975048528_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5360651/original/024353600_1758712937-SnapInsta.to_549127995_18051123983556714_494170281947543192_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4544161/original/099781700_1692463898-WhatsApp_Image_2023-08-19_at_10.23.31_PM.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5350664/original/027185300_1758004811-Screenshot_2025-09-16_133834.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4918754/original/030969800_1723694238-cimahi.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5348639/original/004944200_1757841924-Screenshot_2025-09-14_162436.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5352627/original/038329600_1758105491-unnamed__30___1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5363725/original/098536500_1758960184-unnamed__35_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5371271/original/098149800_1759644548-unnamed__48_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1474388/original/004496700_1484626501-IMG_20170110_123013.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5373631/original/044574800_1759826535-unnamed__57_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/4836979/original/089302800_1716174604-20240519BL_Stadion_Batakan_20.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2891369/original/012427100_1566627744-800px-Desa_Padusan_Pacet.jpg)