Pakai Power Bank dalam Pesawat Bakal Dilarang Sepenuhnya di Jepang

3 days ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Jepang akan segera melarang penggunaan power bank di dalam pesawat penumpang. Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, Transportasi, dan Pariwisata negara itu tengah berupaya memberlakukan larangan penggunaan tersebut, bersamaan dengan pembatasan baru mengenai jumlah baterai portabel yang dapat dibawa penumpang ke dalam pesawat.

Melansir Nikkei, Kamis (19/2/2026), Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) telah melarang pengisian daya baterai portabel di pesawat. Pihaknya juga sedang mempertimbangkan untuk merekomendasikan larangan penuh terhadap penggunaannya.

Kementerian Jepang berencana menerbitkan amandemen legislatif dengan batasan yang lebih ketat terhadap penggunaan baterai portabel di dalam pesawat paling cepat pada April 2026. Aturan yang diperketat ini berlaku untuk pesawat yang dioperasikan maskapai yang memiliki penerbangan berangkat dari atau tiba di Jepang.

Kementerian negara itu mengatakan telah mulai menjelaskan perubahan tersebut pada maskapai penerbangan. Baterai berkapasitas tinggi yang melebihi 160 watt-jam akan tetap dilarang. Untuk baterai berkapasitas 160 watt-jam atau kurang, penumpang akan dibatasi hingga dua unit per orang.

Aturan saat ini melarang baterai portabel dalam bagasi terdaftar. Untuk bagasi kabin, penumpang diperbolehkan membawa hingga dua baterai dengan kapasitas antara 100 watt-jam dan 160 watt-jam, sedangkan baterai di bawah 100 watt-jam tidak dibatasi.

Baterai portabel, yang ditenagai sel lithium-ion, banyak digunakan sebagai perangkat pengisi daya untuk ponsel pintar dan tablet. Namun, sel lithium-ion sensitif terhadap kerusakan akibat benturan dan panas. Banyak insiden terjadi akibat sel tersebut mengeluarkan asap atau terbakar.

Data Kecelakaan Pesawat

Menurut laporan Institut Teknologi dan Evaluasi Nasional Jepang, terdapat 123 kecelakaan terkait baterai ponsel pada 2024, meningkat 160 persen dari 47 kecelakaan tahun 2020. Banyak insiden melibatkan perangkat yang terbakar saat digunakan untuk mengisi daya ponsel pintar.

Pada Januari 2025, sebuah pesawat yang dioperasikan maskapai penerbangan Air Busan terbakar di Bandara Internasional Gimhae di Busan, Korea Selatan. Baterai ponsel dianggap sebagai penyebab kejadian tersebut. Pada Oktober tahun lalu, baterai ponsel di penerbangan ANA dari Naha di Okinawa ke Bandara Haneda di Tokyo dilaporkan mengeluarkan asap.

Insiden serupa juga terjadi di kereta api. Pada Juli 2026, baterai ponsel terbakar di dalam gerbong kereta di jalur Yamanote yang ramai di Tokyo, melukai lima orang.

Membawa Power Bank ke Kabin Pesawat

Sejak Juli 2025, maskapai penerbangan Jepang telah meminta penumpang untuk tidak meletakkan power bank di tempat penyimpanan di atas kepala dan sebaliknya menyimpannya di tempat yang mudah dijangkau. Mereka juga meminta penumpang bekerja sama dalam memastikan akses mudah ke baterai portabel saat digunakan untuk mengisi daya perangkat lain.

Awal bulan ini, sekitar 400 penumpang dievakuasi dari kereta bawah tanah MTR di Hong Kong pada 6 Februari 2026, setelah sebuah power bank portabel terbakar di dalam gerbong. Alhasil, asap tebal memenuhi kompartemen.

Melansir SCMP, 7 Februari 2026, polisi mengatakan, mereka menerima laporan sekitar pukul 08.35 pagi bahwa power bank eksternal tersebut terbakar di dalam kereta jalur Tuen Ma menuju Wu Kai Sha saat tiba di Stasiun Tsuen Wan West. Tidak ada korban luka yang dilaporkan.

Tidak Hanya di Pesawat

Rekaman yang beredar di media sosial menunjukkan sebuah tas hitam terbakar dan mengeluarkan asap putih tebal di dalam gerbong kereta sementara penumpang menyaksikan kejadian tersebut. Di video tersebut, setidaknya satu penumpang terlihat menggunakan alat pemadam api untuk memadamkan api.

Kereta akhirnya berhenti di Stasiun Tsuen Wan West, di mana sebagian besar penumpang turun sendiri. Sekitar 30 detik kemudian, pengumuman di dalam kereta juga mendesak para penumpang untuk turun.

"Ketika mencium bau terbakar, saya sudah menduga ada sesuatu di dekat sini yang terbakar. Dalam lima menit, seseorang sudah mengunggah tentang itu di Threads," tulis seorang pengguna bernama @meburbur. Pengguna lain menyambung, "Saya langsung mengenalinya – itu gerbong yang sama. Awalnya saya sangat mengantuk, tapi kejadian itu langsung membangunkan saya."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |