Tragis, 30 Wisatawan Meninggal karena Terinjak-injak di Benteng Laferriere

9 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Sedikitnya 30 wisatawan meninggal duna setelah destinasi populer di HaitiBenteng Laferriere, diserbu pengunjung. Pada Sabtu, 11 April 2026, banyak turis berkumpul di Situs Warisan Dunia UNESCO tersebut untuk berpartisipasi dalam perayaan tahunan.

Saking penuh, para pelancong dilaporkan berdesak-desakan, menyebabkan sejumlah di antara mereka terinjak-injak. Lusinan pengunjung, dengan banyak "anak muda," kemudian dikonfirmasi meninggal dunia akibat kondisi tersebut.

"Menghadapi situasi yang menyakitkan ini, pemerintah (Haiti) menyampaikan rasa duka cita yang mendalam dan kesedihan yang luar biasa," tulis kantor Perdana Menteri negara itu, Alix Didier Fils-Aimé dalam sebuah pernyataan di media sosial, melansir People, Selasa (14/4/2026).

"Pemerintah menyampaikan belasungkawa yang tulus pada keluarga yang terdampak dan meyakinkan mereka akan solidaritas yang mendalam di saat-saat duka dan penderitaan luar biasa ini."

Situs itu jadi sangat ramai karena ratusan orang berkumpul untuk merayakan ulang tahun benteng abad ke-19 yang melambangkan kedaulatan dan perlawanan terhadap kolonialisme Prancis. Para pejabat mengatakan bahwa acara tersebut diiklankan secara luas di media sosial, menurut BBC.

"Semua otoritas yang berwenang telah dimobilisasi sepenuhnya dan ditempatkan dalam siaga maksimum untuk memberikan, tanpa penundaan, bantuan, perawatan, dan dukungan yang diperlukan pada orang-orang yang terdampak dan orang-orang terkasih mereka," lanjut kantor perdana menteri.

"Pemerintah memantau situasi dengan sangat saksama dan mendesak penduduk untuk tetap tenang dan waspada, sambil menunggu hasil penyelidikan yang sedang berlangsung untuk menentukan keadaan pasti dari tragedi ini."

Penyelidikan Awal

Menurut The New York Times, Emmanuel Ménard, Menteri Kebudayaan dan Komunikasi Haiti, mengatakan bahwa pejabat setempat telah meluncurkan penyelidikan mengapa insiden itu terjadi agar "semua orang tahu apa yang terjadi."

Sementara itu, laporan awal menunjukkan bahwa hujan berperan dalam memicu kekacauan di pintu masuk benteng. Setelah itu, 13 pengunjung ditemukan meninggal dunia di tempat wisata tersebut, sementara 17 lainnya dibawa ke rumah sakit terdekat sebelum dinyatakan tewas.

"Sementara beberapa orang ingin pergi, yang lain mencoba masuk," jelas Ménard. "Orang-orang mulai mendorong. Beberapa jatuh, dan yang lain menginjak-injak mereka. Akibatnya, beberapa orang meninggal karena sesak napas." Ia juga mengatakan pada AFP bahwa jumlah korban tewas dapat meningkat karena banyaknya orang yang dilaporkan hilang.

Pencarian Orang-Orang Hilang

"Para korban luka saat ini sedang menerima perawatan medis yang diperlukan," kata Ménard, menambahkan bahwa "tim penyelamat sedang mencari orang-orang yang hilang."

Benteng ini dibangun atas perintah Henri Christophe, raja pertama dan terlama yang memerintah Haiti, untuk mempertahankan negara dari kemungkinan invasi lain, dan kadang-kadang dikenal sebagai Citadelle Henri Christophe.

Benteng ini merupakan landmark nasional yang begitu penting sehingga muncul di mata uang Haiti, perangko, dan promosi pariwisata. Situs ini dikenal menerima banyak pengunjung, terutama selama periode liburan sekitar Paskah.

Gambar video yang diunggah ke media sosial sebelum insiden menunjukkan kerumunan pengunjung, terutama anak muda, tiba pada Sabtu di Citadelle.

Masa Berkabung Nasional

Haiti mengumumkan tiga hari masa berkabung nasional pada Minggu, 13 April 2026, sehari setelah insiden saling dorong yang menewaskan puluhan orang selama perayaan tahunan yang dipenuhi siswa dan pengunjung di Benteng Laferriere, lapor DZRH.

Dalam pidato nasionalnya, Perdana Menteri Alix Didier Fils-Aimé mengatakan masa berkabung akan dimulai pada Selasa (14/4/2026), dan pemerintah akan menanggung biaya pemakaman bagi para korban bencana.

Tragedi itu terjadi sekitar kemunculan seorang influencer bernama Dopefresh, yang memproduksi pakaian streetwear dan merefleksikan budaya perkotaan Haiti untuk pengikutnya yang banyak di platform seperti TikTok.

Dopefresh, yang nama aslinya adalah Sébastien Joseph, turun ke media sosial setelah indiden, mengakui telah membantu mengatur acara akhir pekan ke Citadelle, dan mengatakan bahwa insiden itu "sangat menghancurkan."

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |