Liputan6.com, Jakarta - Hari ini, banyak hidup anak muda terasa seperti ditarik dari dua arah. Di satu sisi, mimpi pribadi termasuk kuliah masih ingin dikejar. Di sisi lain, tanggung jawab keluarga datang lebih dulu. Fenomena sandwich generation bikin pendidikan bukan lagi soal niat, tapi soal bagaimana caranya tetap bertahan tanpa meninggalkan siapa pun.
Ritme Hidup dari Togafo: Sanggar, Kerja, dan Tanggung Jawab
Di Kelurahan Togafo, Ternate Barat yang bersembunyi di balik Gunung Gamalama kehidupan berdenyut dengan ritmenya sendiri. Jarak ke pusat kota tergolong jauh, dan setiap hari warga sibuk berkutat dengan liku-liku kehidupan mereka.
Di tempat itulah Denada Fatahan, atau Nada, menjalani hari-harinya. Ia dikenal sebagai “anak sanggar”. Sebagian besar waktunya dihabiskan di Sanggar Gendang Gamalama, sanggar seni yang cukup dikenal di Ternate. Latihan rutin, persiapan lomba, sampai job tampil datang silih berganti.
“Kalau di sanggar pasti ada jadwal. Biasanya H-2 atau H-3 sudah dikasih tahu, jadi harus siap dari jauh-jauh hari,” cerita Nada.
Di luar sanggar, Nada juga bekerja sebagai freelancer di wedding organizer. Dari persiapan hantaran sampai hari-H acara, semua dijalani bergantian. Dunia seni dan kerja jalan bareng. Sama-sama capek, tapi dua-duanya jadi bagian hidup yang nggak bisa ditinggal.
Buat Nada, kerja bukan sekadar cari uang jajan. Ada alasan yang lebih besar di belakangnya. Orang tuanya sudah berpisah. Ayahnya tinggal di Makassar. Ibunya bekerja sebagai juru masak di Kelurahan Sabia, dengan jarak pulang-pergi yang lumayan jauh dan perlu perjuangan tersendiri.
“Aku kerja buat bantu mama. Papa sama mama sudah pisah, jadi aku harus ikut tanggung jawab,” katanya.
Kehidupannya jadi soal bagi-bagi tenaga: latihan, kerja, dan tanggung jawab keluarga. Akses dari rumah ke lokasi kegiatan nggak selalu mudah. Kadang harus ganti angkot dua kali. Motor pun dipakai bergantian dengan Ibu.
“Aku sering nggak tega kalau mama harus naik angkot ke kota yang ribet. Jadi biasanya mama yang pakai motor, aku naik angkot,” ujarnya.
Di titik ini, hidup bukan soal cari jalan paling mulus, tapi soal bertahan dan ngejalanin semuanya barengan.
Kuliah Pernah Jadi Mimpi yang Terlalu Jauh
Sejak lulus SMA tahun 2022, Nada sebenarnya sudah punya niat buat kuliah. Tapi keadaan keluarganya saat itu belum memungkinkan. Orang tuanya baru berpisah. Kondisi ekonomi belum stabil. Ibunya belum punya pekerjaan tetap, sementara ayahnya juga masih berusaha bangkit.
“Waktu itu kondisinya bener-bener berat. Aku ngerasa bingung harus mulai dari mana,” kata Nada.
Kuliah akhirnya ditunda. Setahun penuh diisi dengan kerja dan berbagai aktivitas. Bukan karena mimpinya hilang, tapi karena terasa terlalu jauh untuk digapai. Bayangan tentang biaya kuliah, transportasi, sampai bayangan bisa kuliah atau nggak terus muter di kepala Nada.
“Kadang mikir, aku bisa nggak ya sampai sejauh orang-orang yang sudah sarjana?”
Melihat teman-temannya kuliah di kampus konvensional juga bikin Nada ragu. Harus datang sesuai jadwal, lalu pulang tanpa kelas karena dosen gak hadir.
“Aku mikir, ribet banget. Kayaknya mending kerja aja dulu. Yang penting bisa bantu mama.”
Pada fase itu, pilihan tersebut bukan yang paling ideal tapi yang paling realistis. Bukan karena Nada nggak mau kuliah, tapi karena saat itu membantu ibunya terasa lebih mendesak daripada mengejar mimpi sendiri.
“Kalau aku kuliah, mama gimana? Kalau mama yang bantu bayar, sedangkan aku juga harus bantu mama,” ujarnya.
Maju salah, berhenti juga nggak tenang. Mau ngejar mimpi, tapi realita tidak bisa ditinggalkan.
Mitos Soal Kuliah Itu Akhirnya Patah
Di sanggar, Nada mulai sering memperhatikan senior-seniornya. Mereka tetap aktif latihan, ikut kegiatan seni tingkat nasional, bahkan beberapa kali berangkat ke luar daerah. Tapi di saat yang sama, mereka juga kuliah.
“Dari situ aku mikir, kok bisa ya. Kuliah, tapi tetap bisa jalanin seni,” kata Nada.
Rasa penasaran itu pelan-pelan berubah jadi percakapan. Nada mulai bertanya, ngobrol, dan dengar cerita para seniornya. Dari situlah ia baru sadar, selama ini bayangannya soal kuliah terlalu sempit. Kuliah yang ia pikirkan selalu berarti harus datang ke kampus tiap hari, ikut jadwal yang kaku, dan siap ninggalin banyak hal yang sudah jadi bagian hidupnya.
Padahal, ada cara lain menjalani kuliah. Cara yang lebih bisa menyesuaikan dengan ritme hidupnya sekarang.
Kuliah yang Bisa Jalan Bareng Seiring Hidup
Hal pertama yang bikin Nada yakin sebenarnya sederhana: kuliahnya bisa jalan bareng kerja. “Yang aku pikirin pertama tuh, ini bisa sambil kerja, bisa sambil bantu mama juga. Aku nggak perlu relain salah satunya, karena dua-duanya masih bisa jalan,” ceritanya.
Keputusan itu nggak datang instan. Nada sempat mikir lama soal biaya, soal waktu, juga soal sanggup atau nggaknya ngejalanin semuanya barengan. Tapi setelah ngobrol dengan senior di sanggar dan cari-cari informasi sendiri, Universitas Terbuka jadi pilihan yang paling masuk akal dengan kondisi hidupnya saat itu.
Dari situ, Nada mulai mikir lebih jauh. Jurusan apa yang tepat dijalankan di tengah hidupnya yang padat. Bukan jurusan yang kelihatan paling keren, tapi yang benar-benar dia mau dan bisa dia jalani sampai selesai.
Setelah yakin dengan pilihannya, Nada mantap menjadi mahasiswa UT Ternate. Keputusan itu jadi awal dari fase baru dalam hidupnya, fase di mana kuliah mulai benar-benar dijalani di tengah rutinitas yang sudah lebih dulu padat.
Hari-hari kuliahnya pun dimulai dengan ritme yang sudah akrab: ponsel di tangan, bahan ajar digital dibuka kapan saja, tugas dikerjain malam hari atau di sela waktu kosong. Tutorial online dijalanin di akhir pekan.
Nggak perlu bolak-balik ke kampus. Nggak harus ninggalin sanggar atau job. Tantangannya tetap ada: bagi waktu, ingat deadline, kadang tugas kelewat karena aktivitas terlalu padat. Alarm jadi penyelamat, catatan kecil pun jadi pegangan.
Di titik ini, Nada mulai paham: kuliah di UT nggak bikin hidupnya berhenti justru bikin semuanya tetap bisa jalan bareng
Dan di situlah Nada bertahan. Bukan cuma karena sistemnya, tapi karena alasan yang jauh lebih personal: dia ingin buat ibunya bangga.
“Baru semester lima aja mama udah bangga banget. Apalagi nanti kalau aku selesai kuliah. UT tuh beneran ngerti kondisiku. Karena sekarang, yang aku punya dan harus aku bahagiain cuma mama.”
Akhirnya, Keraguan Itu Punya Jawaban
Buat Nada, kesempatan bukan sesuatu yang dateng berkali-kali. Sekali kelihatan, harus berani masuk.
“Anggapannya kayak lihat pintu di depan. Kalau udah kelihatan, jangan ragu. Kalau ragu, kita bakal stuck di tempat yang sebenarnya juga ingin kita tinggalkan. Dan jujur aja, kalau nggak ada UT, mungkin aku nggak bakal kuliah sampai sekarang. Aku bakal terus ngejar hal-hal yang memang jadi kewajiban aku,” ceritanya.
Hari ini, hidup Nada masih padat. Masih latihan. Masih kerja. Masih membantu urusan rumah.
Tapi sekarang, ada satu hal yang sudah pasti bagi Nada. Kuliah bukan lagi mimpi yang jauh. Bukan sekadar rencana, Bukan sekadar wacana, melainkan proses yang benar-benar ia jalani, perlahan tapi konsisten dan nyata langkahnya.
“Buat aku, Universitas Terbuka bukan cuma opsi. UT itu bagian dari perjalanan hidup aku. Kampus yang ngerti gimana rasanya ngejalanin hidup di tengah kondisi yang serba terbatas, tapi tetap ingin maju. Di situ aku ngerasa dimengerti. Dan aku bangga bisa jadi mahasiswa UT,” tutup Nada.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5510937/original/085753700_1771844665-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_11.38.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511017/original/062525300_1771855074-andrew.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510733/original/053916700_1771837198-Gemini_Generated_Image_vtpiyuvtpiyuvtpi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484733/original/035361900_1769483129-banane_baru_digoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510367/original/068622000_1771826943-WhatsApp_Image_2026-02-22_at_13.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510596/original/003932100_1771832535-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510887/original/095725800_1771842183-Gemini_Generated_Image_jy8pc7jy8pc7jy8p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5044837/original/084570700_1733891267-Desain_tanpa_judul_-_2024-12-11T110951.443.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472482/original/096114800_1768367502-Gemini_Generated_Image_qf2l7qqf2l7qqf2l.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510802/original/095243300_1771839977-Buka_Puasa_Anak_Kos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510602/original/013628000_1771832564-butter_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500637/original/009964000_1770872557-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723091/original/022901400_1705917470-000_34G49R7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468196/original/011764900_1767943552-Es_Teko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/848281/original/010816800_1428658095-063308100_1426002952-rumah_di_maria_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/975038/original/008493200_1441187509-1_jogjareview_net.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510585/original/041863400_1771832467-cropped-051ecd4f-9ab2-4a61-b20c-16306893845d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510403/original/008108600_1771827704-Untitled_design__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510491/original/076999700_1771829931-coffeenatics.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510238/original/099026900_1771823188-Untitled_design__11_.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5404922/original/033017100_1762419560-Depositphotos_609549356_L.jpg)