Cara Membuat Bubur Merah Putih Beras Ketan yang Enak untuk Acara Syukuran

1 month ago 58

Liputan6.com, Jakarta - Bubur merah putih beras ketan merupakan hidangan tradisional penuh makna yang sering hadir dalam berbagai momen istimewa sebagai simbol syukur dan harapan baik. Perpaduan tekstur ketan yang kenyal serta rasa manis legit dari gula merah yang beradu dengan gurihnya santan membuat menu ini selalu menjadi favorit keluarga di segala suasana. 

Selain memiliki cita rasa yang memanjakan lidah, bahan utama beras ketan juga dikenal mengandung beragam nutrisi penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Artikel ini akan menyajikan panduan praktis mengenai cara membuat bubur merah putih beras ketan yang enak dan anti gagal, lengkap dengan ulasan mengenai manfaat mengonsumsi beras ketan bagi kebugaran tubuh. Simak lengkapnya di bawah ini. 

Resep Bubur Merah Putih Beras Ketan

Bahan Utama:

  • 500 gram beras ketan putih yang sudah direndam selama 2 jam
  • 1,5 liter air atau secukupnya
  • 500 ml santan kental
  • 250 gram gula merah yang telah disisir halus
  • 3 lembar daun pandan
  • 1 sdt garam
  • 2 sdm gula pasir

Langkah-Langkah Memasak:

  1. Rebus beras ketan bersama air dan daun pandan di dalam panci hingga beras melunak dan air mulai menyusut. Pastikan untuk terus mengaduk beras ketan agar bagian bawah tidak mengerak atau gosong sampai teksturnya berubah menjadi bubur yang kental dan lengket.
  2. Tuangkan santan dan garam ke dalam bubur lalu aduk kembali hingga merata dan mendidih sempurna. Ambil setiap sepertiga bagian dari bubur ketan yang berwarna putih ini dan sisihkan ke dalam wadah lain.
  3. Masukkan gula merah dan gula pasir ke dalam sisa bubur yang ada di dalam panci kemudian aduk terus sampai warna berubah menjadi cokelat kemerahan yang merata. 
  4. Setelah bubur merah matang sempurna, sajikan di mangkuk dengan memberikan tambahan bubur putih di atasnya sebagai pelengkap.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Bubur Merah Putih Beras Ketan

1. Memasukkan Gula Terlalu Cepat

Menambahkan gula saat beras ketan masih dalam keadaan mentah atau keras akan menghambat proses penyerapan air ke dalam butiran beras. Hal ini mengakibatkan tekstur bubur tetap terasa keras dan kasar meskipun sudah dimasak dalam waktu yang sangat lama.

2. Kurang Konsisten dalam Mengaduk

Kadar pati yang tinggi pada beras ketan membuatnya sangat mudah mengendap dan menempel di dasar wadah selama proses pemanasan. Jika tidak diaduk secara berkala, bagian bawah bubur akan cepat hangus dan memberikan aroma sangit yang merusak seluruh cita rasa hidangan.

3. Menggunakan Terlalu Sedikit Air

Beras ketan membutuhkan jumlah cairan yang cukup banyak agar butirannya bisa mengembang dan pecah dengan sempurna menjadi tekstur bubur. Penggunaan air yang terlalu sedikit hanya akan menghasilkan ketan yang menggumpal padat dan lengket tanpa kelembutan yang diinginkan.

4. Melewatkan Proses Perendaman

Beras ketan memiliki tekstur yang lebih padat dibandingkan beras biasa sehingga memerlukan waktu perendaman agar seratnya melunak sebelum terkena panas. Tanpa perendaman, waktu memasak akan menjadi jauh lebih lama dan sering kali kematangannya tidak merata hingga ke bagian dalam.

5. Santan Dimasukkan Terlalu Awal atau Tanpa Garam

Memasak santan terlalu lama sejak awal proses perebusan dapat menyebabkan lemak santan pecah dan tekstur bubur menjadi berminyak. Selain itu, melewatkan penggunaan garam akan membuat rasa manis dari gula merah terasa hambar tanpa adanya sentuhan gurih yang menyeimbangkan rasa.

Manfaat Mengonsumsi Bubur Beras Ketan

Mengonsumsi bubur beras ketan ternyata memberikan berbagai dampak positif bagi kesehatan tubuh selain rasanya yang memanjakan lidah. Berikut adalah beberapa manfaat yang bisa didapatkan

Sumber Energi yang Cukup

Menurut Jurnal Agroekoteknologi, beras ketan putih mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi sebesar 78,4%. Adanya kandungan ini mampu memberikan pasokan energi instan untuk mendukung aktivitas sehari-hari tanpa membuat perut terasa cepat lapar.

Membantu Menjaga Kesehatan Pencernaan

Kandungan serat alami di dalam beras ketan bermanfaat untuk melancarkan proses metabolisme tubuh serta membantu memelihara fungsi sistem pencernaan agar tetap bekerja dengan optimal.

Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

Studi dari STIKES Al-Fath menyebutkan bahwa beras ketan mengandung mineral penting seperti zinc dan vitamin B. Adanya kandungan mineral ini memiliki peran penting dalam memperkuat sistem imun sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit atau kelelahan.

Mendukung Kesehatan Tulang

Terakhir, mengonsumsi beras ketan setiap hari bisa membantu menjaga kepadatan tulang. Hal ini karena adanya kandungan magnesium dan fosfor yang terdapat dalam butiran ketan, sehingga sangat baik dikonsumsi sebagai menu nutrisi tambahan bagi segala usia.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Mengapa beras ketan harus direndam terlebih dahulu sebelum dimasak?

Pastikan santan dimasak sampai benar-benar mendidih sempurna dan gunakan peralatan masak yang bersih serta kering agar bubur tetap awet selama seharian.

2. Bagaimana cara agar bubur ketan tidak cepat basi?

Pastikan santan dimasak sampai benar-benar mendidih sempurna dan gunakan peralatan masak yang bersih serta kering agar bubur tetap awet selama seharian.

3. Kapan waktu terbaik memasukkan gula merah ke dalam bubur?

Gula merah sebaiknya dimasukkan saat beras ketan sudah benar-benar lunak dan matang agar proses pengempukan beras tidak terhambat oleh sifat manis gula.

4. Bagaimana cara bubur ketan memiliki tekstur yang kental dan legit?

Gunakan perbandingan air yang tepat, serta terus lakukan pengadukan secara konsisten selama proses memasak agar pati dalam ketan keluar dan menghasilkan tekstur yang kental alami.

5. Apakah boleh mencampur beras ketan dengan sedikit beras biasa?

Pencampuran ini diperbolehkan untuk mendapatkan tekstur bubur yang sedikit lebih lembut dan tidak terlalu lengket, tergantung pada selera tekstur yang diinginkan.

closecheck

Thanks For Rating!

Terima kasih sudah membantu banyak orang dengan ratingmu

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |