10 Rekomendasi Sop di Jogja 2026, dari Kuah Merah Legendaris hingga Buntut Sapi Lezat

3 days ago 15

Liputan6.com, Jakarta - Yogyakarta memang sudah lama identik dengan gudeg, bakpia, dan angkringan. Namun di balik deretan kuliner ikonik itu, ada satu hidangan yang justru paling sering dicari warga lokal saat cuaca mendung atau tubuh terasa kurang fit: sop. Seporsi sop dengan kuah bening hangat, rempah yang meresap, dan pilihan daging berlimpah memiliki daya pikat tersendiri yang sulit dilawan. Di Jogja, ragam sop yang tersedia jauh lebih kaya dari yang dibayangkan.

Uniknya, banyak dari tempat terbaik ini justru bersembunyi di lokasi yang tidak terduga: di lantai dua sebuah pasar tradisional, di sudut gang kawasan Tegalrejo, atau di tepi jalan menuju lereng Gunung Merapi. Panduan ini hadir untuk membantumu menjelajahi 10 rekomendasi sop di Jogja yang enak dan wajib dicoba.

1. Sop Merah

Berdiri sejak 1993 di Jalan Sorogenen No.2, Umbulharjo, Sop Merah adalah warung yang namanya hampir selalu muncul pertama kali dalam setiap percakapan soal sop di Jogja. Kuahnya berwarna merah pekat dari pasta cabai pilihan, menghasilkan rasa gurih-pedas yang adiktif. Kamu bebas memilih sendiri isian mangkukmu, dari paha, sayap, usus, ceker, hingga kepala ayam, sebelum semuanya dimasak di depanmu. Tersedia juga pilihan Sop Putih bagi yang tidak terlalu tahan pedas.

Buka setiap hari mulai pukul 09.30 hingga 21.30 WIB, warung ini paling ramai saat jam makan malam sehingga antrean mengular adalah pemandangan biasa. Harganya sangat terjangkau, berkisar Rp15.000-30.000 per mangkuk tergantung isian yang dipilih. Satu catatan: parkir kendaraan roda empat sangat terbatas karena lokasi berada di sudut pertigaan yang sibuk, sehingga datang dengan motor atau ojek online adalah pilihan terbaik.

2. Cokro Sop Buntut dan Ayam Goreng

Berlokasi di Jalan HOS Cokroaminoto No.161, Tegalrejo, Cokro Sop Buntut dan Ayam Goreng telah lama menjadi bagian dari sejarah kuliner Yogyakarta. Dua menu andalannya saling melengkapi sempurna: sop buntut berkuah bening dengan daging empuk lepas dari tulang, serta ayam goreng kampung berbumbu rempah yang meresap hingga ke dalam. Kaldunya terkenal dimasak tanpa MSG, mengandalkan sepenuhnya kekayaan rempah alami yang dimasak perlahan.

Buka setiap hari pukul 09.00-20.00 WIB, warung ini selalu penuh terutama saat jam makan siang. Harga sop buntut berkisar Rp36.000-49.000 sedikit lebih tinggi dari warung kebanyakan, namun sebanding dengan kualitas yang konsisten dan porsi yang memuaskan. Tahu goreng lembutnya juga sering mendapat pujian tersendiri dari pengunjung dan sangat direkomendasikan sebagai pelengkap.

3. Pakualaman Oxtail Soup

Ada di Jalan Bausasran No.50, kawasan Pakualaman yang sarat nilai historis, Pakualaman Oxtail Soup adalah warung yang diam-diam memenangkan hati siapa pun yang pertama mencobanya. Tempatnya kecil dengan perabot lama yang memancarkan nostalgia kuat. Sop buntutnya berkuah bening segar dengan daging empuk tanpa bau amis, disajikan dengan harga yang sangat terjangkau di kisaran Rp25.000-45.000.

Selain sop buntut, menu Iga Gongso juga banyak direkomendasikan pengunjung setia sebagai hidden gem yang sayang untuk dilewatkan. Warung buka setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB. Karena parkir mobil cukup terbatas, datang dengan motor atau ojek online akan membuat kunjunganmu jauh lebih nyaman.

4. Sop Buntut Pak Sugeng

Bersebelahan dengan Cokro di Jalan HOS Cokroaminoto No.185, Tegalrejo, 'Sop Buntut Pak Sugeng' punya identitas yang sangat kuat: ia masih memasak menggunakan tungku dan arang, bukan kompor gas. Proses tradisional ini menghasilkan kaldu yang lebih kaya, aroma lebih dalam, dan cita rasa yang sulit ditiru. Menu beragam tersedia mulai dari sop buntut, iga, kikil, hingga sumsum, dengan harga mulai Rp15.000 hingga Rp40.000.

Warung buka setiap hari mulai pukul 09.00-21.00 WIB, kecuali tutup setiap Jumat. Pelayanannya terkenal cepat meski selalu ramai. Bagi yang baru pertama ke Jogja dan ingin mencicipi sop buntut dengan cita rasa paling autentik dan tradisional, Pak Sugeng adalah pilihan yang hampir tidak pernah mengecewakan.

5. Pak Min Klaten Chicken Soup

Pertama dibuka di Klaten pada era 1960-an, Sop Ayam Pak Min Klaten kini tersebar di belasan cabang di seluruh Yogyakarta, salah satunya di Jalan Mataram, Danurejan. Kuah beningnya ringan namun sarat rempah, terasa seperti masakan rumah yang selalu dirindukan. Kamu bebas memilih bagian ayam favoritmu, lalu lengkapi dengan perkedel kentang dan sate telur puyuh untuk sarapan yang sempurna.

Buka setiap hari mulai pukul 06.00-20.00 WIB, Pak Min Klaten adalah pilihan sarapan terfavorit lintas kalangan di Jogja. Harganya menjadi daya tarik tersendiri: mulai Rp8.000 untuk semangkuk sop, atau Rp20.000-25.000 untuk versi komplit dengan nasi dan lauk tambahan. Untuk lokasi terdekat, cukup ketik "Sop Pak Min Klaten" di Google Maps dan pilih cabang yang paling dekat.

6. Sop Sapi Minarwati

Di antara semua rekomendasi dalam daftar ini, Sop Sapi Minarwati adalah yang paling tersembunyi secara harfiah, berada di lantai dua Pasar Kranggan, Jalan Pangeran Diponegoro, Jetis. Keunikannya terletak pada penggunaan 'minyak samin' dan aroma cengkeh yang kuat, menghasilkan profil rasa perpaduan sop bening Jawa dan Soto Betawi yang sangat khas. Hanya Rp25.000-27.000 per porsi, sudah termasuk nasi dengan porsi daging yang generous.

Buka setiap hari pukul 08.00-21.00 WIB, namun pengunjung tetap menyarankan untuk datang sekitar pukul 08.30 agar mendapatkan pilihan lauk yang lebih lengkap. Fakta menariknya warung ini ternyata juga memiliki cabang di kawasan Cipete, Jakarta.

7. Sop dan Soto Khas Jakarta "Pak Edi"

Bagi yang kangen cita rasa Jakarta, Sop dan Soto Khas Jakarta "Pak Edi" di Jalan Affandi/Deresan I, Caturtunggal, Depok, Sleman, hadir sebagai jawabannya. Warung ini menyajikan sop dan soto bergaya Betawi dengan kuah berlemak ringan, bersantan, serta perpaduan kentang dan tomat yang khas. Profil rasanya lebih gurih dan creamy dibanding sop Jogja pada umumnya, cocok untuk yang ingin variasi dari cita rasa lokal.

Keunggulan terbesar Pak Edi adalah jam bukanya yang sangat panjang setiap hari pukul 10.00 hingga 23.30 WIB. Harga berkisar Rp20.000-40.000, sangat sesuai untuk makan malam larut setelah seharian berwisata. Lokasinya di area Gejayan yang ramai kampus menjadikan suasana makannya selalu hidup dan penuh energi.

8. Soto Ayam dan Soto Sapi Pak Nanto

Favorit mahasiswa UGM dan warga Depok-Sleman, Soto Pak Nanto di kawasan Karang Wuni, Selokan Mataram, dikenal dengan sajian cepat, porsi mengenyangkan, dan harga yang sangat bersahabat. Soto beningnya khas Yogyakarta yang ringan namun kaya rempah, dengan ayam suwir besar-besar. Pilihan lauk tambahan seperti sate tempe dan perkedel melengkapi mangkuk menjadi makan yang benar-benar memuaskan, semua di kisaran Rp10.000-25.000.

Buka setiap hari mulai pukul 06.30-22.00 WIB, pesanan biasanya datang dalam waktu kurang dari tiga menit. Warung ini juga menjadi salah satu pilihan sarapan terfavorit di kawasan Depok-Sleman sebelum memulai aktivitas harian.

9. Warung Sop Serasa

Sedikit lebih jauh di Jalan Pandanaran, Pakem, Sleman, Warung Sop Serasa hadir sebagai destinasi kuliner yang layak dijadikan tujuan perjalanan tersendiri. Signature dish-nya adalah Sop Iga Bakar: iga sapi dibakar hingga karamelisasi sempurna, lalu disajikan dalam kuah segar berisi kentang dan wortel, dengan harga terjangkau di kisaran Rp25.000-60.000. Hasilnya adalah kontras rasa yang harmonis dan selalu memuaskan.

Buka setiap hari pukul 10.00-21.00 WIB, warung ini memiliki lahan parkir yang cukup luas. Lokasinya di jalur utama menuju Kaliurang menjadikannya titik singgah sempurna saat wisata alam. Satu saran: hindari akhir pekan di jam makan siang karena bisa sangat penuh dan pelayanan melambat.

10. Sop Buntut Bu Menuk's Kedai

Di Jalan Kaliurang No.7-8, Ngaglik, Sleman, Sop Buntut Bu Menuk's Kedai menawarkan pengalaman menikmati buntut sapi dalam tiga cara sekaligus: kuah bening klasik, goreng renyah, dan bakar karamelisasi. Setiap porsi selalu terdiri dari tiga potongan buntut besar dengan daging yang benar-benar lepas dari tulang, dihargai di kisaran Rp40.000–80.000. Rating 4.6 dari lebih dari 1.700 ulasan membuktikan konsistensi kualitasnya.

Yang benar-benar membedakan Bu Menuk adalah sambal hijau khasnya yang sudah berstatus legenda di kalangan pelanggan setia, segar, pedas intens, dan mampu meningkatkan cita rasa setiap suapan secara signifikan. Buka Senin-Kamis dan Sabtu-Minggu mulai pukul 11.00-22.00 WIB, dengan catatan hari Jumat baru buka pukul 13.00. Bu Menuk juga memiliki cabang kedua yang lebih besar di kawasan UGM.

Pertanyaan dan Jawaban

1. Di mana tempat makan sop di Jogja yang paling legendaris dan sudah lama berdiri?

Sop Ayam Pak Min Klaten adalah yang paling tua, sudah berdiri sejak era 1960-an dan kini memiliki belasan cabang di seluruh Yogyakarta. Untuk sop buntut, Cokro Sop Buntut dan Sop Buntut Pak Sugeng di Jalan HOS Cokroaminoto sudah lama menjadi institusi kuliner Jogja dengan pelanggan setia lintas generasi.

2. Mana rekomendasi sop di Jogja yang paling murah dan cocok untuk wisatawan dengan budget terbatas?

Sop Ayam Pak Min Klaten menawarkan harga paling terjangkau mulai Rp8.000 per mangkuk, disusul Sop Sapi Minarwati di Pasar Kranggan seharga Rp25.000–27.000 sudah termasuk nasi. Keduanya memberikan nilai terbaik untuk harganya dan konsisten mendapat ulasan positif dari pengunjung.

3. Apakah ada tempat makan sop di Jogja yang buka hingga malam atau dini hari?

Ya. Sop dan Soto Khas Jakarta "Pak Edi" di kawasan Gejayan buka paling larut, hingga pukul 23.30 WIB setiap harinya. Soto Pak Nanto dan Sop Buntut Bu Menuk's Kedai juga buka hingga pukul 22.00 WIB, cocok untuk makan malam setelah aktivitas seharian.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |