Versace Tunjuk Pieter Mulier Sebagai Direktur Kreatif Baru, Diadang Tugas Pulihkan Citra

1 month ago 68

Liputan6.com, Jakarta - Kursi kosong Direktur Kreatif Versace akhirnya diisi Pieter Mulier yang sebelumnya sukses menangani Alaia sejak 2021. Desainer asal Belgia itu menjadi direktur kreatif pertama rumah mode tersebut sejak pendirinya, Azzedine Alaia, meninggal dunia pada 2017.

Pengangkatan Mulier akan berlaku efektif mulai 1 Juli 2026. Ia akan melapor kepada ketua Versace dan pewaris Prada Group, Lorenzo Bertelli.

"Ketika kami mempertimbangkan akuisisi Versace, kami mengidentifikasi Pieter Mulier sebagai orang yang tepat untuk merek ini," kata Bertelli dalam sebuah pernyataan, dikutip dari British Vogue, Jumat (6/2/2025).

"Kami percaya bahwa ia benar-benar dapat membuka potensi penuh Versace dan bahwa ia akan mampu terlibat dalam dialog yang bermanfaat dengan warisan kuat merek ini. Kami sangat antusias untuk memulai perjalanan ini bersama."

Mulier mengisi posisi yang ditinggalkan Dario Vitale, yang menjabat sebagai direktur kreatif Versace kurang dari setahun. Vitale diangkat ke posisi tersebut pada Maret 2025, tepat sebelum kesepakatan Prada diumumkan pada April 2025. Ia menampilkan satu koleksi sebelum pergi pada 12 Desember 2025.

Dengan jabatan tersebut, Mulier akan bertanggung jawab atas pemulihan Versace. Tingkat penjualan merek itu menurun drastis. Pada tahun fiskal 2025, pendapatan Versace menurun 15 persen menjadi USD 193 juta.

Selain itu, identitas mereka itu memudar di bawah kepemilikan sebelumnya, Capri yang berbasis di AS. Tetrapi di bawah kepemilikan Prada Group yang notabene adalah perusahaan Italia, sejumlah analis meyakini Versace memiliki pengakuan merek dan kedekatan yang cukup untuk berkembang.

Kiprah Pieter Mulier di Industri Fesyen

Mulier merupakan lulusan arsitektur dari Institut Saint-Luc di Brussels, Belgia. Bakatnya ditemukan sesama desainer Belgia - dan Direktur Kreatif Prada saat ini - Raf Simons pada penjurian kelulusan pada 2023.

Mulier lalu mengasah kemampuan merancangnya di label milik Simons, sebelum menjadi tangan kanannya di beberapa penunjukan direktur kreatif, termasuk Jil Sander (2005-2012) dan Christian Dior (2012-2015). Ketika Simons dipekerjakan sebagai kepala petugas kreatif di Calvin Klein pada 2016, Mulier menjabat sebagai direktur kreatif global.

Desainer itu juga berpengalaman dalam menghidupkan kembali merek yang signifikan secara budaya, tetapi menghadapi tantangan komersial. Sambil menghormati mendiang pendiri Alaïa, Mulier meluncurkan era baru yang kontemporer untuk label tersebut.

Ia menghadirkan koleksi yang mendapat pujian kritis dan produk-produk viral yang sukses secara komersial untuk meningkatkan keuntungan, mulai dari sepatu balet jala yang laris terjual, item unggulan bagi pencari barang mode sepanjang 2024--2025, hingga tas ikonis Le Teckel.

Prestasi Pieter Mulier Pulihkan Alaia

Pemilik Alaïa, Richemont, tidak merinci pendapatan merek, tetapi penjualan grup tumbuh 11 persen dari tahun ke tahun pada kurs tetap menjadi 6,4 miliar euro pada kuartal ketiga tahun fiskal 2025, yang berakhir pada 31 Desember 2025. Angka itu melampaui ekspektasi konsensus sebesar 8 persen.Dengan pengalaman yang luas di merek-merek besar, Mulier mungkin sangat siap untuk menavigasi intrik Versace dan Grup Prada.

Tetapi, kepindahan desainer Alaïa ke Versace juga membuka lowongan direktur kreatif lainnya setelah lebih dari setahun terjadi efek domino berupa perekrutan dan kepergian. Sekitar empat bulan sebelumnya, Hermes juga mengumumkan suksesor Veronique Nichania yang mengundurkan diri setelah 37 tahun mengabdi.

Tepat pada Selasa, 21 Oktober 2025, Grace Wales Bonner diumumkan akan menjabat sebagai direktur kreatif baru untuk lini koleksi busana pria Hermes. Desainer asal Inggris berusia 35 tahun itu dikenal akan keaktifannya mengelola merek pakaian pria dengan namanya sendiri pada 2014.

Wales Bonner juga lama berkolaborasi dengan Adidas. Ia dikabarkan akan melanjutkan merek miliknya di sampping perannya di Hermes.

"Saya sangat senang menyambut Grace ke dalam keluarga direktur artistik Hermès. Pandangannya terhadap mode, kerajinan, dan budaya kontemporer akan berkontribusi dalam membentuk gaya busana pria Hermès, memadukan warisan rumah mode dengan tampilan percaya diri di masa kini," kata Pierre-Alexis Dumas, direktur artistik umum Hermès, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Vogue, Rabu, 22 Oktober 2025.

Ia menyatakan bahwa minat dan keingintahuan Grace terhadap praktik artistik sangat selaras dengan pola pikir dan pendekatan kreatif Hermès. "Kita berada di awal dialog timbal balik yang memperkaya," ujarnya lagi. Wales Bonner rencananya akan mempersembahkan pertunjukan debutnya untuk rumah mode Prancis tersebut pada Januari 2027.

"Saya merasa sangat terhormat dipercaya memegang peran sebagai direktur kreatif busana siap pakai pria Hermès. Merupakan mimpi yang terwujud untuk memulai babak baru ini, mengikuti jejak para pengrajin dan desainer yang terinspirasi," ujar Wales Bonner.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |