Tren Birkin Bangs, Gaya Poni Retro yang Digandrungi It Girl

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Dari segi gaya, Jane Birkin paling dikenal berkat tas ikonis Hermes yang mengusung nama belakangnya. Namun, pengaruhnya terhadap dunia mode, termasuk kecantikan, jauh melampaui aksesori mewah tersebut. Ia dianggap sebagai pelopor estetika kemewahan yang sederhana (effortless luxury).

Menariknya, gaya khas ini tetap bisa ditiru tanpa harus mengandalkan busana mahal. Salah satunya melalui potongan rambut legendarisnya yang kini dikenal sebagai Birkin Bangs, yang menghadirkan kesan natural, ringan, dan mudah dipadukan dengan berbagai gaya.

Gaya poni yang identik dengan citra natural ala Birkin, kembali populer berkat sentuhan nostalgia yang dipadukan dengan interpretasi modern, melansir InStyle, Sabtu, 25 April 2026. Menurut Castillo Bataille, penata rambut sekaligus duta merek Matrix, tren ini turut terdorong oleh pengaruh Jenna Ortega.

"Karakternya di serial Wednesday maupun dalam kehidupan nyata menghadirkan aura dan energi yang ingin dimiliki banyak orang," ujarnya.

Selain Ortega, sejumlah figur publik lain juga turut menghidupkan kembali tren ini. Anne Hathaway dan Dakota Johnson menjadi contoh selebritas yang bereksperimen dengan poni tumpul bertekstur lembut tersebut. 

Bahkan, Dakota Johnson dikenal konsisten mempertahankan gaya ini dalam berbagai penampilannya. Jae-Manuel Cardenas, penata gaya senior di Sally Hershberger NoMad, menilai bahwa 'Dakota Johnson telah menjadi ikon utama untuk poni Birkin karena mampu memadukannya dengan gaya yang terlihat effortless', sehingga menciptakan tampilan yang terasa alami sekaligus elegan.

Mengenal Poni Birkin yang Ikonis

Poni khas Jane Birkin dikenal dengan potongan pendek yang jatuh tepat di atas alis, berpadu dengan ujung yang dibuat lebih tipis sehingga menciptakan kesan ringan dan natural. Menurut penata rambut Castillo Bataille, karakter utama gaya ini terletak pada tampilannya yang tidak terlalu tebal, sehingga terasa lebih fleksibel dibandingkan poni tumpul pada umumnya.

Dalam versi modernnya, potongan ini mengalami penyesuaian tanpa menghilangkan ciri khas utamanya. Panjangnya tidak selalu sependek gaya asli, namun tetap mempertahankan perpaduan antara garis potongan yang lembut dengan tekstur tipis di bagian ujung. Teknik ini memberikan dimensi lebih pada wajah serta menciptakan tampilan yang effortless, menjadikannya mudah dipadukan dengan berbagai gaya rambut dan bentuk wajah.

Poni Birkin Versi Modern yang Lebih Fleksibel

Dalam interpretasi masa kini, gaya poni Birkin hadir dengan sentuhan yang lebih santai. Panjang poni cenderung dibuat sedikit lebih panjang, bahkan sering menyentuh bulu mata, bukan lagi tepat di atas alis. Karakter potongan yang lembut tetap dipertahankan, tetapi dipadukan dengan ujung yang ringan dan bertekstur halus, sehingga menghasilkan kesan natural dan tidak terlalu kaku.

Kembalinya tren ini juga didorong oleh fleksibilitasnya dalam menyesuaikan berbagai kebutuhan. Penata rambut kini tidak lagi menerapkan satu gaya yang sama untuk semua orang, melainkan menyesuaikan potongan sesuai bentuk wajah, ketebalan rambut, serta preferensi penataan masing-masing individu.

Pada beberapa tampilan, poni dibuat sedikit terbelah agar menyatu dengan layer yang membingkai wajah. Sementara pada gaya lain, potongan dibuat lebih penuh namun tetap diberi ruang agar tidak terlihat berat. Pendekatan ini membuat poni Birkin terasa lebih adaptif, modern, dan relevan untuk berbagai gaya personal.

Siapa yang Cocok Mencoba Poni Birkin?

Menurut Bataille, gaya ini memang terlihat paling natural pada rambut yang tipis dan lurus karena jatuhnya lebih ringan dan mudah dibentuk. Namun, bukan berarti tekstur lain tidak cocok. Poni ini tetap bisa diaplikasikan pada rambut bergelombang atau lebih tebal dengan teknik pemotongan yang disesuaikan, sehingga tetap menghasilkan kesan lembut dan effortless yang menjadi ciri khasnya.

Bagi yang ingin mencoba dari awal, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar hasilnya optimal. Disarankan untuk memulai dengan panjang yang sedikit lebih panjang dari perkiraan awal. Langkah ini penting untuk menghindari hasil akhir yang terlalu pendek atau mengembang, terutama pada rambut yang memiliki volume alami. Setelah itu, penata rambut dapat menyesuaikan kembali panjang dan tekstur sesuai kebutuhan hingga mendapatkan bentuk yang paling sesuai dengan wajah.

Cara Menata Poni Birkin agar Tetap Natural

Menata poni khas Jane Birkin tidak memerlukan teknik yang rumit, namun tetap membutuhkan perhatian pada detail agar hasilnya terlihat effortless. Bataille menyarankan penggunaan sikat bulat saat mengeringkan rambut, dipadukan dengan mousse seperti Matrix Setter Mousse dalam jumlah secukupnya. Produk ini membantu menjaga bentuk poni tetap pada tempatnya tanpa membuatnya terlihat kaku, sehingga menghasilkan tampilan yang ringan dan santai.

Selain itu, penting untuk menghindari penataan yang terlalu melengkung atau mengembang. Menurut Jae-Manuel Cardenas, poni sebaiknya tetap jatuh lurus agar mempertahankan karakter aslinya. Jika ditata terlalu bulat, hasilnya justru akan terlihat seperti gaya poni yang berbeda dan kehilangan kesan khas Birkin yang sederhana.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |