- Mengapa kolang-kaling sering terasa kecut dan berlendir?
- Bagaimana cara menghilangkan lendir pada kolang-kaling secara efektif?
- Apakah air cucian beras benar-benar ampuh untuk kolang-kaling?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling sangat penting diketahui, terutama bagi Anda yang sering mengolah bahan ini untuk menu takjil, kolak, atau minuman segar. Banyak orang mengeluhkan kolang kaling yang masih berbau asam atau terasa kecut meskipun sudah dicuci berkali-kali.
Rasa kecut pada kolang kaling sebenarnya wajar karena proses fermentasi alami saat penyimpanan. Namun, jika tidak diolah dengan benar, rasa asam tersebut bisa mengganggu cita rasa makanan. Bahkan, aroma yang terlalu menyengat bisa membuat hidangan menjadi kurang menggugah selera.
Karena itu, memahami tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling akan membantu Anda mendapatkan hasil olahan yang lebih enak, higienis, dan tahan lama. Artikel ini akan membahas penyebab rasa kecut, cara mengatasinya secara efektif, serta tips penyimpanan agar kolang kaling tetap segar. Berikut ulasan Liputan6.com pada Senin (23/2/2026) dilansir dari berbagai sumber.
1. Pencucian Awal dan Perendaman Kolang-Kaling yang Optimal
Langkah pertama yang krusial untuk tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling adalah memastikan kebersihannya secara menyeluruh. Kolang-kaling yang baru dibeli seringkali masih diselimuti lendir dan sisa-sisa getah yang menjadi penyebab utama rasa asam. Oleh karena itu, pencucian awal yang benar sangat menentukan keberhasilan proses selanjutnya.
Mulailah dengan mencuci kolang-kaling di bawah air mengalir beberapa kali. Saat mencuci, remas-remas kolang-kaling dengan lembut menggunakan tangan. Gerakan meremas ini bertujuan untuk membantu melepaskan lendir yang menempel kuat pada permukaan buah. Lakukan proses ini hingga Anda merasa lendir sudah berkurang signifikan dan air bilasan tampak lebih jernih.
Setelah pencucian awal, lanjutkan dengan perendaman dalam air bersih. Rendam kolang-kaling selama beberapa jam, atau bahkan semalaman, untuk mengurangi kadar asamnya secara bertahap. Penting untuk mengganti air rendaman secara berkala, setidaknya dua hingga tiga kali, guna memastikan asam dan lendir yang terlepas tidak kembali terserap oleh kolang-kaling. Proses perendaman ini adalah fondasi penting dalam tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling.
2. Manfaatkan Air Cucian Beras untuk Kolang-Kaling Bebas Asam
Salah satu rahasia turun-temurun dalam mengolah kolang-kaling adalah memanfaatkan air cucian beras, atau yang sering disebut air tajin. Air cucian beras dikenal memiliki sifat alami yang efektif untuk menghilangkan bau asam dan lendir pada kolang-kaling. Ini adalah tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling yang patut dicoba karena keefektifannya.
Setelah kolang-kaling dicuci bersih dari lendir awal, rendamlah dalam air cucian beras. Durasi perendaman bisa bervariasi, mulai dari 30 menit hingga dua jam, tergantung seberapa kuat rasa asam yang ingin dihilangkan. Pastikan seluruh bagian kolang-kaling terendam sempurna dalam air cucian beras untuk hasil yang maksimal.
Setelah proses perendaman selesai, jangan lupa untuk membilas kembali kolang-kaling dengan air bersih mengalir. Pembilasan ini penting untuk menghilangkan sisa-sisa air cucian beras dan memastikan kolang-kaling benar-benar bersih sebelum diolah lebih lanjut. Penggunaan air cucian beras adalah metode alami yang sangat direkomendasikan dalam tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling.
3. Teknik Perebusan Berulang yang Efektif Menghilangkan Getah
Perebusan berulang adalah metode yang sangat efektif untuk memastikan kolang-kaling benar-benar bebas dari getah dan rasa asam yang membandel. Ini merupakan bagian integral dari tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling yang tidak boleh dilewatkan. Proses ini akan membantu melembutkan tekstur kolang-kaling sekaligus membersihkannya secara mendalam.
Pada perebusan pertama, masukkan kolang-kaling ke dalam air mendidih dan rebus selama kurang lebih 15 menit. Perebusan awal ini berfungsi untuk mengeluarkan getah dan sebagian besar sisa asam yang masih ada. Anda mungkin akan melihat buih-buih kotor muncul di permukaan air, itu adalah tanda bahwa getah dan kotoran sedang terlepas.
Setelah perebusan pertama selesai, tiriskan kolang-kaling dan buang air rebusan yang kotor. Ganti dengan air bersih yang baru, lalu rebus kembali kolang-kaling. Mulailah perebusan kedua dari air dingin hingga mendidih dan kolang-kaling menjadi empuk sempurna. Teknik perebusan dua kali ini adalah cara ampuh untuk mendapatkan kolang-kaling yang bersih, empuk, dan bebas rasa kecut.
4. Sentuhan Bahan Aromatik dan Pemanis untuk Kolang-Kaling Lebih Sedap
Selain menghilangkan rasa kecut, Anda juga bisa meningkatkan cita rasa kolang-kaling dengan menambahkan bahan aromatik dan pemanis saat perebusan. Ini adalah tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling sekaligus memperkaya aromanya. Penambahan bahan-bahan ini akan membuat kolang-kaling lebih siap untuk diolah menjadi hidangan penutup yang lezat.
Saat merebus kolang-kaling untuk kedua kalinya, tambahkan gula secukupnya. Gula tidak hanya memberikan rasa manis yang pas, tetapi juga berfungsi sebagai pengawet alami dan membantu menetralkan sisa-sisa rasa asam. Jumlah gula bisa disesuaikan dengan tingkat kemanisan yang Anda inginkan, namun pastikan tidak terlalu banyak agar rasa alami kolang-kaling tetap terasa.
Untuk aroma yang lebih menggugah selera, sertakan rempah-rempah aromatik seperti daun pandan, daun jeruk, atau bahkan sebatang kayu manis ke dalam air rebusan. Bahan-bahan ini akan mengeluarkan aroma harum yang dapat menutupi bau asam yang mungkin masih samar dan memberikan dimensi rasa yang lebih kompleks pada kolang-kaling Anda. Kombinasi gula dan rempah adalah kunci dalam tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling yang lezat.
5. Alternatif Perendaman dengan Bahan Alami Lainnya
Jika Anda mencari alternatif lain untuk menghilangkan rasa kecut dan bau tak sedap pada kolang-kaling, beberapa bahan alami juga bisa dimanfaatkan. Tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling ini menawarkan variasi metode yang bisa disesuaikan dengan ketersediaan bahan di dapur Anda.
Salah satu metode yang cukup populer adalah merendam kolang-kaling dalam air garam. Campurkan garam secukupnya ke dalam air bersih, lalu rendam kolang-kaling selama 1 hingga 2 jam. Garam memiliki kemampuan untuk menarik keluar sisa-sisa asam dari buah, sehingga kolang-kaling menjadi lebih netral rasanya. Setelah perendaman, bilas bersih kolang-kaling sebelum diolah.
Pilihan lain yang menarik adalah merendam kolang-kaling dalam air kelapa. Air kelapa dikenal dapat membantu menghilangkan rasa asam dan bau tak sedap, sekaligus memberikan sedikit sentuhan rasa gurih alami pada kolang-kaling. Rendam selama beberapa jam, kemudian bilas bersih. Dengan berbagai tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling ini, Anda tak perlu khawatir lagi akan hasil olahan kolang-kaling yang kurang sempurna.
Dengan menerapkan berbagai tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling di atas, Anda akan mendapatkan kolang-kaling yang tidak hanya empuk dan bebas asam, tetapi juga lebih bening dan siap diolah menjadi berbagai hidangan manis favorit keluarga. Baik itu kolak, manisan, atau campuran es buah, kolang-kaling Anda akan menjadi bintang utama dalam setiap sajian.
Tips Penyimpanan agar Tidak Kecut Lagi
Selain menghilangkan rasa asam, penyimpanan yang tepat juga penting agar kolang kaling tidak kembali kecut.
Berikut beberapa tipsnya:
- Simpan dalam wadah terbuka atau berlubang kecil
- Ganti air rendaman setiap hari
- Simpan di dalam kulkas
- Jangan merendam terlalu lama tanpa diganti air
Dengan penyimpanan yang baik, hasil dari tips hilangkan rasa kecut pada kolang kaling bisa bertahan lebih lama.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Mengapa kolang-kaling sering terasa kecut dan berlendir?
Rasa kecut dan lendir pada kolang-kaling disebabkan oleh sisa getah dan asam alami yang masih menempel pada buah setelah proses panen dan pengolahan awal.
2. Bagaimana cara menghilangkan lendir pada kolang-kaling secara efektif?
Lendir dapat dihilangkan dengan mencuci kolang-kaling di bawah air mengalir sambil diremas-remas lembut, kemudian direndam dalam air bersih atau air cucian beras.
3. Apakah air cucian beras benar-benar ampuh untuk kolang-kaling?
Ya, air cucian beras dikenal efektif menghilangkan bau asam dan lendir pada kolang-kaling karena sifat alaminya yang mampu menetralkan zat-zat tersebut.
4. Berapa kali sebaiknya kolang-kaling direbus untuk hasil terbaik?
Disarankan untuk merebus kolang-kaling dua kali. Perebusan pertama untuk mengeluarkan getah, dan perebusan kedua hingga empuk sempurna, seringkali dengan tambahan gula dan rempah.
5. Bagaimana cara menyimpan kolang kaling agar tidak kecut lagi?
Simpan di kulkas dan ganti air rendaman setiap hari.

:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5510937/original/085753700_1771844665-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_11.38.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511017/original/062525300_1771855074-andrew.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510733/original/053916700_1771837198-Gemini_Generated_Image_vtpiyuvtpiyuvtpi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484733/original/035361900_1769483129-banane_baru_digoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510367/original/068622000_1771826943-WhatsApp_Image_2026-02-22_at_13.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510596/original/003932100_1771832535-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510887/original/095725800_1771842183-Gemini_Generated_Image_jy8pc7jy8pc7jy8p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5044837/original/084570700_1733891267-Desain_tanpa_judul_-_2024-12-11T110951.443.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472482/original/096114800_1768367502-Gemini_Generated_Image_qf2l7qqf2l7qqf2l.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510802/original/095243300_1771839977-Buka_Puasa_Anak_Kos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510602/original/013628000_1771832564-butter_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500637/original/009964000_1770872557-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723091/original/022901400_1705917470-000_34G49R7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468196/original/011764900_1767943552-Es_Teko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/848281/original/010816800_1428658095-063308100_1426002952-rumah_di_maria_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/975038/original/008493200_1441187509-1_jogjareview_net.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510585/original/041863400_1771832467-cropped-051ecd4f-9ab2-4a61-b20c-16306893845d.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510403/original/008108600_1771827704-Untitled_design__12_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510491/original/076999700_1771829931-coffeenatics.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4771372/original/054207300_1710334471-20240313-Pasar_Takjil_Benhil-HER_5.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)