Tim Luka, Makan, Cinta Ungkap Rahasia Sajikan Kuliner Indonesia ala Fine Dining di Serialnya

12 hours ago 4

Liputan6.com, Jakarta - Pertengahan April lalu, Netflix merilis serial terbaru yang disutradarai oleh Teddy Soeria Atmadja. Ceritanya berpusat pada para chef di restoran Umah Rasa yang menghadirkan sajian kuliner Indonesia. 

Rupanya, ada cerita menarik di balik pemilihan makanan ini. Dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu, sang sutradara mengungkapkan alasannya menghadirkan sajian sate Maranggi, getuk lindri, es pisang ijo, hingga lontong balap dalam serial garapannya.

"Inspirasi (menunya) bukan diambil dari restoran tertentu, tapi makanan yang saya suka makan. Makanan yang biasa saya makan," kata Teddy dalam konferensi pers. Meski begitu, ia memastikan bahwa penyajiannya tak dilakukan dengan asal-asalan. 

Dalam keterangaan tertulis yang diterima Liputan6.com, presentasi hidangan di serial ini digarap serius sejak masa pra produksi dengan menggandeng kalangan profesional di industri kuliner. 

“Makanan-makanan Umah Rasa sebenarnya adalah masakan rumahan Indonesia tetapi kami ingin menampilkannya dengan lebih artistik dan menarik. Ini merupakan hasil kolaborasi departemen artistik dengan food stylist Greg dan food designer Trio Chandra Purbasiwi,” kata Teddy.

Seperti apa penyajian kuliner Nusantara di Umah Rasa dalam Luka Makan Cinta?

1. Lontong Balap

Lontong balap merupakan salah satu makanan tradisional khas kota Surabaya yang dikenal mulai tahun 1920-an. Seperti resep aslinya, lontong balap di serial ini tetap menggunakan bahan-bahan seperti lontong, tauge, tahu, lentho, kecap manis, dan sambal petis.

Nah, plot twist dalam sajian di Umah Rasa ada di penambahan satu bahan pembeda, yakni kerang biru bakar. Di serial aslinya, inilah "senjata yang membuat banyak tamu kembali dan kembali lagi.

2. Lobster Sambal Matah Kecombrang

Hidangan ini menandai kolaborasi pertama antara Luka dan Dennis yang tadinya selalu bersitegang di dapur. Lobster yang dimarinasi dengan madu dan bumbu woku dibakar dan disajikan dengan sambal menyegarkan dan beraroma khas bunga kecombrang.

Menurut Chandra, sambal matah kecombrang di sajian ini terinspirasi dari sambal bongkot Bali yang memiliki rasa pedas gurih dan pedas.

3. Beef Maranggi

Warga Jawa Barat pastinya sudah tak asing dengan hidangan sate maranggi. Masakan khas Sunda ini memiliki ciri khas bumbu maranggi yang didominasi antara lain oleh ketumbar, lengkuas, gula aren, dan air asam jawa.

Di Umah Rasa, hidangan tersebut diinterpretasi menjadi Beef Maranggi. Daging sapi dimarinasi dengan bumbu maranggi yang kemudian dipanggang. Hidangannya dilengkapi dengan kentang yang digoreng atau dipanggang hingga berwarna keemasan serta sambal bawang.

4. Pisang Ijo

Hidangan penutup khas Makassar disajikan dengan tampilan berbeda. Alih-alih es serut tradisional, hadir granita yang berwujud semi-beku dan bertekstur kasar.

Pisang Ijo dilengkapi dengan espuma (busa ringan dan padat) dan gelato berbahan kelapa, serta Milo soil yang dibuat dengan cara dipanggang kemudian dikeringkan hingga bertekstur remah.

Tentang Luka, Makan, Cinta

Serial Luka, Makan, Cinta mengisahkan tentang Luka (Mawar de Jongh) yang telah lama bekerja sebagai sous chef di bawah ibunya, Sari (Sha Ine Febriyanti), di restoran yang didirikan sang bunda, Umah Rasa. 

Luka sudah lama yakin bahwa suatu saat nanti ia akan menggantikan posisi Sari sebagai head chef. Saat regenerasi akhirnya terjadi, betapa kagetnya Luka, karena yang ditunjuk untuk mengisi posisi tersebut adalah Dennis (Deva Mahenra). 

Ketegangan di dapur terjadi antara Dennis dan Luka, ditambah sepinya pelanggan Umah Rasa yang mengancam keberlangsungan restoran sekaligus hidup para karyawannya. Di sisi lain, kondisi Sari juga makin mengkhawatirkan. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |