Sunscreen Mineral atau Chemical, Mana yang Lebih Efektif Melindungi Kulit?

13 hours ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Saat ini, penggunaan sunscreen telah menjadi bagian penting dalam rutinitas perawatan kulit. Sebagai langkah terakhir dalam skincare, memahami cara serta waktu yang tepat untuk menggunakan produk dengan kandungan SPF merupakan salah satu langkah paling efektif untuk menjaga kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Melansir Byrdie, Kamis, 12 Maret 2026, tidak semua sunscreen memiliki formula yang sama. Banyaknya pilihan produk di pasaran sering kali membuat konsumen merasa bingung dalam menentukan jenis sunscreen yang paling sesuai dengan kebutuhan kulit mereka.

Salah satu hal yang paling sering menimbulkan kebingungan adalah perbedaan antara sunscreen mineral yang juga dikenal sebagai sunscreen fisik dan sunscreen chemical. Kedua jenis sunscreen itu sama-sama berfungsi melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet (UV).

Namun, keduanya memiliki cara kerja yang berbeda dalam memberikan perlindungan tersebut. Bergantung pada jenis dan warna kulit, salah satu jenis sunscreen mungkin lebih cocok digunakan dibandingkan yang lainnya.

Dokter kulit bersertifikat Corey L. Hartman, MD, dan Hadley King, MD, menjelaskan perbedaan utama antara sunscreen mineral dan sunscreen chemical terletak pada cara keduanya melindungi kulit dari sinar matahari. Sunscreen mineral bekerja dengan membentuk lapisan di permukaan kulit yang berfungsi memantulkan serta menghalangi sinar UV. Jenis sunscreen ini umumnya mengandung bahan aktif seperti seng oksida (zinc oxide) dan titanium dioksida.

Sunscreen Mineral vs. Chemical, Apa Perbedaannya?

Sementara, sunscreen chemical bekerja dengan cara yang berbeda. Formula ini menyerap sinar UV seperti spons, kemudian mengubahnya menjadi panas yang dilepaskan dari kulit. Sunscreen chemical biasanya mengandung bahan aktif seperti oxybenzone, avobenzone, octisalate, octocrylene, homosalate, atau octinoxate.

Sunscreen mineral sering dianggap lebih cocok bagi pemilik kulit sensitif atau kulit yang rentan berjerawat. Namun, teksturnya biasanya lebih kental dibandingkan sunscreen chemical. Selain itu, beberapa produk sunscreen mineral juga dapat meninggalkan lapisan putih pada kulit, terutama pada warna kulit yang lebih gelap.

Sunscreen chemical umumnya memiliki tekstur yang lebih ringan, mudah meresap, dan tidak meninggalkan tampilan putih pada kulit sehingga terasa lebih nyaman digunakan sehari-hari. Karena sifatnya yang transparan, jenis sunscreen ini juga sering menjadi pilihan bagi banyak orang, terutama saat digunakan di bawah riasan. Namun, bahan aktif yang terkandung dalam sunscreen chemical terkadang dapat memicu iritasi pada sebagian orang, terutama bagi mereka yang berkulit sensitif atau rentan berjerawat. 

Kelebihan dan Kekurangan Sunscreen Mineral

Hartman menjelaskan bahwa sunscreen mineral memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya banyak direkomendasikan, terutama bagi pemilik kulit sensitif. Bahan aktif seperti seng oksida (zinc oxide) dan titanium dioksida umumnya dapat ditoleransi dengan baik oleh berbagai jenis kulit sehingga risiko iritasi relatif lebih rendah.

Dari segi perlindungan, sunscreen mineral bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit yang membantu menghalangi sinar matahari. Karena mekanisme ini, beberapa dokter kulit menilai sunscreen mineral berpotensi memberikan perlindungan yang lebih efektif dibandingkan sunscreen chemical.

Meski memiliki berbagai manfaat, sunscreen mineral juga memiliki beberapa kekurangan. Salah satunya adalah teksturnya yang cenderung lebih kental dan terkadang terasa lengket di kulit. Hal ini bisa membuatnya kurang nyaman digunakan, terutama saat dipakai di bawah riasan.

Sunscreen mineral juga dikenal dapat meninggalkan lapisan putih pada kulit, terutama pada warna kulit yang lebih gelap. Namun, perkembangan formula modern kini menghadirkan inovasi baru. Beberapa produk telah menambahkan sedikit warna atau tint untuk membantu menetralkan efek white cast tersebut.

Apa Itu Sunscreen Chemical?

Sunscreen chemical memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya populer digunakan dalam rutinitas perawatan kulit sehari-hari. Salah satu kelebihannya adalah formulanya yang umumnya bening sehingga tidak meninggalkan lapisan putih pada kulit. Hal ini membuat sunscreen chemical sering menjadi pilihan bagi banyak orang, terutama bagi mereka yang menginginkan tampilan kulit yang lebih natural. 

Meski demikian, sunscreen chemical juga memiliki beberapa kekurangan. Karena cara kerjanya dengan menyerap sinar matahari sebelum dilepaskan sebagai panas, beberapa dokter kulit menilai perlindungannya mungkin sedikit kurang optimal dibandingkan sunscreen mineral yang memblokir sinar UV secara langsung.

Pada sebagian individu, terutama yang memiliki kulit sensitif, beberapa bahan aktif dalam formula ini dapat memicu iritasi. Sejumlah penelitian juga menyoroti potensi dampak bahan kimia tertentu dalam sunscreen terhadap lingkungan, khususnya ekosistem laut.

Apakah Sunscreen Mineral Lebih Baik daripada Sunscreen Chemical?

Pertanyaan mengenai apakah sunscreen chemical lebih baik dibandingkan sunscreen chemical sering muncul, terutama karena adanya kekhawatiran terkait potensi dampak lingkungan serta beberapa kasus penarikan produk sunscreen chemical di masa lalu. Hal tersebut membuat sunscreen mineral sering dianggap sebagai pilihan yang lebih aman oleh sebagian orang.

Namun, para dokter kulit menegaskan bahwa tidak ada satu jenis sunscreen yang secara mutlak lebih baik dari yang lain. Pada dasarnya, sunscreen terbaik adalah produk yang benar-benar digunakan secara rutin oleh penggunanya. Pilihan tersebut biasanya bergantung pada berbagai faktor, seperti jenis kulit, warna kulit, kondisi kulit yang rentan berjerawat atau sensitif, hingga preferensi terhadap tekstur produk.

dr. Hartman menekankan bahwa penggunaan sunscreen setiap hari jauh lebih penting dibandingkan memilih jenis tertentu. Menurutnya, perlindungan dari sinar matahari hanya akan efektif jika produk digunakan secara konsisten.

"Terlepas dari jenis sunscreen yang Anda pilih, hal terpenting adalah menggunakannya setiap hari," ujar Hartman. Ia menambahkan bahwa secara pribadi ia lebih menyukai sunscreen mineral karena formulanya bebas bahan kimia tertentu, dinilai lebih ramah lingkungan, serta cenderung berisiko alergi yang lebih rendah.

Menyesuaikan Sunscreen dengan Jenis dan Warna Kulit

Memilih sunscreen yang tepat sebaiknya disesuaikan dengan jenis serta warna kulit. Dokter kulit Hadley King menjelaskan bahwa pemilik kulit berjerawat atau sensitif perlu lebih berhati-hati saat memilih produk sunscreen. Menurutnya, jerawat yang muncul setelah penggunaan sunscreen umumnya disebabkan oleh dua hal, yaitu penyumbatan pori-pori oleh bahan yang bersifat komedogenik atau reaksi sensitivitas terhadap bahan kimia yang berfungsi sebagai filter UV.

Karena itu, King merekomendasikan penggunaan sunscreen mineral bagi pemilik kulit berjerawat dan sensitif. Jenis sunscreen ini bekerja dengan membentuk lapisan pelindung di permukaan kulit sehingga cenderung lebih lembut dan memiliki risiko iritasi yang lebih rendah. Ia juga menyarankan untuk memilih produk dengan label oil-free atau non-comedogenic agar tidak menyumbat pori-pori.

Sementara itu, bagi pemilik warna kulit yang lebih gelap, memilih sunscreen mineral yang tidak meninggalkan efek pucat terkadang menjadi tantangan. King menyebutkan bahwa sunscreen kimia biasanya lebih mudah menyatu dengan warna kulit karena formulanya lebih transparan. 

Pendapat serupa juga disampaikan oleh dokter kulit Corey L. Hartman. Ia menjelaskan bahwa secara tradisional sunscreen mineral memang sering dianggap kurang ideal bagi orang dengan kulit hitam atau cokelat karena dapat meninggalkan lapisan putih. Namun, perkembangan inovasi produk kini menghadirkan formula sunscreen mineral yang mampu memberikan perlindungan SPF tanpa mengubah tampilan warna kulit secara signifikan. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |