Sosok Victoria Kosasieputri, Puteri Indonesia Lingkungan 2026 Asal Bali yang Nyeni Banget

12 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Malam Grand Final Puteri Indonesia 2026 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta Pusat, Jumat (24/04/2026), ini menghadirkan momen penting bagi salah satu perwakilan finalis Bali, Victoria Kosasieputri. Perempuan yang akrab disapa Vicky ini resmi dinobatkan sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026.

Prestasi tersebut diraih setelah melalui rangkaian seleksi ketat, mulai dari masa pra-karantina, karantina, hingga malam puncak yang melibatkan 45 finalis dari seluruh Indonesia. Vicky tampil secara konsisten sejak awal kompetisi. Ia berhasil menembus 16 besar, kemudian melaju ke 6 besar hingga akhirnya masuk posisi 4 besar.

Pada tahap akhir, Vicky menunjukkan kapasitasnya melalui sesi tanya jawab serta pemaparan advokasi yang kuat. Mengusung inisiatif 'KemBALIkeSENI', Vicky menekankan pentingnya pelestarian seni dan budaya sebagai bagian dari identits bangsa sekaligus upaya berkelanjutan lingkungan.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, dalam sesi sambutannya menyatakan bahwa ajang ini bukan sekedar untuk mencari sosok perempuan yang berpenambilan menarik.

"Menjadi seorang puteri bukan hanya tentang mahkota, tetapi bagaimana tutur kata dan perilaku mampu merepresentasikan martabat Perempuan Indonesia di mata dunia," ujar Putri.

Pernyataan ini sejalan dengan profil Victoria yang tidak hanya menonjol secara penampilan, tetapi juga berlatar belakang kuat di bidang seni dan advokasi budaya. Keberhasilan wanita kelahiran Jakarta, 7 Februari 2000, sebagai Puteri Indonesia Linngkungan 2026 menegaskan bahwa ajang ini terus melahirkan perempuan muda yang berdaya, berwawasan global, dan memiliki kepedulian terhadap isu sosial serta lingkungan.

Perjalanan dari Dunia Seni ke Panggung Nasional

Kehadirannya bukanlah sosok baru dalam dunia seni, melalui unggahan media sosial @teamvicky_, Sabtu (25/04/2026). Perempuan asal Bali ini dikenal sebagai seniman yang aktif mengesplorasi tema identitas, budaya, dan peran perempuan melalui karya-karya seni kontemporer. Latar belakang tersebut menjadi kekuatan utama yang membedakannya dari finalis lain di ajang Puteri Indonesia 2026.

Vicky menempuh pendidikan seni di Inggris, tepatnya di Central Saint Martins, London, salah satu institusi seni bergengsi dunia. Dia meraih gelar Bachelor of Arts (Honours) di bidang Fine Art, serta sebelumnya menyelesaikan Foundation in Art & Design di Canberwell College of Arts,

Pendidikan ini membentuk cara pandangnya yang kritis, analitis, sekaligus kreatif dalam melihat isu sosial dan budaya. Karya-karyanya telah dipamerkan di berbagai kota internasional seperti London, Singapura, Jakarta hingga Kamboja. Melalui medium seni performs, video, dan instalansi, Vicky kerap mengangkat narasi tentang akar budaya Indonesia yang dipadukan dengan perspektif global.

KemBALIkeSENI dan Kepedulian terhadap Budaya

Dalam kompetisi Puteri Indonesia 2026, setiap finalis diwajibkan membawa advokasi sebagai bentuk kontribusi nyata. Vicky memilih fokus pada pelestarian seni melalui inisiatif “KemBALIkeSENI”. Program ini bertujuan untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk Kembali menghargai dan melestarikan seni sebagai warisan budaya.

Menurut Vicky, di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi, seni tradisional sering kali terpinggirkan. Padahal, seni memiliki peran penting dalam menjaga identitas budaya sekaligus sarana edukasi lintas generasi. Vicky menekankan bahwa pelestarian seni tidak hanya menjadi tanggung jawab seniman, tetapi juga masyarakat luas.

“Melalui KemBALIkeSENI, saya ingin mengajak kita semua untuk mendukung pentingnya memberikan apresiasi kepada seniman yang masih ada, serta dapat menjaga dan memperkenalkan warisan budaya bali maupun budaya Indonesia ke seluruh dunia," jelas Vicky. Advokasi ini dinilai relevan dengan posisi yang Vicky raih sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026, karena pelestarian budaya memiliki keterkaitan erat dengan keberlanjutan sosial dan lingkungan.

Prestasi dan Harapan ke Depan

Sebelum mengikuti Puteri Indonesia 2026, Vicky telah meraih sejumlah penghargaan di bidang seni, di antaranya Barry Martin Prize for Experimental Art (2022) dan Central Saint Martins Academic Programme Award (2022). Vicky juga pernah terlibat dalam ajang Bandung Contemporary Art Award (BACAA), yang semakin memperkuat rekam jejaknya sebagai seniman muda yang berbakat.

Ke depan, sebagai Puteri Indonesia Lingkungan 2026, Vicky diharapkan dapat membawa isu pelestarian budaya dan lingkungan ke tingkat atau jangkauan yang lebih luas. Perannya tidak hanya sebagai representasi Indonesia di ajang internasional, tetapi juga sebagai agen perubahan di dalam negeri.

Dalam pernyataannya, Vicky menyampaikan harapannya untuk bisa terus mengembangkan program KemBALIkeSENI. "Saya ingin lebih banyak ruang kolaborasi antara seniman, komunitas, dan generasi muda agar seni tetap hidup dan relevan.," katanya. Vicky selanjutnya akan mewakili Indonesia di ajang Miss International 2026 yang diselenggarakan di Jepang.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |