Sejarah Ketoprak, Jejak Akulturasi Budaya dalam Sepiring Kuliner Betawi

3 hours ago 3

Liputan6.com, Jakarta - Ketoprak bukan sekadar makanan jalanan yang mudah ditemukan di sudut kota Jakarta. Di balik kesederhanaannya, terdapat kisah panjang tentang sejarah ketoprak yang menarik untuk ditelusuri. Kuliner ini tidak hanya menggugah selera, tetapi juga merepresentasikan percampuran budaya yang terjadi di masa lampau.

Sebagai bagian dari kekayaan kuliner Nusantara, ketoprak memiliki cita rasa khas yang berasal dari perpaduan berbagai bahan sederhana seperti ketupat, tahu, bihun, dan tauge. Keunikan rasa tersebut membuatnya digemari oleh berbagai kalangan masyarakat dari dulu hingga sekarang.

Menariknya, sejarah ketoprak tidak sepenuhnya jelas dan masih menjadi perdebatan hingga kini. Namun, justru dari ketidakpastian itulah muncul berbagai cerita yang memperkaya nilai budaya dari hidangan ini. Berikut ulasan Liputan6.com, Rabu (15/4/2026).

Sejarah Ketoprak dan Asal-Usulnya

Membahas sejarah ketoprak berarti menelusuri jejak panjang perkembangan kuliner di Indonesia, khususnya di wilayah Betawi. Berdasarkan berbagai sumber, termasuk laman budaya Betawi seperti Senibudayabetawi.com, ketoprak diyakini mulai berkembang pada abad ke-19 di kawasan Pecenongan, Jakarta.

Pada masa itu, Pecenongan dikenal sebagai kawasan yang dihuni oleh banyak etnis Tionghoa. Interaksi antara masyarakat Betawi dan Tionghoa melahirkan akulturasi budaya, termasuk dalam bidang kuliner. Dari sinilah ketoprak diduga mulai terbentuk sebagai hidangan hasil perpaduan dua budaya tersebut.

Beberapa bahan utama ketoprak menunjukkan pengaruh budaya Tionghoa yang cukup kuat. Misalnya, tauge yang merupakan bahan penting dalam ketoprak diketahui berasal dari tradisi kuliner Tiongkok. Selain itu, penggunaan bawang putih dan kacang tanah dalam bumbu kacang juga memiliki kemiripan dengan masakan Tionghoa.

Bumbu kacang dalam ketoprak bahkan disebut-sebut memiliki karakter yang mirip dengan tauco, yakni bumbu khas Tionghoa yang berbahan dasar kedelai fermentasi. Sementara itu, ketupat yang menjadi komponen utama dalam ketoprak diduga terinspirasi dari bacang, makanan khas Tionghoa berbahan beras ketan.

Perdebatan Asal Daerah Ketoprak

Meskipun dikenal luas sebagai makanan khas Betawi, sejarah ketoprak masih menyisakan perdebatan mengenai asal daerahnya. Sebagian masyarakat meyakini bahwa ketoprak berasal dari Jakarta, namun ada pula yang berpendapat bahwa kuliner ini berasal dari Cirebon atau bahkan Jawa Tengah.

Hal ini diperkuat oleh fakta bahwa banyak pedagang ketoprak yang menggunakan label “Ketoprak Cirebon” pada gerobak dagangan mereka. Menurut penelusuran Liputan6.com, belum ada bukti pasti yang dapat memastikan dari mana asal ketoprak secara definitif.

Perbedaan pendapat ini justru menunjukkan bahwa ketoprak telah berkembang secara luas dan diterima oleh berbagai daerah, sehingga sulit untuk menentukan satu titik asal yang benar-benar pasti.

Asal-Usul Nama Ketoprak

Selain asal daerahnya, sejarah ketoprak juga menarik untuk dikaji dari sisi penamaannya. Ada beberapa versi cerita yang berkembang di masyarakat.

Versi pertama menyebutkan bahwa nama “ketoprak” merupakan singkatan dari “ketupat” dan “toge” yang “digeprak” atau dicampur menjadi satu. Istilah ini menggambarkan cara penyajian ketoprak yang sederhana namun khas.

Sementara itu, versi lain yang cukup populer menyebutkan bahwa nama ketoprak berasal dari suara “ketuprang” yang muncul ketika sebuah piring jatuh ke lantai. Konon, seorang penjual makanan secara tidak sengaja menjatuhkan piring saat mencoba menciptakan hidangan baru. Dari suara tersebut, ia kemudian terinspirasi untuk menamai makanan buatannya sebagai “ketoprak”.

Cerita ini mungkin terdengar sederhana, namun justru menjadi bagian dari daya tarik sejarah ketoprak yang penuh dengan unsur folklor dan kreativitas masyarakat.

Komposisi dan Keunikan Ketoprak

Ketoprak sering disebut sebagai “tofu salad” dalam referensi internasional seperti TasteAtlas. Hidangan ini terdiri dari berbagai bahan, seperti tahu goreng, ketupat atau lontong, bihun, tauge, kol, dan mentimun yang kemudian disiram dengan saus kacang dan kecap manis.

Sebagai pelengkap, ketoprak biasanya ditaburi bawang goreng dan disajikan dengan kerupuk. Dalam beberapa variasi, ditambahkan telur rebus atau telur dadar sesuai selera.

Keunikan ketoprak terletak pada kesederhanaan bahan yang diolah menjadi hidangan dengan rasa kompleks—gurih, manis, dan sedikit pedas. Selain itu, sebagian besar bahan ketoprak berbasis nabati, sehingga pada dasarnya hidangan ini bisa dikategorikan sebagai makanan vegan, kecuali jika ditambahkan telur.

Perkembangan Ketoprak dari Masa ke Masa

Seiring berjalannya waktu, ketoprak mengalami berbagai perkembangan. Dari yang awalnya hanya terdiri dari bahan sederhana, kini muncul berbagai variasi modern seperti ketoprak dengan tambahan telur, hingga inovasi unik seperti ketoprak Indomie.

Di Jakarta, ketoprak menjadi salah satu makanan yang sangat mudah ditemukan. Pedagang kaki lima hingga warung makan Betawi menjajakan hidangan ini sepanjang hari, mulai dari pagi hingga malam.

Popularitas ketoprak tidak hanya bertahan, tetapi juga terus berkembang karena fleksibilitasnya dalam beradaptasi dengan selera masyarakat. Hal ini menjadi bukti bahwa sejarah ketoprak bukan hanya tentang masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana kuliner ini tetap relevan di masa kini.

Nilai Budaya dalam Ketoprak

Lebih dari sekadar makanan, ketoprak mencerminkan nilai budaya yang kuat. Akulturasi antara budaya Betawi dan Tionghoa menunjukkan bagaimana interaksi sosial dapat melahirkan sesuatu yang baru dan bernilai.

Ketoprak juga menjadi simbol kesederhanaan dan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan yang ada menjadi hidangan yang lezat. Dari gerobak sederhana di pinggir jalan hingga menjadi ikon kuliner Jakarta, ketoprak telah menempuh perjalanan panjang dalam sejarahnya.

FAQ tentang Ketoprak

1. Apa itu ketoprak?

Ketoprak adalah makanan khas Betawi yang terdiri dari ketupat, tahu, bihun, tauge, dan disiram bumbu kacang serta kecap manis.

2. Dari mana asal ketoprak?

Asal ketoprak masih diperdebatkan. Ada yang menyebut berasal dari Jakarta, Cirebon, atau Jawa Tengah.

3. Mengapa disebut ketoprak?

Nama ketoprak memiliki beberapa versi, salah satunya berasal dari suara “ketuprang” saat piring jatuh.

4. Apakah ketoprak termasuk makanan sehat?

Ya, karena terdiri dari bahan nabati seperti tahu dan sayuran, meskipun kandungan kalori tergantung pada bumbu kacangnya.

5. Apakah ketoprak bisa dimodifikasi?

Bisa. Kini banyak variasi ketoprak, termasuk tambahan telur hingga inovasi modern seperti ketoprak Indomie.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |