Sarah Ferguson Menuntut Tiket Pesawat First Class untuk Temui Jeffrey Epstein Usai Keluar Penjara

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Sarah Ferguson menuntut tiket pesawat first class pada Jeffrey Epstein dalam perjalanan menemui pelaku kejahatan seks itu setelah ia dibebaskan dari penjara, demikian terungkap dalam email-email baru.

Pesan-pesan tersebut menunjukkan bahwa staf Epstein diinstruksikan mengabaikan panggilan dan email berulang mantan Duchess of York yang meminta agar kursi kelas bisnisnya yang sudah mewah ditingkatkan.

Email-email yang ditemukan Daily Mail, seperti dilansir Jumat (27/2/2026), menunjukkan bahwa mantan Duchess memerintahkan kantornya menghubungi Epstein dan memintanya untuk "dengan murah hati" membiayai perjalanan tersebut hanya beberapa jam setelah ia dibebaskan dari penjara karena pelecehan seksual terhadap anak.

Ferguson, yang saat itu hampir bangkrut, bahkan mendesak agar Putri Beatrice dan Eugenie dinaikkan kelasnya dari ekonomi ke kelas bisnis untuk kunjungan pada Juli 2009.

Hal ini muncul setelah pesan-pesan baru yang ditemukan menunjukkan bahwa ia meminta Epstein membantu pemutaran filmnya, "Young Victoria," dengan mengizinkannya menggunakan rumah Epstein di New York atau memberinya 20 dolar AS untuk tempat pemutaran.

Epstein jadi tahanan rumah pada 22 Juli 2009 setelah menjalani hukuman 13 bulan karena meminta anak untuk prostitusi. Pada hari yang sama, staf Ferguson tampaknya telah menghubungi manajer rumah Epstein, Lesley Groff, dan menyarankan agar Epstein membayar perjalanan Ferguson ke Florida.

Dalam sebuah email berjudul "Duchess of York," Groff menulis pada Epstein, "Amanda dari kantor Duchess baru saja menelepon. Dia mengatakan bahwa Anda dengan ramah menawarkan membayar kunjungan Duchess untuk menemui Anda."

Email-Email Epstein

Asisten eksekutif tersebut diyakini merujuk pada Amanda Lewis, yang saat itu merupakan asisten Ferguson. Keesokan paginya, Groff kembali memberi tahu Epstein, "Amanda mengatakan para putri ingin menemani Duchess dan dia bertanya-tanya apakah Anda bersedia membayar biaya perjalanan mereka juga."

Setelah Epstein menyetujui dengan jawaban sederhana 'oke', Groff mulai mengatur perjalanan tersebut, dengan Ferguson meminta liburan tiga hari di New York dan penerbangan dengan harga yang "sangat mahal."

Serangkaian email menunjukkan staf berupaya keras memenuhi permintaan Ferguson, termasuk mengamankan opsi penerbangan termahal maskapai British Airways yang untuk itu ia memberikan nomor frequent flyer BA-nya.

Groff kemudian bertanya pada Epstein apakah ia dapat mengecek "apakah mereka fleksibel," dengan mencatat bahwa apa yang ia minta, termasuk tiket kelas satu untuk dirinya dan kelas bisnis untuk para putri, akan menelan biaya lebih dari 30 ribu dolar (sekitar Rp 504 juta).

Minta Upgrade Kelas Penerbangan

Ketika kantor Ferguson mengatakan tidak ada jadwal lain yang cocok, asisten tersebut mengonfirmasi penerbangan BA, sesuai instruksi awal Epstein untuk kelas bisnis dan ekonomi, yang harganya 14.080,10 dolar AS.

Namun, hanya beberapa jam sebelum penerbangan pulang mereka dari New York ke London, Groff memberi tahu Epstein bahwa Duchess saat itu menuntut untuk ditingkatkan kelas penerbangannya.

Pada 30 Juli 2009, dia menulis, "Berikut ini dari asisten Amanda, Duchess... apakah Anda ingin saya melihat apakah kita dapat mengubah tempat duduknya? Saya ingat pesawatnya sudah hampir penuh!"

"Duchess telah meminta agar dia berada di first class dan para gadis di kelas bisnis pada penerbangan pulang dari NYC ke LHR, tampaknya Jeffrey mengatakan bahwa ini akan baik-baik saja, tolong beri tahu saya jika Anda dapat mengubahnya."

Perjalanan Sarah Ferguson dan 2 Putri

Dalam beberapa menit, Epstein, yang meninggal karena bunuh diri saat menunggu persidangan kasus perdagangan seksnya pada 2019, membalas dengan mengatakan, "Saya tidak mengatakan apa-apa, jangan ditianggapi." Groff, yang mencatat bahwa upaya sedang dilakukan untuk menghubunginya melalui telepon, setuju untuk tidak menanggapi.

Berkas-berkas tersebut mengungkap bahwa Ferguson dan para putri telah menginap bersama pengusaha Amerika Philip Levine di rumah mewahnya di Miami sebelum menggunakan mobil dan sopirnya untuk mengunjungi Epstein pada 27 Juli 2009.

Pesan dari Ferguson mengonfirmasi bahwa putri-putrinya akan bergabung dan bertanya pada Epstein apakah dia akan menyiapkan makan siang. Epstein menjawab bahwa itu akan berupa "lasagna sayur" atau "apapun yang Anda inginkan" yang dimasak oleh koki yang didatangkan dari Paris.

Makan siang tersebut diyakini telah digunakan Ferguson untuk meminta nasihat dan bantuan terkait masalah keuangannya. Minggu berikutnya, mantan Duchess mengirimkan email pada Epstein tentang proposal bisnis yang muncul sejak pertemuan mereka.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |