Sarah Ferguson Dilaporkan Masuk Klinik Mewah di Swiss Sebelum Eks Pangeran Andrew Ditangkap Polisi

13 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Sarah Ferguson dilaporkan dirawat di sebuah klinik kesehatan mewah di Swiss seusai mantan suaminya, mantan pangeran Andrew Mountbatten-Windsor, ditangkap polisi Inggris meski akhirnya dibebaskan bersyarat beberapa jam kemudian. Mantan pasutri itu kembali disorot publik seusai dokumen Jeffrey Epstein mengungkap keterkaitan mereka.

Mengutip People, Senin (23/2/2026), Fergie, biasa dipanggil, meninggalkan Inggris dan dirawat di Paraclsus Recovery, sebuah klinik rehabilitasi Swiss, lapor Daily Mail. Ia berangkat ke fasilitas kesehatan mental dan rehabilitasi eksklusif yang terletak di Zurich, tepat setelah Natal pada Desember 2025, dan tinggal di sana hingga akhir Januari 2026, menurut publikasi tersebut.

"Ia selalu merasa nyaman di Paracelsus, dan tahu bahwa ia akan mendapatkan kasih sayang dan perhatian di sana, serta perawatan kesehatan ahli ketika ia merasa paling rentan," kata sebuah sumber kepada Daily Mail tentang Fergie.

Sumber lain mengatakan bahwa Fergie  memiliki 'hubungan yang kuat dengan Paracelsus, jadi itu adalah tempat yang tepat baginya untuk menjauh dari segalanya'. Fergie pernah muncul dalam video promosi untuk klinik tersebut dan menulis opini tentangnya untuk The Telegraph.

Pada akhir Januari 2026, People melaporkan bahwa Ferguson berencana untuk menghabiskan waktu di luar negeri sambil mempertimbangkan langkah selanjutnya. Setelah penangkapan Andrew Mountbatten-Windsor pada 19 Februari 2026, keberadaan Fergie saat ini tidak diketahui.

Layanan Mewah Klinik yang Diduga Didatangi Sarah Ferguson

Perwakilan mantan Duchess of York tidak memberikan komentar ketika dihubungi People. Paracelsus Recovery juga menolak berkomentar, dan mengatakan, "Sebagai kebijakan, kami tidak pernah mengonfirmasi atau menyangkal apakah seseorang berada atau pernah berada di bawah perawatan kami." 

Pusat perawatan Swiss ini, yang menyebut layanan itu 'rahasia', memiliki program dengan biaya mulai dari sekitar USD 122.000 hingga USD 154.000 (sekitar Rp2,05 miliar hingga Rp 2,6 miliar) per minggu. Program itu mendedikasikan minimal 15 profesional — termasuk dokter, terapis, dan spesialis lainnya — untuk setiap kliennya, menurut situs webnya.

Klien klinik tinggal di hunian penthouse pribadi di tepi danau dan menerima fasilitas, termasuk koki pribadi, demikian pernyataan situs web Paracelsus Recovery.

Kaitan Andrew dan Fergie dengan Epstein

Kabar tentang Ferguson yang tinggal di pusat mewah tersebut muncul setelah berkas yang baru-baru ini dirilis menunjukkan bahwa baik dia maupun Andrew tetap berhubungan dengan pengusaha keuangan yang tersandung kasus pedofilia itu lama setelah ia dihukum karena meminta layanan prostitusi dari anak di bawah umur pada 2008.

Baik Ferguson maupun Andrew sebelumnya mengklaim telah memutuskan kontak dengan mendiang pengusaha keuangan tersebut, yang meninggal karena bunuh diri di penjara pada 2019, saat ia akan menghadapi dakwaan perdagangan seks federal. Dalam pertukaran email pada Mei 2010 dengan Epstein, Ferguson mengatakan dia "sangat" membutuhkan uang dan menyarankan agar Epstein mempekerjakannya sebagai asisten rumah tangganya.

Dalam email lain, Ferguson menyebut Epstein sebagai "saudara yang selalu saya impikan," dan dalam email lainnya dia meminta Epstein untuk "menikahinya saja." Perwakilan Fergie sebelumnya menolak permintaan PEOPLE untuk memberikan komentar tentang email-email tersebut. Ferguson dan Andrew selalu membantah melakukan kesalahan terkait dengan Epstein.

Penangkapan Andrew oleh Polisi Inggris

Pada Kamis pagi, 19 Februari 2026, bertepatan dengan hari ulang tahunnya ke-66, mantan pangeran Andrew Mountbatten-Windsor ditangkap anggota Kepolisian Thames Valley. Ia diperiksa atas kasus dugaan pelanggaran jabatan publik.

"Pada Kamis, kami menangkap seorang pria berusia 60an tahun dari Norfolk atas dugaan pelanggaran jabatan publik. Pria yang ditangkap kini telah dibebaskan dengan status penyelidikan. Kami juga dapat mengonfirmasi bahwa pencarian kami di Norfolk telah selesai," demikian bunyi pernyataan resmi dari Kepolisian Thames Valley, dikutip dari BBC, Jumat, 20 Februari 2026.

Selain menggeledah kediaman Andrew di Norfolk, polisi juga menggeledah bekas kediamannya di Berkshire. Proses penggeledahan masih berlangsung saat Andrew dilepaskan.

BBC melaporkan bahwa polisi belum mendetailkan tuduhan spesifik yang menyebabkan mantan pangeran itu ditangkap. Tapi, awal bulan ini, kelompok anti-monarki Republic melaporkan Andrew ke polisi atas tuduhan melakukan pelanggaran dalam jabatan publik.

Tuduhan itu mengacu pada salah satu email yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait kasus hukum Jeffrey Epstein. Dalam email itu, Andrew diduga telah berbagi dokumen rahasia dengan Epstein pada 2010 yang saat itu telah menjadi terpidana kasus kejahatan seksual.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |