Sahur Tanpa Makan Nasi atau Karbohidrat Lainnya, Dokter: Tubuh Bisa Kekurangan Energi

11 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Sahur sangat penting sebagai cadangan energi selama menjalani puasa. Nasi menjadi salah satu sumber energi yang dibutuhkan tubuh. Namun, sebagian orang yang sedang diet terkadang memilih untuk tidak nasi maupun sumber karbohidrat lain saat sahur.

Menurut dokter dan certified health coach Dion Haryadi menuturkan bahwa karbohidrat tetap diperlukan saat sahur karena berfungsi sebagai sumber energi bagi tubuh selama berpuasa.

“Dari segi gizi, tidak disarankan sahur tanpa karbohidrat karena sahur menjadi cadangan energi selama seharian berpuasa,” jelas Dion saat ditemui pada Rabu, 4 Maret 2026 dalam“Redefining Obesity: Delivering WHO-Recognized Innovation for Quality Weight Loss” bersama Novo Nordisk di Jakarta pada Rabu, 3 Maret 2026.

Hal serupa juga disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam Vardian Mahardika. Ia menegaskan bahwa nasi maupun sumber karbohidrat lain seperti roti dan oatmeal penting dikonsumsi saat sahur untuk menjaga energi tubuh.

“Apapun bentuknya, karbohidrat tetap penting sebagai sumber energi dan perlu dibarengi dengan serat, protein, serta vitamin,” ujarnya.

Karbohidrat merupakan salah satu sumber energi utama bagi tubuh. Tanpa asupan tersebut, seseorang berisiko lebih cepat merasa lemas, sulit berkonsentrasi, serta tidak memiliki cadangan energi yang cukup selama menjalani puasa.

Asupan Protein juga Penting

Kandungan protein berfungsi sebagai sumber energi, menjaga keseimbangan cairan, memperbaiki dan memelihara jaringan tubuh. Oleh karena itu, Dion menyarankan kandungan protein diprioritaskan saat sahur. 

“Protein itu ada angka yang harus kita penuhi, sehingga penting untuk memenuhi kandungan protein, baru lemak juga diisi,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan kandungan karbohidrat penting untuk orang yang sering berolahraga. Karena bisa jadi bahan bakar utama tubuh yang paling efisien.

“Orang suka lari, bersepeda, dan lainnya, sebaiknya prioritaskan karbohidrat dulu, lemak tidak perlu terlalu banyak, secukupnya aja, 20 atau 35 persen sudah cukup,” jelas Dion

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |