Indonesia Harus Waspada Virus Nipah, Ini 5 Alasan Menurut Prof Tjandra Yoga

8 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Kasus penyakit akibat virus Nipah yang kembali muncul di India menjadi peringatan serius bagi dunia, termasuk Indonesia. Penyakit Zoonotik yang dikenal sangat mematikan ini dilaporkan telah menular antar manusia di negara bagian West Bengal. Kondisi tersebut menegaskan bahwa virus Nipah bukan ancaman biasa dan membutuhkan kewaspadaan tinggi.

Direktur Pascasarjana Universitas YARSI sekaligus mantan Direktur Penyakit Menular WHO Asia Tenggara, Prof. Tjandra Yoga Aditama, menilai Indonesia perlu bersikap siaga terhadap potensi penyebaran virus Nipah. Setidaknya, ada lima alasan utama yang menjadi dasar kewaspadaan tersebut.

1. Virus Nipah Masuk Prioritas Global WHO

Sejak 2018, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memasukkan penyakit akibat virus Nipah ke dalam WHO R&D Blueprint, yakni daftar penyakit prioritas yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

"Hal ini menunjukkan bahwa penyakit ini memang menjadi perhatian serius hingga tingkat global," kata Tjandra Yoga dalam keterangan resmi yang diterima Health Liputan6.com pada Senin, 26 Januari 2026.

2. Terjadi Penularan Virus Nipah dari Manusia

Kasus di India memperlihatkan bahwa virus Nipah tidak hanya menular dari hewan ke manusia, tapi juga dapat menyebar antarmanusia.

"Sesuatu yang patut menjadi perhatian penting dalam pengendalian penyakit menular dunia," ujar Tjandra.

3. Banyak Negara Tingkatkan Kewaspadaan Virus Nipah

Sejumlah negara telah mengambil langkah antisipatif. Thailand, misalnya, melakukan skrining di bandara bagi pendatang dari wilayah terdampak.

Taiwan, pada 16 Januari 2026, memasukkan penyakit akibat virus Nipah ke dalam kategori 5, yaitu penyakit langka yang sedang muncul (emerging), berisiko besar bagi kesehatan masyarakat, dan memerlukan deteksi serta pelaporan segera, disertai penanganan khusus.

Taiwan juga memberlakukan peringatan Level 2 (kuning) bagi warganya yang berencana bepergian ke wilayah Kerala.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |