Hari Kanker Anak Internasional, Perjuangan Si Kecil Tak Berhenti Saat Dinyatakan Sembuh

14 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Hari Kanker Anak Internasional (HKAI) 2026 menjadi momen peringatan sekaligus pengingat bahwa perjuangan anak melawan kanker tidak berhenti saat dinyatakan sembuh. Pemulihan fisik, mental, dan sosial survivor kini menjadi perhatian utama.

Yayasan Onkologi Anak Indonesia (YOAI) menegaskan bahwa setelah pengobatan selesai, tantangan baru sering muncul. Banyak anak yang sudah remisi dan kembali ke sekolah justru menghadapi stigma atau perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan sekitar.

"Pengobatan tentu sangat penting. Tapi setelah pengobatan, program pemulihan ini juga tidak kalah penting," ujar Ketua YOAI, Rahmi L. Adi Putra, dalam peringatan HKAI di di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti), Jakarta pada Minggu, 15 Februari 2026.

Sembuh Bukan Akhir Perjuangan

Dokter Spesialis Anak Konsultan Hematologi Onkologi Anak, dr. Endang Windiastuti, SpA, SubspHO (K), menekankan bahwa target pengobatan memang kesembuhan, tetapi itu saja tidak cukup.

"Tetapi sembuh saja tidak cukup. Kita harapkan mereka menjadi anak penerus bangsa yang berkualitas. Ada aspek psikologis, sosial, dan spiritual yang juga harus diperhatikan," kata Endang.

Endang menambahkan bahwa anak hanya menjalani terapi di rumah sakit sekitar lima hingga 10 hari. Selebihnya, mereka berada di rumah dan lingkungan sosial.

Dukungan keluarga, terutama dalam budaya extended family di Indonesia, memegang peran sangat besar. "Kami pernah melakukan penelitian. Pendekatan multidisiplin yang menggabungkan aspek medis dan dukungan sosial-keluarga memberikan dampak yang lebih signifikan dibanding pendekatan medis saja," ujarnya.

Bagian dari Kampanye Global

Peringatan Hari Kanker Anak Internasional tahun ini mengusung tema global 'Demonstrating Impact: From Challenge to Change'. Tema ini merupakan bagian dari kampanye trilogi yang digagas Childhood Cancer International (CCI).

Sejak 2024, CCI menjalankan tiga fase kampanye:

  1. Unveiling Challenges (memetakan tantangan)
  2. Inspiring Action (mendorong aksi nyata)
  3. Demonstrating Impact (melihat dampak dari aksi tersebut)

Rahmi menjelaskan bahwa pada 2025 YOAI telah membagikan buku panduan 'Kanker pada Anak Bisa Sembuh, Asalkan…' kepada orang tua pasien.

"Di 2026 ini kami melihat dampaknya. Kami mewawancarai orang tua dan pasien penerima buku tersebut, lalu membagikannya melalui media sosial YOAI sebagai bentuk kesinambungan kampanye," katanya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |