Rumah Makan Padang Nan Lamak Buka di Jaksel, Usung Cita Rasa Autentik Minang dan Cara Penyajian Unik

10 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Satu lagi rumah makan Padang baru buka di luar Sumatera Barat. Bertempat di Jalan Terogong Raya, Rumah Makan Padang Nan Lamak dibuka dengan mengusung konsep cita rasa Minang nan autentik, khususnya dari Kabupaten Solok, Sumatera Barat.

"Ketika saya makan di Sumatera Barat dengan saya makan di Jakarta, itu ada rasa yang berbeda. Di sinilah kami hadir untuk memberikan rasa yang autentik. Saya terus menekankan keaslian cita rasa Minang ini," kata CEO Nan Lamak, Athari Gauthi Ardi, ditemui di Jakarta, Sabtu, 21 Februari 2026.

Menurut Athari, cita rasa asli Minang itu lebih condong ke gurih, alih-alih manis yang menonjol. Karena itu, gula tidak ada dalam resep asli masakan Padang. Rasa manis yang ada keluar dari proses mengolah santan dan bumbu rempah, bukan dari gula. 

"Kalau Padang itu biasanya penuh dengan warna merah, dari sambal, walau tidak sepedas masakan Jawa. Minang itu khasnya (juga) di gurih, bukan di manis. Itu yang kita tonjolkan," urainya.

Untuk mendapatkan masakan bercita rasa autentik, pihaknya menyiapkan seluruh elemen langsung dari kampung halaman. "Mulai dari bumbu sampai bahan baku, resepnya semua dari Minang. Yang menakar pun orang Minang," kata Athari lagi.

Resep keluarga besarnya menjadi andalan untuk menghasilkan makanan yang lezat, sesuai dengan nama rumah makannya, Nan Lamak. Semua itu berangkat dari filosofi Minangkabau, yakni 'condong mato ka nan rancak, condong salero ka nan lamak'.

"Filosofi ini menjadi landasan dedikasi Nan Lamak dalam menghadirkan pengalaman bersantap yang tidak sekadar lezat, namun juga bermakna," ujarnya.

Berdasarkan resep keluarga, rumah makan Padang itu menyediakan beragam hidangan khas. Rendang nan lamak, ayam goreng nan lamak, gulai cincang, dan gulai kepala ikan menjadi menu andalan. 

"Ayam nan lamak ini beda dengan ayam pop. Ayam nan lamak ini resep keluarga. Saking dijaganya, yang masak pun harus keluarga sendiri. Jadi, enggak boleh dikasih tahu," kata Athari.

Menu-menu itu rupanya juga disukai Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dan Wamenpar Ni Luh Puspa yang hadir dalam pembukaan resmi restoran. Rasanya gurih dan lezat, sesuai yang dijanjikan pihak restoran.

Sementara untuk minuman, selain menyediakan menu yang umum seperti es jeruk, RM Padang Nan Lamak juga menghadirkan kopi. "Biji kopinya kebetulan kita kerja sama dengan petani dari Kabupaten Solok dan juga beberapa biji kopi lain yang dibawa dari Sumatera Barat," ia menjelaskan.

Melengkapi palat, pihaknya menyiapkan dessert andalan berupa puding sarikayo. "Sementara itu saja karena bahan-bahannya udah kita siapkan dari Sumbar, kaya kelapanya langsung bawa dari sana," sambungnya.

Konsep Penyajian Berbeda

Keunikan lain dari rumah makan padangnya, kata Athari, adalah cara penyajian yang berbeda. "Biasanya rumah makan minang itu kan udah dihidangkan. Tinggal diambil, lalu dihidangkan di meja makan. Kalau kita fresh, made by order," katanya.

"Di-order dulu proteinnya apa, kaya misalnya rendang, gulai kalio, gulai cincang, di-order dulu, baru dihidangkan," imbuhnya. Ia menyatakan hal itu untuk memastikan kualitas rasa yang lebih optimal dan eksklusif.

Rumah makan itu resmi dibuka pada 22 Februari 2026. Khusus selama Ramadan 2026, pihaknya hanya membuka layanan saat jam buka puasa, yakni dari pukul 17.00--22.00 WIB.

"Selebihnya setelah bulan puasa, jam bukanya dari jam 9 pagi sampai 10 malam," sahutnya.

Pembukaan restoran itu disambut positif oleh Menpar Widiyanti. Ia meyakini bahwa kehadiran restoran itu akan memperkuat citra kuliner Sumatera Barat yang tak hanya menggugah selera tapi juga pengalaman bersantap yang menyenangkan.

"Hal ini sejalan dengan semangat farm to table dan gastronomi yang kami dorong sebagai bagian dari program unggulan Kemenpar terkait quality tourism atau pariwisata berkualitas," ujar Widi.

Sertifikasi Halal Gratis

Terpisahh, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) menggratiskan sertifikat halal bagi pelaku usaha Warung Tegal (warteg), Warung Sunda (warsun), Warung Padang, dan sejenisnya.

"Kami sampaikan kabar gembira buat teman-teman pengusaha warteg, Warung Sunda, Warung Padang, karena sekarang dapat memperoleh sertifikat halal secara gratis," kata Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan dikutip dari Antara, Rabu, 20 Agustus 2025.

Ia mengatakan para pelaku usaha dapat mengajukan sertifikasi halal melalui program sertifikasi halal gratis (SEHATI). Langkah itu dilaksanakan berdasarkan Keputusan Kepala BPJPH Nomor 146 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Layanan Sertifikasi Halal bagi Pelaku Usaha Mikro dan Kecil yang Disadarkan atas Pernyataan Halal Pelaku Usaha Mikro dan Kecil.

"Dengan peraturan baru ini, kami akan percepat, permudah proses sertifikasi halal," ujar Haikal.

Dengan bersertifikat halal, ia berharap warung memiliki standar sehingga berimplikasi pada peningkatan daya saing di pasaran. Selain itu, jasa penyedia makanan atau warung yang telah berertifikat halal dipastikan juga semakin dipercaya oleh masyarakat konsumen. "Dan untuk memastikan program sertifikasi halal, kami juga terus melakukan pengawasan (Jaminan Produk Halal) secara berkala," ujar dia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |