- Apa bedanya mie tek tek dengan mie goreng biasa?
- Kenapa mie tek tek warung rasanya lebih terasa dibanding buatan rumah?
- Apakah mie tek tek harus pakai ebi?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Mie tek tek menjadi salah satu menu yang banyak dicari ketika malam tiba, terutama di kawasan permukiman dan pinggir jalan. Karena proses masaknya cepat, sajian ini kerap menjadi andalan lewat olahan mie versi goreng, nyemek, hingga kuah yang lezat dan menggugah selera.
Di sejumlah daerah, mie tek tek sering dikaitkan dengan gaya masak warung nasi goreng Ortega atau Orang Tegal Asli, karena bumbunya memakai racikan halus yang mirip dengan nasi goreng warung. Mie kuning akan dimasak bersama telur orak-arik dan tambahan isian seperti sayuran, bakso, suwiran ayam, sosis maupun telur. Namun yang membedakan mie tek tek ala Ortega dengan bakmie Jawa lainnya adalah bahan khusus yang ada di bumbu sebagai kunci rasa umaminya.
Bagi masyarakat yang ingin menghadirkan mie tek tek di rumah, simak resep ala Warung Nasgor Ortega legendaris yang dihadirkan Liputan6 berikut, Rabu (18/2).
1. Mie Tek Tek Jadi Olahan Mie Khas Warung Nasgor Tegal
Disampaikan salah satu pemilik Warung Nasi Goreng Tegal Margo Mulyo di Degolan, Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, Saidul Iqrom, mie tek tek merupakan olahan mie khas Tegal yang sering dijual berbarengan dengan nasi goreng di warung-warung malam. Dalam pembuatannya, sajian ini mengandalkan bahan dasar yang hampir sama dengan nasi goreng, yaitu bumbu halus, telur, kecap, serta tambahan isian yang bisa dipilih sesuai permintaan pembeli.
Istilah “tek tek” sering dikaitkan dengan suara yang terdengar dari penjual saat menggunakan gerobak lalu memukul wajan, sehingga masyarakat lebih mudah mengenal menu ini sebagai mie tek tek. Di beberapa tempat, masyarakat juga familian menyebutnya sebagai mie goreng tek tek atau mie nyemek.
"Kalau di Tegal ini namanya mie tek tek, dan dulu itu aslinya dipikul pakai gerobak," kata Saidul Iqrom saat dijumpai Liputan6, Kamis 12 Februari 2026 lalu.
2. Takaran Bahan untuk Membuat Mie Tek Tek yang Enak Khas Warung Nasgor Tegal
Diungkapkan pria asli Desa Harjawinangun, Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah ini, guna mendapatkan rasa mie tek tek ala warung yang lezat, takaran bumbu perlu dibuat seimbang agar rasa bawang tidak menutup bahan lain.
Bumbu halus sebaiknya diulek atau diblender dengan sedikit air agar mudah ditumis, karena bumbu yang terlalu kering bisa cepat menempel di wajan dan membuat aroma bumbu berubah sebelum matang, sementara bumbu yang terlalu encer akan membuat proses tumis lebih lama. Berikut takaran bahan bumbu halus yang bisa digunakan untuk 2 porsi mie tek tek rumahan, dengan rasa yang mendekati gaya warung nasi goreng Tegal.
Takaran bumbu halus:
- Bawang putih 4 siung
- Bawang merah 6 siung
- Kemiri 3 butir
- Merica bubuk 1/2 sendok teh
- Garam 1 sendok teh (sesuaikan)
- Penyedap rasa 1/2 sendok teh (opsional)
- Ebi 1 sendok makan (rendam sebentar lalu tiriskan) atau udang kecil 50 gram
Jika menggunakan ebi, rendam dengan air hangat lalu tiriskan agar lebih lunak dan tidak terasa keras saat dimakan, sedangkan bila memakai udang kecil sebaiknya dicincang atau dihaluskan bersama bumbu supaya rasanya menyatu dan tidak hanya terasa sebagai isian.
3. Isian Pelengkap untuk Membuat Mie Tek Tek yang Enak Khas Tegal
Mie tek tek ala warung Ortega ini biasanya tidak hanya berisi mie dan bumbu, para pedagang sering menambahkan isian lain agar rasa lebih lengkap sesuai selera pembeli. Ada topping tambahan seperti ayam suwir, ati ampela, sampai sayuran yang memberi tekstur dan rasa yang lebih nikmat.
Isian juga membantu membuat mie tek tek lebih mengenyangkan, sehingga satu porsi bisa menjadi menu makan malam, apalagi jika ditambah telur ceplok atau telur dadar yang diletakkan di atas, seperti yang sering dilakukan penjual mie tek tek di gerobak. Berikut beberapa isian yang bisa dipakai untuk membuat mie tek tek rumahan ala Tegal, dan semuanya bisa dipilih sesuai stok bahan yang ada di dapur.
Pilihan isian pelengkap:
- Suwiran ayam rebus atau ayam goreng
- Irisan hati ayam
- Irisan ampela ayam
- Sosis iris tipis
- Bakso iris
- Kol iris
- Sawi hijau iris
- Wortel iris tipis (opsional)
- Telur (orak-arik, ceplok, atau dadar)
Jika ingin versi yang lebih mirip warung, isian sebaiknya dimasukkan setelah bumbu matang dan sebelum mie dimasukkan, karena langkah ini membuat rasa bumbu menempel ke isian, bukan hanya ke mie saja.
4. Cara Memasak Mie Tek Tek yang Enak
Cara memasak mie tek tek ala warung pada dasarnya mengikuti pola memasak nasi goreng Tegal, yaitu minyak dipanaskan lebih dulu, telur dimasak sampai matang, lalu bumbu halus ditumis hingga menyatu, setelah itu baru mie dimasukkan dan air ditambahkan sesuai jenis sajian yang diinginkan.
Perbedaan utama mie tek tek ada pada pengaturan air, karena mie tek tek bisa dibuat goreng, nyemek, atau rebus, sehingga jumlah air harus disesuaikan agar mie tidak menjadi terlalu basah dan bumbunya tidak berubah menjadi kuah yang hambar.
Agar hasilnya lebih stabil, mie sebaiknya direbus setengah matang lebih dulu jika memakai mie kering, lalu ditiriskan, karena mie yang langsung dimasukkan dalam keadaan mentah akan menyerap air lebih banyak dan membuat takaran kuah sulit dikendalikan.
Langkah memasak mie tek tek:
- Siapkan wajan, tuang minyak secukupnya
- Tunggu minyak sampai sedikit panas
- Masukkan telur, lalu orak-arik sampai matang
- Masukkan bumbu halus dan cabai sambal sesuai selera
- Tumis bumbu dan telur sampai menyatu dan matang
- Masukkan isian seperti ayam suwir, bakso, atau sosis bila digunakan
- Masukkan air cukup banyak jika ingin mie rebus, atau sedikit air jika ingin mie goreng atau nyemek, lalu aduk sampai bumbu merata
- Masukkan mie, lalu aduk perlahan agar tidak patah
- Tambahkan garam dan penyedap sesuai kebutuhan
- Terakhir masukkan kecap manis sesuai selera
- Aduk sampai mie matang dan tidak lembek
- Sajikan saat bumbu sudah menyatu dan tidak ada gumpalan
Jika ingin rasa lebih kuat seperti warung, mie sebaiknya dimasak sedikit lebih lama setelah kecap masuk, agar aroma kecap dan bumbu menyatu dan tidak terasa seperti baru dituangkan.
"Cara masaknya sama saja dengan nasi goreng khas Tegal ini sebenarnya, tinggal tambahkan air kalau mau mie rebus atau nyemek, tapi kalau goreng, sedikit saja airnya dan dimasak sampai menyusut," tambah pria 45 tahun itu.
5. Ebi Atau Udang Jadi Kunci Kelezatan Bumbu Mie Tek Tek di Warung Nasgor Tegal
Ebi atau udang kecil sering menjadi pembeda antara mie tek tek rumahan biasa dengan mie tek tek gaya warung nasi goreng Tegal, karena bahan ini memberikan rasa gurih yang tidak hanya bergantung pada garam atau penyedap, tetapi berasal dari rasa alami udang yang keluar setelah ditumis.
Dalam banyak warung, ebi digunakan karena lebih praktis disimpan, mudah dicampur ke bumbu halus, dan cukup dipakai sedikit untuk membuat aroma bumbu lebih terasa, sehingga mie tek tek tetap punya rasa kuat meskipun tidak memakai banyak bahan tambahan.
Jika menggunakan udang kecil segar, hasilnya juga bisa mendekati versi warung, namun udang sebaiknya dicincang halus atau dihaluskan bersama bawang dan kemiri, karena cara ini membuat rasa udang menyebar merata ke seluruh mie, bukan hanya terasa di bagian tertentu.
Bila ingin rasa lebih seimbang, ebi sebaiknya tidak ditambahkan terlalu banyak karena rasa udangnya bisa menutup rasa bawang dan merica, sehingga takaran satu sendok makan untuk dua porsi sudah cukup untuk membuat bumbu terasa menyatu.
"Ciri khasnya emang ada di tambahan ebi atau udang segar buat bumbunya," ujar Saidul Iqrom.
6. Pastikan Api Tidak Terlalu Besar Atau Terlalu Kecil
Api menjadi faktor penting dalam memasak mie tek tek karena bumbu halus harus matang terlebih dulu sebelum mie masuk, dan jika api terlalu besar, bawang serta ebi bisa cepat berubah aroma sebelum sempat matang merata, sedangkan jika api terlalu kecil, bumbu akan lama matang dan proses masak menjadi lebih panjang.
Dalam gaya warung, api biasanya dibuat sedang agar tumisan bumbu matang perlahan, lalu setelah mie masuk, api bisa dinaikkan sedikit agar air cepat menyusut dan bumbu menempel, terutama untuk versi goreng atau nyemek yang membutuhkan tekstur lebih kental.
Api yang terlalu besar juga berisiko membuat mie cepat kering di bagian bawah, sementara bagian atas masih basah, sehingga mie perlu sering diaduk dan dibalik agar panasnya merata, terutama jika memasak dalam porsi lebih banyak.
Sebaliknya, jika api terlalu kecil, mie akan cenderung menyerap air lebih lama dan mudah menjadi lembek, sehingga langkah paling aman adalah memakai api sedang dari awal sampai akhir, lalu menyesuaikan di menit terakhir sesuai hasil yang diinginkan.
7. Cocok Disajikan dengan Acar dan Kerupuk Seperti di Warung Nasgor Tegal
Mie tek tek ala warung biasanya tidak disajikan sendirian, karena hampir selalu ditemani acar timun, cabai rawit, dan kerupuk, sebab kombinasi ini membantu menyeimbangkan rasa mie yang dominan gurih dan kecap.
Acar sederhana bisa dibuat dari timun dan wortel yang diiris tipis, lalu diberi sedikit garam, gula, dan cuka, sehingga rasanya memberi jeda di mulut ketika mie tek tek terasa berat, terutama jika memakai isian ati ampela atau bakso.
Kerupuk juga sering dipilih karena memberikan tekstur berbeda saat dimakan bersamaan, dan banyak orang merasa sajian mie tek tek tidak lengkap tanpa kerupuk, sebab sensasi makan ala warung biasanya datang dari perpaduan mie panas, kerupuk, dan acar yang disiapkan dalam satu piring.
Jika ingin lebih mirip gaya penjual gerobak, tambahkan bawang goreng di atas mie tek tek sebelum disajikan, karena bawang goreng memberi aroma yang langsung terasa ketika piring diletakkan di meja.
8. Pastikan Memasak dengan Menggunakan Perasaan agar Hasilnya Enak
Mie tek tek termasuk masakan yang hasilnya sering dipengaruhi oleh kebiasaan memasak, karena takaran air, jumlah kecap, dan tingkat kematangan mie biasanya tidak selalu sama untuk setiap jenis mie yang digunakan. Sehingga memasak mie tek tek perlu memperhatikan kondisi di wajan, dan kepekaan soal rasa dan tingkat kematangan.
Menurut Saidul Iqrom yang sudah berjualan di Jogja sejak tahun 2006 itu, kunci dari rasa mie tek tek yang enak ada di kepekaan perasaan. Memiliki hobi memasak tidak menjamin rasanya enak.
Meski begitu, yang tak kalah penting adalan saat memasaknya, di mana ketika mie mulai dimasukkan, perhatikan apakah air terlalu banyak atau terlalu sedikit, karena mie yang terlalu basah akan sulit menyerap bumbu, sedangkan mie yang terlalu kering akan cepat menempel di wajan, sehingga penyesuaian air sebaiknya dilakukan sedikit demi sedikit sambil terus diaduk.
Kecap manis juga perlu dimasukkan secara bertahap, karena mie tek tek warung biasanya tidak selalu manis, melainkan lebih menonjolkan rasa bawang, merica, dan gurih dari ebi, sehingga kecap sebaiknya hanya sebagai penyeimbang warna dan rasa, bukan bahan utama. Selain itu, rasa akhir mie tek tek sering ditentukan di menit terakhir ketika garam dan penyedap dicek ulang, sehingga proses mencicipi sebelum disajikan menjadi langkah penting agar hasilnya sesuai selera keluarga di rumah.
"Soal rasa itu sebenarnya tergantung yang masak, selama dia memakai perasaan, pasti enak masakannya," tambahnya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Topik
1. Apa bedanya mie tek tek dengan mie goreng biasa?
Mie tek tek biasanya memakai bumbu halus seperti warung nasi goreng, dimasak dengan telur orak-arik, dan sering dibuat versi nyemek atau berkuah.
2. Kenapa mie tek tek warung rasanya lebih terasa dibanding buatan rumah?
Karena bumbu ditumis sampai matang sebelum mie masuk, memakai ebi atau udang, dan dimasak sampai bumbu menyatu merata.
3. Apakah mie tek tek harus pakai ebi?
Tidak harus, tetapi ebi memberi rasa gurih yang menjadi ciri warung Tegal. Jika tidak ada, bisa diganti udang kecil segar yang dicincang.
4. Bagaimana cara membuat mie tek tek nyemek?
Gunakan air sedikit saja, lalu masak sampai bumbu mengental dan mie matang, sehingga teksturnya tidak kering dan tidak berkuah banyak.
5. Kenapa mie tek tek sering disajikan dengan acar dan kerupuk?
Karena acar memberi rasa segar yang menyeimbangkan bumbu, sedangkan kerupuk memberi tekstur renyah yang membuat sajian terasa lengkap.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511024/original/023135100_1771860184-niklas-jonasson-dMkYoYQ73Ys-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510992/original/058792100_1771851511-security-guard-frisk-passengers-standing-queue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509839/original/043917700_1771766494-IMG-20260222-WA0028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5510937/original/085753700_1771844665-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_11.38.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511017/original/062525300_1771855074-andrew.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510733/original/053916700_1771837198-Gemini_Generated_Image_vtpiyuvtpiyuvtpi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484733/original/035361900_1769483129-banane_baru_digoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510367/original/068622000_1771826943-WhatsApp_Image_2026-02-22_at_13.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510596/original/003932100_1771832535-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510887/original/095725800_1771842183-Gemini_Generated_Image_jy8pc7jy8pc7jy8p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5044837/original/084570700_1733891267-Desain_tanpa_judul_-_2024-12-11T110951.443.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472482/original/096114800_1768367502-Gemini_Generated_Image_qf2l7qqf2l7qqf2l.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510802/original/095243300_1771839977-Buka_Puasa_Anak_Kos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510602/original/013628000_1771832564-butter_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500637/original/009964000_1770872557-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723091/original/022901400_1705917470-000_34G49R7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468196/original/011764900_1767943552-Es_Teko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/848281/original/010816800_1428658095-063308100_1426002952-rumah_di_maria_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/975038/original/008493200_1441187509-1_jogjareview_net.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510585/original/041863400_1771832467-cropped-051ecd4f-9ab2-4a61-b20c-16306893845d.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)