Raja Charles Bersuara Usai Ditekan Korban Epstein, Izinkan Polisi Usut Mantan Pangeran Andrew

1 month ago 68

Liputan6.com, Jakarta - Raja Charles akhirnya mengeluarkan pernyataan penting terkait nasib mantan pangeran, Andrew Mountbatten-Windsor. Hal itu menyusul tekanan dari sejumlah korban Jeffrey Epstein agar raja Inggris tersebut meminta maaf secara resmi.

"Raja telah menjelaskan, melalui kata-kata dan tindakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, keprihatinannya yang mendalam atas tuduhan yang terus muncul sehubungan dengan perilaku Tuan Mountbatten-Windsor," kata istana dalam pernyataan pada Senin, 9 Februari 2026, dilansir dari People, Selasa (10/2/2026).

"Meskipun klaim spesifik yang dimaksud adalah tanggung jawab Tuan Mountbatten-Windsor, jika kami diminta oleh Kepolisian Thames Valley, kami siap untuk mendukung mereka seperti yang Anda harapkan," lanjut istana.

"Seperti yang telah dinyatakan sebelumnya, pikiran dan simpati Yang Mulia telah, dan tetap bersama, para korban dari segala bentuk pelecehan," pungkas pernyataan Istana.

Kepolisian Thames Valley sebelumnya dilaporkan sedang menyelidiki pengaduan yang menuduh Andrew Mountbatten-Windsor membagikan informasi rahasia terkait perannya sebagai utusan perdagangan dengan Jeffrey Epstein. Pernyataan baru ini menambah daftar anggota Kerajaan Inggris yang bersuara perihal skandal Epstein Files.

Beberapa jam sebelumnya, Kate Middleton dan Pangeran William melalui pernyataan Istana Buckingham menunjukkan dukungan mereka kepada para korban Epstein. Seorang juru bicara Pangeran dan Putri Wales mengatakan dari Arab Saudi, tempat William memulai kunjungan resmi kerajaan pada Senin, 9 Februari 2026.

"Saya dapat mengkonfirmasi bahwa Pangeran dan Putri sangat prihatin dengan pengungkapan yang terus berlanjut. Pikiran mereka tetap terfokus pada para korban."

Sanksi Tegas Raja Charles untuk Andrew

Pangeran Edward menjadi anggota keluarga kerajaan Inggris pertama yang membahas masalah ini pada 3 Februari 2026. Di atas panggung bersama Eleni Giokos dari CNN di World Governments Summit di Dubai, adik bungsu Andrew itu mengatakan, "Sangat penting untuk mengingat para korban. Dan siapa korban dalam semua ini? Banyak korban dalam semua ini."

Raja Charles sebelumnya menjatuhkan sanksi tegas pada Andrew dengan mencabut gelar dan kehormatan kerajaan saudaranya pada 30 Oktober 2025. Pihak istana saat itu menyatakan bahwa Raja Charles dan Ratu Camilla 'ingin memperjelas bahwa pikiran dan simpati mereka yang paling dalam telah, dan akan tetap bersama, para korban dan penyintas dari segala bentuk pelecehan'.

Langkah mengejutkan ini terjadi di tengah kritik yang kembali muncul seputar hubungan Andrew dengan Epstein, yang meninggal di penjara pada 2019 saat menunggu persidangan atas tuduhan konspirasi federal dan perdagangan seks. Andrew telah membantah melakukan kesalahan apa pun dan belum menanggapi permintaan PEOPLE untuk memberikan komentar tentang berkas-berkas terbaru.

Korban Epstein Minta Raja Charles Meminta Maaf Resmi

Sebelumnya, Raja Charles semakin ditekan untuk meminta maaf secara resmi kepada para korban menyusul tuduhan baru yang menyebut tersangka kasus pedofilia Jeffrey Epstein memfasilitasi pertemuan seksual untuk mantan pangeran, Andrew Mountbatten-Windsor, di kediaman kerajaan. 

Para korban dari pelaku pedofilia tersebut mengatakan bahwa raja perlu bertanggung jawab atas 'kegagalan organisasi' dan juga harus meminta maaf kepada keluarga mendiang Virginia Giuffre, penuduh Andrew Mountbatten-Windsor. Hingga saat ini, Istana Buckingham tidak pernah mengakui kesalahan atau secara resmi meminta maaf atas hubungan Andrew dengan Epstein.

Brad Edwards, pengacara dari firma hukum Edwards Henderson untuk wanita kedua yang mengklaim Epstein mengirimnya ke Inggris untuk pertemuan seksual dengan Andrew di Royal Lodge pada 2010, mendesak Raja Charles untuk mengeluarkan 'permintaan maaf yang sebenarnya'. 

"Kepada Raja, saya ingin mengatakan: mengapa tidak setidaknya mendengarkan detail ceritanya? Setelah masalah itu, permintaan maaf yang tulus dan nyata atas nama Andrew dan peran apa pun yang dimainkan oleh Keluarga Kerajaan. Dunia itu hanya mungkin terjadi karena Andrew adalah dirinya sendiri," kata Edwards, dikutip dari Daily Mail, Senin, 9 Februari 2026.

Pengakuan Korban Andrew dan Epstein

Brad menambahkan bahwa para korban menginginkan 'permintaan maaf yang nyata – bukan hanya basa-basi'. Istana sejauh ini dituduh hanya memberikan 'janji kosong' dalam pernyataan tentang skandal tersebut.

Salah satu penyintas Epstein, Marijke Chartouni, mengatakan kepada Daily Mail bahwa keluarga kerajaan adalah organisasi yang dikelola dengan cermat. "Jadi, mengklaim ketidaktahuan tentang aktivitas Andrew adalah hal yang tidak masuk akal. Sudah saatnya Raja mengatasi kegagalan organisasinya," ucapnya

Korban selamat lainnya, Maria Farmer, mengaku terkejut karena keluarga kerajaan masih belum mengeluarkan permintaan maaf kepada keluarga Giuffre, yang meninggal karena bunuh diri tahun lalu setelah bersikeras bahwa ia telah berhubungan seks dengan Andrew pada tiga kesempatan saat berusia 17 tahun. 

Sejauh ini, sikap terkeras Raja Charles menyikapi kasus tersebut adalah mencabut semua gelar Andrew yang tersisa, terutama gelar pangeran berdasarkan hak warisnya pada Oktober 2025. Ia juga dipaksa keluar dari rumahnya di Windsor, Royal Lodge. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |