Perbarui Pakaian atau Donasikan, Jangan Biarkan Menumpuk Sia-sia di Bulan Ramadan

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Ramadan tiba. Saatnya Anda mencermati isi lemari, apakah banyak pakaian yang belum Anda pakai dan tak berencana dipakai atau pakaian lama yang sudah Anda jarang pakai? Jika jawabannya iya, saatnya menyortirnya agar bisa memberi kehidupan baru yang tak sia-ssia bagi tumpukan koleksi Anda.

Berangkat dari hal itu pula, Uniqlo meluncurkan kampanye decluttering selama Ramadan. Tujuannya agar pakaian yang dimiliki memiliki nilai guna lebih panjang dari sekadar disimpan. 

"Kami melihat mindful decluttering bukan hanya sebagai kampanye musiman, tetapi menjadi bagian dari komitmen kami terhadap circular fashion, dengan mengurangi limbah tekstil sekaligus mendorong kebiasaan konsumsi yang lebih bijak," kata Michelle Secoa, Sustainability Lead Uniqlo Indonesia, ditemui di Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.

Uniqlo menyediakan recycle box di setiap toko mereka untuk menampung pakaian layak pakai yang tak lagi dipakai. Konsumen cukup menaruh pakaian mereka yang sudah bersih di boks yang tersedia, terbagi menjadi pakaian wanita dan pakaian pria. Khusus di bulan Ramadan, ajakan berdonasi pakaian itu digelar lewat kampanye Hari Raya Clothing Donation Collection.

"Anda cukup datang ke toko Uniqlo. Masuk ke toko, tidak perlu membeli atau melakukan apapun, langsung drop saja. Tapi, kita selalu ingatkan agar dicuci dulu pakaiannya karena kita mau memberikan yang terbaik, kan," kata Michelle lagi.

Pakaian yang terkumpul nantinya akan disortir ulang untuk diperiksa kelayakannya. Yang dimaksud layak pakai adalah yang bersihn dan tidak dalam kondisi rusak parah, seperti sobekan besar, noda berat, atau kerusakan yang tidak dapat diperbaiki.

Beri Pengalaman Berbagi yang Berbeda

Mereka menggandeng mitra untuk mendistribusikan pakaian hasil donasi kepada pihak-pihak yang membutuhkan. Tahun ini, mereka kembali menggandeng Human Initiative untuk membagikan pakaian hasil donasi kepada para penerima manfaat.

"Selama lima tahun berkolaborasi bersama Uniqlo, kami telah menyalurkan lebih dari 14 ribu pakaian baru dan lebih dari 20 ribu pakaian bekas, dengan toral lebih dari 11 ribu penerima manfaat di berbagai wilayah Indonesia," kata Anisa Zulhaida, Partnership Human Initiative.

Proses pendistribusiannya dirancang memberikan pengalaman berkesan. Pada tahun lalu, misalnya, sekitar 1.500 penerima manfaat diundang datang ke salah satu toko Uniqlo yang telah disulap seperti tempat bazar pakaian. Pakaian dikelompokkan berdasarkan target pengguna pakaian tersebut, termasuk wanita dewasa, pria dewasa, dan anak-anak.

Penerima manfaat nantinya akan memilih sendiri sesuai kebutuhan masing-masing. Namun, mereka hanya dibatasi boleh mengambil empat pieces per orang.

"Kita bantu-bantu menilai, 'kayaknya cocok nih bu, pak'. Setelah dipilih, pakaian itu dikemas, baru dibawa pulang. Jadi, seperti memberi customer experience," ujar Anisa.

Recycle Atau Upcycle

Rencananya, pendistribusian pakaian akan dilaksanakan pada Mei 2026 dengan lokasi masih belum ditentukan. Selama itu, masyarakat masih tetap bisa menyumbangkan pakaian layak pakai mereka demi memperpanjang masa pakainya.

"Untuk pelanggan yang sudah terlanjur menyumbangkan pakaian tak layak, kami akan pisahkan antara pakaian yang layak pakai dan tidak layak pakai. Untuk pakaian yang tidak layak pakai, nanti kami akan recycle atau upcycle, jadi akan didaur ulang kembali," jelas Michelle. 

Kalau pun masih merasa sayang melepas koleksi pakaian lama, Anda bisa memodifikasinya di Re.Uniqlo Studio. Itu adalah pojok layanan perbaikan dan modifikasi pakaian konsumen yang saat ini baru tersedia di tiga lokasi, yakni Grand Indonesia, Senayan City, dan Kelapa Gading. 

"Ini bukan pop-up market tapi tetap akan ada selalu di dalam toko Uniqlo," kata Michelle.

Berkreasi di Re.Uniqlo Studio

Ada tiga layanan yang tersedia saat ini, yakni repair (perbaikan); remake (perbaruan); dan sashiko. Perbaikan yang dimaksud seperti memperbaiki kancing yang lepas atau memasang risleting baru. Sementara, remake dilakukan dengan menambahkan bordir ke busana lama atau bahkan busana baru untuk memberi kesan personal. Terakhir adalah layanan sashiko atau teknik sulam Jepang yang praktiknya mengingatkan pada kristik. 

"Tadinya kita kira bordir nih karena kan bentuknya lucu-lucu, tapi ternyata kebanyakan repair, terutama di Grand Indonesia dan juga Senayan City. Mungkin karena di sini banyak orang kantoran yang mungkin pakaiannya udah rusak, tapi ingin diperbaiki," jelas Michelle.

Kalau pun baju Anda baik-baik saja, membordirnya untuk memberi sentuhan berbeda patut dipertimbangkan. Menjadi kesenangan sendiri saat memilih-milih bentuk bordir yang unik, bahkan menambahkan inisial untuk memberi kesan personal. Biayanya mulai Rp70 ribu untuk setiap desainnya dengan waktu penyelesaiannya lebih cepat dibandingkan sashiko.

"Untuk sashiko, kita estimasi sekitar seminggu karena kan perlu waktu lebih lama untuk menyelesaikannya," kata Michelle.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |