Liputan6.com, Jakarta - Sebuah penerbangan American Airlines dari Philadelphia menuju Phoenix terpaksa dialihkan setelah sebuah perangkat elektronik milik penumpang terbakar di dalam kabin pesawat. Bau asap cukup menyengat seketika tercium dan memicu kekhawatiran di antara 160 penumpang dan enam awak pesawat yang berada di dalamnya.
Insiden yang terjadi pada Sabtu, 23 Agustus 2025 itu memaksa pesawat mendarat darurat di Bandara Internasional Washington Dulles. Mengutip NY Post, Selasa (26/8/2025), seorang penumpang bernama Adriana Novello (22) mengatakan kepada ABC News di AS bahwa ia terbangun dari tidurnya ketika seorang pramugari melompat ke kursinya yang berada di baris pintu keluar.
Awak kabin itu dengan tergesa-gesa meraih salah satu alat pemadam kebakaran di kabin. "Lalu saya mulai mencium bau asap, dan banyak orang di pesawat batuk-batuk," katanya. "Tetapi saya melihat ke belakang, dan yang kami tahu adalah ada sesuatu yang terbakar di lorong."
Pesawat American Airlines 357 langsung disambut petugas tanggap darurat ketika mendarat sekitar pukul 11.50 pagi pada Sabtu itu, menurut Badan Penerbangan Federal (FAA). Tidak dirinci jenis perangkat elektronik terbakar itu. "Perangkat itu segera dipadamkan oleh awak kabin sebelum mendarat," kata American Airlines dalam sebuah pernyataan.
Tren Kasus Kebakaran Gawai di Pesawat Meningkat
Seiring dengan semakin meluasnya penggunaan gawai seperti ponsel dan pengisi daya baterai portabel, laporan kebakaran selama penerbangan juga semakin sering. FAA pada Februari 2025 menyebutkan lonjakan 388 persen kasus kebakaran yang disebabkan oleh perangkat tersebut selama dekade terakhir.
Pada pertengahan Juli 2025, power bank meledak diduga jadi penyebab kebakaran di kabin pesawat Virgin Australia yang sedang mengudara dari Sydney ke Hobart, Australia. Melansir The Guardian, Jumat, 25 Juli 2025, penerbangan Virgin VA1528 sedang mendarat di Hobart pada Senin, 21 Juli 2025, ketika kebakaran terjadi di bagasi kabin, kata juru bicara maskapai.
Video yang diambil di dalam pesawat, seperti dimuat Pulse Tasmania, menunjukkan seorang pramugari menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) pada tas jinjing berasap. Para penumpang juga mencoba membantu memadamkan api dengan menuangkan botol air mereka ke tas berasap tersebut.
Juru bicara Virgin mengatakan, awak kabin memadamkan api sebelum pesawat mendarat dan petugas pemadam kebakaran di darat mengeluarkan tas dari bagasi kabin.
Daftar Tambahan Barang yang Dilarang Masuk Bagasi Terdaftar
Sementara itu, menurut laporan TheStreet pada 15 Agustus 2025, TSA dan Badan Penerbangan Federal (FAA) Amerika Serikat memperbarui daftar barang terlarang yang tak boleh masuk bagasi tercatat. Itu adalah alat pengeriting rambut nirkabel atau catokan rambut yang mengandung kartrid gas; alat pengeriting rambut dan catokan rambut berisi butana; serta kartrid isi ulang gas untuk alat-alat tersebut.
Meskipun produk-produk ini dilarang dibawa dalam bagasi tercatat, FAA menyatakan bahwa produk-produk ini masih dapat dikemas dalam tas jinjing. Namun, "penutup pengaman harus dipasang dengan aman di atas elemen pemanas. Alat ini harus dilindungi dari aktivasi yang tidak disengaja."
Peralatan rambut dengan kabel, seperti alat pengeriting rambut atau catokan rambut, yang dicolokkan ke stopkontak masih diperbolehkan di bagasi jinjing dan bagasi terdaftar. Namun, jika tiga benda yang dilarang dimasukkan ke dalam bagasi tercatat, TSA bisa menyitanya.
Ketentuan Baru Bawa Powerbank ke Pesawat Emirates
Sementara itu, Emirates akan melarang penggunaan powerbank oleh penumpangnya selama penerbangan berlangsung sebagai langkah-langkah keamanan baru. Aturan tersebut akan berlaku mulai 1 Oktober 2025 setelah melalui tinjauan keamanan karena kekhawatiran memicu kebakaran, ledakan, dan gas beracun.
Selama ini, maskapai yang berbasis di Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) itu memperbolehkan penumpang mereka mengisi ulang powerbank yang kemudian dapat mengisi daya perangkat elektronik lainnya, seperti ponsel, tablet, dan kamera. Namun, peningkatan insiden terkait penggunaan baterai lithium mengubah kebijakan maskapai.
Mengutip The Independent, Rabu, 13 Agustus 2025, setelah aturan baru berlaku nanti, penumpang Emirates tetap diperbolehkan membawa satu power bank ke dalam pesawat, asalkan informasi kapasitas tercantum dan hanya disimpan di saku kursi atau tas di bawah kursi depan, bukan di bagasi kabin. Larangan penyimpanan power bank di bagasi terdaftar sudah diberlakukan.