Liputan6.com, Jakarta - Kasus campak terdeteksi di Amerika Serikat. Salah satunya adalah penumpang Singapore Airlines yang tiba di Bandara Internasional Los Angeles pada 9 Februari 2026, menurut media AS. Dengan teridentifikasinya penumpang itu, ia menjadi kasus campak keempat di Los Angeles County pada tahun ini.
Badan Penyakit Menular Singapura (CDA) pun menanggapi informasi tersebut dengan menyatakan bahwa kasus itu tidak terkait dengan kasus lain yang ada di Singapura. Pihak CDA mengaku diberitahu tentang kasus tersebut pada 20 Februari 2026.
Mengutip CNA, Senin, 23 Februari 2026, penumpang dengan penerbangan SQ38 itu terbang dari Kamboja dan transit di Singapura selama 2,5 jam sebelum naik pesawat Singapore Airlines ke Los Angeles.
"Berdasarkan tanggal munculnya gejalanya, kasus tersebut telah terinfeksi sebelum transit di Singapura," kata Profesor Madya Lim Poh Lian, direktur kelompok program penyakit menular CDA.
"Kasus tersebut tetap berada di area transit di bandara selama berada di Singapura, dan tidak terkait dengan kasus lain yang diketahui di Singapura."
SIA menyatakan pada 20 Februari 2026 bahwa mereka bekerja sama erat dengan pihak berwenang terkait masalah ini. "Kami menyesal tidak dapat mengungkapkan detail spesifik karena kerahasiaan pelanggan," imbuh mereka. Pihak maskapai juga tak menjelaskan detail langkah-langkah penanganan kesehatan dan keselamatan di dalam pesawat mengingat kasus campak meningkat secara global.
14 Kasus Campak di Singapura
Singapura baru-baru ini memperkenalkan langkah-langkah seperti isolasi wajib, pelacakan kontak, dan karantina beberapa kontak dekat, setelah mendeteksi peningkatan infeksi campak di negara tersebut. Empat belas kasus telah dilaporkan di Singapura sejauh tahun ini, menurut buletin penyakit menular mingguan terbaru CDA yang diterbitkan pada 20 Februari 2026.
Sebelumnya, kasus campak di Australia Barat juga ditemukan pada penumpang yang memiliki riwayat perjalanan dari Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI telah menerima notifikasi resmi melalui mekanisme International Health Regulations (IHR) dari otoritas kesehatan Australia terkait satu kasus campak dengan penerbangan dari Indonesia.
Satu kasus campak tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Perempuan 18 tahun tersebut melakukan perjalanan menggunakan Batik Air rute Jakarta - Perth pada 7--8 Februari 2026. Namun, gejala ruam baru muncul pada 8 Februari 2026 saat sudah berada di Perth. Berdasarkan pemeriksaan PCR yang bersangkutan positif campak.
"Saat ini dilaporkan satu kasus tanpa kematian," tulis Kementerian Kesehatan dalam keterangan resmi pada Minggu, 22 Februari 2026, dikutip dari kanal Health Liputan6.com.
Belum Ada Kasus Campak Tambahan di Indonesia
Kemenkes juga mendapatkan informasi bahwa orang tersebut sudah menjalani vaksinasi MMR lengkap pada 2009 dan 2012. Berdasarkan laporan ini, Indonesia telah berkoordinasi dengan Australia untuk memastikan respons sesuai standar internasional.
"Namun demikian pihak Australia juga masih melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap kasus tersebut dan belum memberikan informasi lebih detail," tulis Kemenkes.
Usai temuan kasus tersebut, Kemenkes bersama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat melakukan penyelidikan epidemiologi dan penguatan surveilans sesuai Standar Operasional Prosedur penanganan campak nasional. Setelah diselidiki, belum ada tambahan kasus.
"Hingga saat ini belum ditemukan laporan kasus tambahan yang berkaitan," tulis Kemenkes. Meski begitu surveilans tetap diperketat untuk mendeteksi kemungkinan kasus suspek tambahan.
Waspadai Gejala Campak
Pada 2025, tercatat 9.760 kasus campak terkonformasi di Indonesia. Hingga Februari 2026 dilaporkan 269 kasus campak. Mengingat campak masih ditemukan di berbagai negara, Kemenkes meminta untuk memastikan status imunisasi campak lengkap sesuai jadwal.
Bila masyarakat mengalami gejala demam dan ruam, segera periksakan diri ke fasilitas kesehatan. "Bagi yang terinfeksi campak agar membatasi kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan," pesan Kemenkes.
Campak adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan virus genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Gejala yang dialami seperti demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit seperti mengutip laman EMC.
Infeksi tersebut biasanya terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2--4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan selama ruam kulit ada.
Ruam muncul pada muka dan leher, dimulai dari belakang telinga, kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Ruam bertahan selama tiga hari atau lebih pada kisaran hari ke-4 sampai ke-7 demam. Ruam muncul saat demam mencapai puncaknya. Ruam berakhir dalam 5-- 6 hari, dan menjadi berwarna seperti tembaga atau kehitaman seperti mengutip laman IDAI.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511332/original/087073200_1771906151-cropped-531606ed-add6-49de-a873-6e1724f1131a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511265/original/058539900_1771903637-cropped-f3471715-c246-420d-91fa-7d81fb6e255b.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511262/original/085360700_1771903081-cropped-432a023f-0a92-4ae4-9008-e35c5a0aba97.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511135/original/037039600_1771893582-parke.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511217/original/014929200_1771901636-cropped-b61e08a3-7da9-4042-9823-7a37654ec2a2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511163/original/089854700_1771897892-Menggoreng_kacang_telur_kribo__Gemini_AI_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2847944/original/001301700_1562639222-sheila-jellison-shBk33gUv3Q-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447603/original/002768600_1765959497-Frozen_food_bakso_aci.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511024/original/023135100_1771860184-niklas-jonasson-dMkYoYQ73Ys-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510992/original/058792100_1771851511-security-guard-frisk-passengers-standing-queue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509839/original/043917700_1771766494-IMG-20260222-WA0028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5510937/original/085753700_1771844665-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_11.38.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511017/original/062525300_1771855074-andrew.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510733/original/053916700_1771837198-Gemini_Generated_Image_vtpiyuvtpiyuvtpi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484733/original/035361900_1769483129-banane_baru_digoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510367/original/068622000_1771826943-WhatsApp_Image_2026-02-22_at_13.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510596/original/003932100_1771832535-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510887/original/095725800_1771842183-Gemini_Generated_Image_jy8pc7jy8pc7jy8p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5044837/original/084570700_1733891267-Desain_tanpa_judul_-_2024-12-11T110951.443.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472482/original/096114800_1768367502-Gemini_Generated_Image_qf2l7qqf2l7qqf2l.png)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)