Penumpang Jet2 Dilarang Terbang Seumur Hidup Usai Berkelahi dalam Penerbangan

6 days ago 22

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video viral memperlihatkan perkelahian antara dua penumpang dalam penerbangan maskapai Jet2. Rekaman yang beredar menunjukkan pertengkaran terjadi di lorong pesawat dan melibatkan aksi saling pukul di hadapan penumpang lain. Insiden tersebut langsung menyita perhatian publik setelah videonya tersebar luas di media sosial.

Melansir news.com.au, Selasa, 17 Februari 2026, di video, kedua pria tampak terlibat adu mulut cukup sengit sebelum situasi berubah menjadi kontak fisik. Suasana kabin yang awalnya tenang mendadak ricuh ketika keduanya mulai saling mendorong dan melempar pukulan.

Awak kabin bersama beberapa penumpang terlihat berupaya melerai, namun ketegangan sudah terlanjur memuncak. Kejadian tersebut memicu kepanikan di antara penumpang lain, termasuk keluarga dan anak-anak yang berada di dalam pesawat.

Banyak yang terdengar berteriak dan meminta keributan dihentikan. Peristiwa ini pun menuai beragam reaksi warganet, mulai dari kecaman terhadap pelaku hingga sorotan terhadap pentingnya keamanan penerbangan.

Penerbangan tersebut diketahui berangkat dari Antalya, Turki, menuju Manchester, Inggris. Para pramugari berusaha menenangkan pelaku yang membuat keributan, tapi berakhir sia-sia karena dia terus melawan, yang akhirnya menyebabkan perkelahian semakin panas pada ketinggian 30 ribu kaki.

Akibat keributan yang dinilai mengganggu keselamatan dan kenyamanan, pesawat terpaksa mendaratan darurat di Brussels, Belgia. Setelah mendarat, kedua orang yang tidak disebutkan identitasnya tersebut dikawal keluar oleh pihak berwenang. Setelah itu penerbangan berlanjut, dan akhirnya mendarat pukul 10 malam, waktu Manchester.

Kata Pihak Maskapai

Hingga kini, penyebab pasti perkelahian belum dikonfirmasi secara resmi. Namun, pihak maskapai langsung mengambil langkah tegas terhadap dua penumpang yang terlibat. 

"Kami dapat mengonfirmasi bahwa dua penumpang yang mengganggu telah dilarang terbang bersama kami seumur hidup. Kami juga akan menempuh langkah untuk memulihkan biaya yang timbul akibat pengalihan penerbangan ini," demikian pernyataan resmi maskapai.

Mereka menambahkan, "Sebagai maskapai penerbangan yang ramah keluarga, kami menerapkan pendekatan tanpa toleransi terhadap perilaku penumpang yang mengganggu, dan kami sangat menyesal bahwa penumpang lain dan kolega kami di dalam pesawat juga harus mengalami hal ini."

Seorang saksi mata menyebut, insiden itu mengubah perjalanan yang seharusnya normal menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan. Beberapa penumpang mengklaim, salah satu pria yang terlibat diduga berada dalam pengaruh alkohol sebelum keributan terjadi.

Dugaan Pemicu Perkelahian

The Sun melaporkan, saksi mata juga menyebut adanya komentar bernada rasis yang dilontarkan sebelum situasi memanas. Meski demikian, detail resmi terkait pemicu perkelahian masih dalam penelusuran.

Menurut keterangan dari beberapa penumpang lainnya, mereka mengatakan, "Awalnya kami memilih mengabaikannya. Tapi itu tidak berhenti. Malah semakin memburuk. Meski dia minum alkohol di pesawat, dia sepenuhnya sadar akan lingkungan sekitarnya, tahu persis apa yang dia katakan, dan tetap fokus sepanjang penerbangan."

"Kami berada ribuan kaki di udara dan situasinya terus memburuk," imbuhnya. Hingga saat ini, belum ada keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan proses hukum terhadap kedua pelaku. Insiden tersebut tidak hanya berdampak pada dua pelaku, tetapi juga kepada penumpang lain yang ikut merasakan ketegangan selama penerbangan berlangsung.

Dampak bagi Penumpang Lain

Sejumlah penumpang dilaporkan merasa tertekan, terintimidasi, dan tidak nyaman akibat keributan yang terjadi secara tiba-tiba. Suasana di dalam pesawat yang semula kondusif berubah menjadi tidak terkendali, dengan teriakan dan kepanikan yang menyelimuti kabin.

Pengalihan rute penerbangan juga menyebabkan keterlambatan waktu kedatangan, serta berpotensi mengganggu jadwal lanjutan sebagian penumpang, termasuk mereka yang memiliki penerbangan lanjutan atau agenda penting setibanya di tujuan.

Beberapa keluarga yang membawa anak-anak bahkan disebut mengalami ketakutan dan trauma karena harus menyaksikan langsung perkelahian tersebut dalam ruang terbatas. Situasi ini menunjukkan bahwa satu tindakan tidak bertanggung jawab dapat berdampak luas terhadap banyak orang.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |