Paspor Amerika Serikat Terbaru Bakal Tampilkan Wajah Donald Trump di Halaman Dalam

13 hours ago 11

Liputan6.com, Jakarta - Amerika Serikat (AS) segera menerbitkan paspor dengan desain terbaru. Yang mengejutkan, wajah Presiden Donald Trump akan ditampilkan di halaman dalam.

Hal itu disampaikan pejabat Departemen Luar Negeri pada Selasa, 28 April 2026. Mengutip CNN, Rabu (29/4/2026), pejabat tersebut mengatakan bahwa paspor tersebut 'akan menjadi paspor standar yang dikeluarkan Kantor Paspor Washington ketika tersedia' bagi mereka yang memperbarui paspor mereka secara langsung di lokasi tersebut.

"Opsi daring atau lokasi lain akan mempertahankan desain paspor yang ada," kata pejabat tersebut.

Penerbitan paspor bergambar Trump itu dikatakan sebagai cara untuk memeringati ulang tahun ke-250 kemerdekaan AS. Itu berbeda dari cara peringatan kemerdekaan selama ini, seperti menerbitkan koin peringatan atau cetakan khusus kartu masuk taman nasional.

Paspor bergambar wajah Trump itu bakal berlaku selama 10 tahun. Menurut contoh desain paspor, wajah Trump dan tanda tangannya dalam warna emas akan muncul di sampul bagian dalam. 

"Saat Amerika Serikat merayakan ulang tahun ke-250 Amerika pada bulan Juli, Departemen Luar Negeri sedang bersiap untuk merilis sejumlah terbatas paspor AS yang dirancang khusus untuk memperingati peristiwa bersejarah ini," kata juru bicara Departemen Luar Negeri Tommy Pigott, kemarin.

"Paspor ini akan menampilkan karya seni yang disesuaikan dan citra yang lebih baik sambil mempertahankan fitur keamanan yang sama yang menjadikan paspor AS sebagai dokumen paling aman di dunia," imbuhnya.

Paspor Edisi Trump Dicetak Terbatas

Berita tentang paspor AS edisi Trump itu pertama kali dilaporkan oleh The Bulwark, dan Fox News pertama kali menerbitkan maket paspor baru tersebut. Menurut maket paspor tersebut, sampul belakang akan menampilkan gambar dari lukisan “Deklarasi Kemerdekaan” karya John Trumbull.

Departemen Luar Negeri akan mulai menerbitkan paspor ini pada musim panas ini. Belum jelas berapa banyak yang akan diterbitkan.

Saat ini, sampul depan bagian dalam paspor AS menampilkan gambar lukisan Percy Moran tentang Francis Scott Key pada pagi hari setelah pemboman Fort McHenry – pertempuran yang menginspirasi Key untuk menulis apa yang kemudian menjadi lagu kebangsaan AS. Baris-baris dari lagu kebangsaan juga dicetak di bagian dalam sampul depan.

Wajah Trump di Benda Peringatan Kemerdekaan AS Lainnya

Tahun lalu, Departemen Dalam Negeri, yang mengawasi taman-taman nasional, mengumumkan bahwa mereka akan meluncurkan 'desain baru peringatan' untuk kartu masuk taman, salah satunya menampilkan wajah Trump bersama George Washington.

“Merupakan kehormatan bagi departemen untuk menampilkan kartu masuk America the Beautiful yang menghormati ulang tahun ke-250 Amerika dan generasi yang telah melindungi tanah kita,” kata Menteri Doug Burgum dalam sebuah video yang diunggah di situs web departemen.

Bulan lalu, Komisi Seni Rupa pilihan Trump memberikan suara untuk menyetujui koin peringatan untuk ulang tahun ke-250 Amerika Serikat yang menampilkan wajah presiden. Tahun lalu, nama Trump juga dikaitkan dengan Kennedy Center dan Institut Perdamaian AS.

Tuai Pro Kontra Warganet

Sejumlah warganet AS dengan segera memenuhi kolom komentar tak lama setelah berita paspor itu disampaikan Departemen Luar Negeri di akun Instagramnya. Mereka mayoritas menolak paspor edisi spesial tersebut.

"Tidak ada yang menginginkan ini," tulis seorang warganet.

"Saya tidak ingin wajah Trump di paspor saya!! Rasanya seperti kita dipaksa untuk menjadi bagian dari sebuah sekte," ujar yang lain. "Kita benar-benar seperti parodi sebuah negara," kata warganet yang tidak terima.

Sementara, ada pula yang tak sabar dengan kehadiran paspor tersebut. "Saya sangat berharap ini bukan pilihan, tetapi satu-satunya jenis yang dikeluarkan untuk sementara waktu. Aksi iseng tingkat lanjut: membuat warga Amerika yang mengidap TDS (Trump Derangement Syndrome), yang juga membutuhkan paspor, membawa dokumen bergambar wajah Trump selama SEPULUH TAHUN!!!" komentar warganet yang pro.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |