Mirip Punch, Bayi Monyet Yuji Punya Boneka Kesayangan

11 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Yuji, seekor bayi monyet patas berusia 6 minggu di Meksiko, bangun setiap hari sambil berpegangan pada boneka anjing. Lebih dari sekadar mainan, boneka ini bertindak sebagai ibu pengganti setelah primata kecil itu ditolak ibunya sendiri, Kamaria, yang baru pertama kali menjadi orangtua dan tidak mampu membentuk ikatan keibuan.

Dengan berat hanya 673 gram, melansir AsiaOne, Jumat, 17 April 2026, Yuji mewakili kasus terbaru pengasuhan buatan di Kebun Binatang Guadalajara di Meksiko bagian barat. Kisah Yuji telah menarik perhatian publik Meksiko, dan dibandingkan dengan Punch.

Ia merupakan monyet makaka Jepang yang menjadi viral di media sosial setelah tumbuh besar dengan berpegangan pada boneka orangutan setelah ditolak ibunya. Tidak seperti Punch, Yuji belum pernah melakukan kontak fisik dengan anggota spesiesnya yang lain.

Bayi monyet itu menghabiskan sebagian besar waktunya di dalam kandang monyet di Pusat Komprehensif Kedokteran dan Kesejahteraan Hewan Kebun Binatang Guadalajara, Cimba, di mana ia berada di bawah perawatan 12 dokter hewan dan ahli biologi.

Belum ada tanggal pasti untuk pemindahan Yuji ke habitat yang dihuni oleh 12 monyet patas dewasa lainnya dan tiga bayi monyet lainnya. Hal itu akan bergantung pada kapan ia disapih dari diet hanya minum susu dan mulai mengonsumsi makanan dewasa, kata dokter hewan Ivan Reynoso Ruiz, kepala bagian primata di Kebun Binatang Guadalajara.

Perilaku Tidak Biasa

Hal itu bisa terjadi ketika Yuji berusia sekitar 6 bulan, katanya. Hanya beberapa jam setelah melahirkan pada 3 Maret 2026, Kamaria mulai menunjukkan perilaku tidak biasa. Ia kesulitan memegang anak pertamanya dengan benar, sehingga bayi tersebut tidak dapat berpegangan pada ibunya.

Setelah menyadari adanya masalah, para penjaga memisahkan induk dari bayinya yang baru lahir, yang beratnya hanya 443 gram dan membutuhkan penempatan segera di inkubator di CIMBA untuk menstabilkan suhunya dan menjaga kesehatannya, kata Reynoso Ruiz.

Ini adalah awal dari pengasuhan bayi tersebut, sebuah proses yang sering digunakan oleh kebun binatang untuk melindungi kesehatan dan perkembangan anak-anak yang berisiko. Seorang pengasuh memberinya nama Yuji, diambil dari nama karakter manga Jepang yang populer.

Diawasi 24 Jam

Selama beberapa minggu pertama, Yuji berada di bawah pengawasan 24 jam dan diberi susu formula yang diperkaya. Sejak awal, ia diberi boneka binatang untuk kenyamanannya.

Reynoso Ruiz menjelaskan bahwa mainan tersebut memenuhi peran seorang ibu dengan berfungsi sebagai sumber keamanan utamanya. Untuk menjaga kebersihan, staf secara bergantian memberikan boneka anjing tersebut dengan dua mainan lainnya: beruang dan monyet, untuk memastikan ia selalu memiliki teman yang bersih.

Untuk merangsang perkembangan si bayi monyet, para pengasuh melengkapi kandang Yuji dengan tempat tidur gantung kecil dan tali. Saat berat badannya mulai bertambah dan ia tidur lebih lama, timnya menyesuaikan jadwal pemberian makan hewan tersebut.

Menentang Praktik Pengasuhan Buatan

Yuji sekarang menerima botol susu pertama dari empat botol susu hariannya pada pukul 7 pagi. Meski kisah Punch dan Yuji telah populer di media sosial, beberapa pendukung hak hewan menentang praktik pengasuhan buatan.

Diana Valencia, seorang aktivis hak hewan, berpendapat bahwa tidak ada pengganti habitat alami, dan bahwa hewan "berhak untuk dilahirkan, tumbuh, berkembang, dan mati di tempat mereka seharusnya berada."

Menanggapi kritik ini, pakar primata Kebun Binatang Guadalajara menekankan, kebun binatang modern memberikan kesempatan unik untuk melindungi spesies dari ancaman global. Ia mengatakan intervensi tersebut adalah masalah hidup atau mati, dan Yuji kemungkinan akan mati di alam liar tanpa "kesempatan kedua" untuk bertahan hidup.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |