Met Gala 2026, Anna Wintour Dicibir Terlalu Ikut Campur

3 hours ago 7

Liputan6.com, Jakarta - Anna Wintour kembali jadi pusat perbincangan. Pasalnya, sebagian besar pengagum top editor Vogue Amerika, Chloe Malle, di industri penerbitan sempat menahan napas saat kabar tentang Met Gala tahun ini beredar.

Melansir PageSix, Sabtu (4/4/2026), banyak yang khawatir pengaturan acara tahunan bergengsi itu terlihat seperti menempatkan Malle di "meja anak-anak." Ia menghadapi tantangan besar: mengambil alih kendali VogueAmerika  sementara pendahulunya, Wintour, tetap jadi sosok dominan—baik di majalah maupun dalam budaya mode secara global.

Hanya beberapa bulan setelah pengangkatannya, beberapa orang dalam industri merasakan ketegangan: struktur organisasi Met Gala yang formal kini tampak seperti peragaan posisi Malle dalam hierarki Vogue—di bawah bayang-bayang ikon yang telah mendominasi acara selama beberapa dekade.

Selama ini, Wintour memiliki peran ganda yang saling memperkuat. Sebagai pemimpin redaksi Vogue, ia mengubah Costume Institute Gala menjadi acara mode utama dunia, dan sebagai penjaga gerbang gala, ia menegaskan kekuasaannya di industri, sekaligus mempertahankan citra diktator yang sebagian besar dianggap baik hati.

Namun, bahkan setelah Vogue mengerahkan sumber daya besar untuk memoles reputasi acara, Wintour tampak masih ingin mempertahankan sorotan utama pada dirinya, daripada menjadikannya sebagai panggung bagi Malle untuk menonjol.

Untuk gala tahun ini, detail yang muncul menunjukkan Wintour akan menjabat sebagai ketua bersama Beyonce, Nicole Kidman, dan Venus Williams. Di bawah mereka, ketua bersama Komite Penyelenggara Met Gala adalah Anthony Vaccarello dan Zoë Kravitz.

Malle hadir sebagai "anggota tambahan" komite penyelenggara, berdampingan dengan model dan aktor ternama. Vaccarello, perancang untuk YSL yang menjadi sponsor acara, menempati posisi tinggi dalam daftar ini.

Penunjukan Chloe Malle

"Anna sama sekali tidak berpura-pura berbagi posisi puncak," kata seorang sumber media. "Dia bisa saja menggunakan kekuasaannya untuk mempermudah kenaikan Malle, tapi itu tidak dilakukan."

Malle sendiri, meski berada di peringkat yang lebih rendah dalam komite gala, tetap mendapatkan pengakuan luas di industri. Banyak orang dalam dunia mode membandingkannya dengan tokoh-tokoh paling dihormati, seperti Vanessa Friedman dari New York Times dan pemenang Pulitzer, Robin Givhan.

Reputasi profesional dan dedikasinya membuatnya menjadi figur yang sangat dihormati—bukan karena sorotan glamor, tapi karena kemampuan editorial dan kepemimpinan yang nyata. Wintour mengumumkan pada Juni tahun lalu bahwa ia mundur dari posisi pemimpin redaksi Vogue Amerika yang telah ia pegang sejak 1988.

Ia menunjuk Malle sebagai pengganti pada September 2025 dengan gelar kepala konten editorial. Namun, Wintour tetap menjabat sebagai kepala konten global Condé Nast dan direktur editorial untuk 28 edisi Vogue di seluruh dunia.

Dibandingkan dengan Publikasi Sebelah

Beberapa perbandingan menarik muncul dari publikasi saudara Vogue, Vanity Fair, yang baru-baru ini menunjuk Mark Giuducci sebagai pemimpin redaksi. Giuducci langsung menjadi pusat perhatian, bahkan mengubah format pesta Oscar mereka secara radikal.

"Mereka menggunakan profilnya untuk menegaskan kehadirannya," kata seorang sumber. Namun perbandingan ini tidak sepenuhnya sepadan. Berbeda dengan Vanity Fair, Vogue berbagi kendali atas gala dengan museum dan sejumlah mitra, bukan hanya satu pemimpin baru.

Sumber lain menyebut pengaturan gala tahun ini lebih mirip "peran pendamping ratu" bagi Malle, alih-alih menjadikannya Cinderella yang tiba-tiba menonjol. Meski begitu, Vogue menekankan kerja sama yang erat antara Wintour dan Malle.

"Anna sangat menghargai kolaborasinya dengan Chloe, dan selalu terkesan dengan visi dan kreativitasnya," kata juru bicara Vogue.

Persimpangan Sejarah

Wintour tetap jadi anggota Dewan Pengawas Museum Costume Institute dan telah lama mendukung acara penggalangan dana, mengumpulkan lebih dari 280 juta dolar AS untuk museum. Nama Anna Wintour Costume Center pun telah diabadikan sejak 2014.

Menurut sumber dekat majalah, "Met Gala adalah proyek besar yang melibatkan banyak orang di Vogue, bekerja sama erat dengan museum. Chloe, sebagai Kepala Konten Editorial AS, memimpin liputan editorial Vogue pada malam itu."

"Jadi anggota komite penyelenggara bukan hanya kehormatan. Komite ini berperan penting mendukung Costume Institute. Para anggotanya bertindak sebagai duta untuk pameran, dan kehadiran Chloe menunjukkan pengakuan terhadap kepemimpinannya dalam dunia editorial," tambah sumber tersebut.

Dengan posisi ini, Malle berada di persimpangan sejarah Vogue: membangun otoritasnya sendiri sambil menavigasi bayang-bayang legenda mode, di acara yang tetap menjadi puncak glamor dunia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |