Menpar: Pariwisata Bali Stabil Meski Situasi di Timur Tengah Bergejolak

13 hours ago 2

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan bahwa kondisi pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir tetap berada dalam kondisi stabil meskipun situasi geopolitik global, khususnya kondisi perang di Timur Tengah, terus berlangsung. Sebelumnya, hingga 1 Maret 2026, setidaknya 1.631 orang terdampak pembatalan penerbangan akibat penutupan ruang udara di Timur Tengah.

"Situasi global tentu kami pantau dengan sangat serius. Namun, data di lapangan menunjukkan bahwa kinerja pariwisata Bali dalam beberapa minggu terakhir masih berada pada kondisi yang stabil, dengan tingkat hunian hotel yang tetap terjaga. Ini menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi destinasi yang dipercaya dan diminati wisatawan dunia," kata Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam siaran pers, Kamis, 5 Maret 2026.

Ia menyatakan data terkini menunjukkan bahwa aktivitas pariwisata di Bali masih berjalan baik dan tingkat hunian hotel tetap berada pada level yang sehat. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari industri per 4 Januari 2026, sekitar 52 persen hotel di Kabupaten Badung yang menjadi pusat utama pariwisata Bali, berada pada tingkat hunian 41--69 persen.

Sementara, 36 persen hotel telah mencapai tingkat hunian 70--80 persen. Data itu, klaim Menpar, menunjukkan bahwa mayoritas properti masih berada pada kategori hunian menengah hingga tinggi, yang menandakan performa pasar yang relatif kuat.

Sementara di Kabupaten Gianyar, sekitar 53,8 persen hotel juga berada pada tingkat hunian 41–69 persen, dengan 23,1 persen berada pada kisaran 70–80 persen, dan sebagian kecil mencapai tingkat hunian 81–100 persen. Meski terdapat variasi tingkat hunian antar-properti, secara umum aktivitas pariwisata masih menunjukkan dinamika yang stabil.

Promosi Pariwisata Indonesia di ITB Berlin 2026

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan pelaku industri pariwisata serta memperkuat strategi pemasaran di berbagai pasar utama guna memastikan keberlanjutan kinerja sektor pariwisata nasional. Ia menyatakan optismistis dengan daya tarik destinasi, kualitas pengalaman wisata, serta kerja sama erat antara pemerintah dan industri, Indonesia tetap berada pada posisi yang kuat sebagai destinasi pilihan wisatawan global di tengah dinamika global yang terus berkembang.

Dalam pekan yang sama, Indonesia turut berpartisipasi dalam ITB Berlin 2026, pameran pariwisata business-to-business (B2B) terbesar, tertua, dan paling bergengsi di dunia. Menpar Widi membuka Paviiliun Indonesia di Berlin ExpoCenter, Messe Berlin, pada Selasa, 3 Maret 2026.

Dalam pembukaan itu, ia meluncurkan kampanye GoBeyondOrdinary. Tema itu dipilih untuk menegaskan posisi Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya indah secara pemandangan, tetapi juga menghadirkan pengalaman wisata yang berkualitas dan bernilai tambah.

"Kampanye #GoBeyondOrdinary merupakan cerminan program unggulan Kementerian Pariwisata, yaitu Quality Tourism, yang menekankan penciptaan nilai tambah melalui prinsip inklusivitas dan keberlanjutan," ujar Menpar.

Usung 5 Jenis Paket Wisata

ITB Berlin 2026 berlangsung pada 2--5 Maret 2026. Paviliun Indonesia yang menempati area seluas 441-meter persegi di Hall 26, Booth No. 111, merupakan salah satu paviliun dengan jumlah partisipasi pelaku industri terbesar dalam lima tahun terakhir, melibatkan lebih dari 91 pelaku industri pariwisata dari 11 provinsi, termasuk penyedia akomodasi, Destination Management Company (DMC), agen travel/operator tur, desa wisata, serta penyedia jasa pariwisata lainnya.

Paviliun Indonesia menampilkan lima paket wisata minat khusus, meliputi pariwisata bahari, gastronomi, kebugaran, wastra Nusantara, serta pariwisata ramah Muslim. Tahun ini, Kementerian Pariwisata mempromosikan Destinasi Pariwisata Prioritas (DPP) dan Destinasi Pariwisata Regeneratif (DPR) di ITB Berlin 2026.

Di Paviliun Indonesia, destinasi-destinasi ini dikenalkan melalui berbagai kemasan immersive experiences yang membuka minat wisatawan mancanegara berpetualang ke Indonesia dan juga beragam paket-paket wisata yang sejalan dengan program unggulan Quality Tourism Kementerian Pariwisata. 

Target Pemasukan dan Proyeksi Pariwisata di Timur Tengah

Kemenpar juga mempromosikan paket pariwisata ramah Muslim yang semakin diminati wisatawan global. Hal ini dinilai potensial mengingat ITB Berlin mempertemukan buyers dari Eropa, Timur Tengah, Asia, hingga Afrika.

"Dengan keragaman daya tarik yang dimiliki, Indonesia menawarkan pengalaman wisata yang menyentuh jiwa dan rasa wisatawan melalui interaksi dengan masyarakat lokal, kekayaan budaya, serta tradisi autentik di setiap destinasi," ujar Widi.

Kemenpar menargetkan 498.000–541.000 potensi transaksi wisatawan (pax), atau setara dengan Rp 12,9–14,3 triliun potensi devisa negara, dengan kepesertaan itu. Target ini mencerminkan optimisme peningkatan kontribusi sektor pariwisata dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Mengutip Euronews, Kamis, 5 Maret 2026, sebuah laporan Tourism Economics terbaru merilis proyeksi dampak perang terhadap pariwisata regional, sesuai pandangan aliansi perjalanan tersebut. "Kami memperkirakan kedatangan wisatawan ke Timur Tengah dapat menurun 11--27 persen dari tahun ke tahun pada 2026 karena konflik tersebut, dibandingkan dengan perkiraan Desember kami yang memproyeksikan pertumbuhan 13 persen," kata Direktur Peramalan Global Helen McDermott dan Ekonom Senior Jessie Smith.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |