Langkah Praktis Budidaya Buncis Organik untuk Hasil Berkualitas

9 hours ago 9

Liputan6.com, Jakarta - Budidaya tanaman secara organik semakin diminati karena dinilai lebih ramah lingkungan serta mampu meminimalkan dampak negatif terhadap alam. Salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan dengan metode ini yaitu budidaya buncis (Phaseolus vulgaris), sayuran buah yang termasuk dalam kelompok Leguminosa.

Tanaman buncis dapat tumbuh dengan baik di dataran rendah hingga dataran tinggi, melansir IPB Digitani, Sabtu, 28 Maret 2026, dengan berada pada suhu berkisar 20–25°C. Di Indonesia, buncis umumnya terbagi menjadi dua jenis, yaitu buncis merambat dan buncis tegak.

Buncis merambat mampu tumbuh hingga mencapai panjang sekitar dua meter. Namun, jenis ini cenderung mudah rebah sehingga memerlukan penopang, seperti ajir dari bambu. Sementara, buncis tegak memiliki tinggi sekitar 60 cm dan tidak membutuhkan penopang dalam proses pertumbuhannya.

Tanaman buncis membutuhkan paparan sinar matahari yang cukup serta curah hujan yang sedang. Kondisi ini membuat buncis cocok dibudidayakan pada akhir musim hujan hingga awal musim kemarau. Meski demikian, tanaman ini cukup sensitif terhadap genangan air, sehingga sistem drainase lahan harus diperhatikan dengan baik agar tidak menghambat pertumbuhan.

Dengan memahami karakteristik tersebut, penerapan tahapan budidaya organik yang tepat menjadi kunci untuk menghasilkan panen buncis yang optimal dan berkualitas. Berikut tahapan budidaya buncis organik yang perlu diketahui.

Persiapan Media Tanam Buncis

Tahap awal budidaya buncis organik dimulai dari menyiapkan media tanam yang subur dan gembur. Jika memiliki pekarangan sempit, tanah cukup dicangkul ringan untuk memperbaiki sirkulasi udara dan struktur tanah.

Namun, jika menggunakan pot atau polybag, gunakan campuran tanah, kompos, dan sekam dengan perbandingan yang seimbang agar nutrisi tanaman tercukupi. Jika kondisi media terlalu asam, tambahkan sedikit kapur dolomit untuk menstabilkan pH.

Selanjutnya, siapkan wadah tanam seperti pot atau polybag berukuran minimal 30 cm agar akar dapat berkembang dengan baik. Buat lubang tanam dengan jarak yang cukup, lalu isi setiap lubang dengan pupuk kandang atau kompos sekitar satu genggaman tangan. Setelah itu, diamkan media tanam selama 1–3 hari sebelum penanaman agar unsur hara dapat terserap secara optimal dan siap mendukung pertumbuhan buncis.

Pemilihan Benih dan Penanaman Buncis

Sebelum proses penanaman, langkah pertama adalah menyiapkan benih buncis yang berkualitas. Benih dapat diperoleh dari buah buncis yang sudah tua dengan ukuran besar dan bentuk sempurna. Buah tersebut kemudian dijemur di bawah sinar matahari selama 1--2 hari hingga benar-benar kering. Setelah itu, buah dikupas untuk diambil bijinya yang akan digunakan sebagai benih tanam.

Setelah benih siap, proses penanaman dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui tahap penyemaian. Biji buncis ditanam ke dalam lubang tanam yang telah disiapkan sebelumnya, dengan masing-masing lubang diisi dua biji. Selanjutnya, lubang ditutup kembali dengan tanah secara tipis dan disiram secukupnya, terutama saat kondisi media tanam terlihat kering. Dalam waktu sekitar 3--7 hari, benih buncis akan mulai berkecambah dan menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan awal.

Perawatan Tanaman Buncis

Perawatan buncis organik tergolong cukup mudah karena tanaman ini relatif tahan terhadap kondisi kering. Penyiraman tidak perlu dilakukan setiap hari, cukup saat media tanam terlihat kering atau saat cuaca sangat panas. Penyiraman yang berlebihan justru perlu dihindari agar akar tidak membusuk.

Selain itu, pemupukan susulan dapat dilakukan pada minggu ke-3 setelah tanam. Gunakan kompos atau pupuk kandang yang sudah matang sebanyak satu genggaman tangan untuk setiap tanaman, lalu taburkan di sekitar pangkal batang. Perawatan tambahan seperti membersihkan gulma di sekitar tanaman dan memastikan tanaman mendapatkan sinar matahari yang cukup juga penting untuk mendukung pertumbuhan buncis agar tetap sehat dan produktif.

Pengendalian Hama dan Penyakit Secara Alami

Dalam budidaya buncis organik, hama yang sering muncul antara lain kumbang pemakan daun, kutu daun, ulat, hingga lalat kacang. Serangan hama biasanya ditandai dengan daun berlubang, menguning, atau pertumbuhan tanaman yang terhambat.

Untuk mengatasinya, gunakan cara alami seperti memetik hama secara manual, menjaga kebersihan area tanam, serta merotasi tanaman jika memungkinkan. Sisa-sisa tanaman yang sudah tidak sehat juga sebaiknya segera dibuang agar tidak menjadi sumber hama.

Selain hama, buncis juga rentan terhadap penyakit seperti mosaik daun, layu bakteri, antraknosa, dan embun tepung. Pencegahan dapat dilakukan dengan memastikan media tanam memiliki drainase yang baik dan tidak terlalu lembap.

Jika ada tanaman yang menunjukkan gejala penyakit parah, sebaiknya segera dicabut dan dipisahkan dari tanaman lain agar tidak menular. Dengan perawatan yang rutin dan pengendalian alami, tanaman buncis dapat tumbuh sehat tanpa penggunaan bahan kimia.

Panen dan Manfaat Budidaya Organik

Tanaman buncis biasanya mulai berbunga pada usia sekitar 40 hari setelah tanam. Selanjutnya, dalam waktu kurang lebih 10 hari, buah buncis sudah siap untuk dipanen. Panen sebaiknya dilakukan secara rutin setiap dua hari sekali agar kualitas buah tetap terjaga dan tidak terlalu tua. Cara panennya cukup dengan memetik atau memotong buah secara hati-hati agar tidak merusak bunga maupun batang yang masih produktif.

Budidaya buncis secara organik tidak hanya menghasilkan sayuran yang lebih sehat dan aman dikonsumsi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan. Dengan mengurangi penggunaan bahan kimia, metode ini membantu menjaga keseimbangan ekosistem serta kesuburan tanah. Selain itu, kegiatan menanam ini juga dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi keberlanjutan hidup yang lebih ramah lingkungan.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |