Kylie Jenner Digugat 2 Mantan ART-nya dalam Sebulan, Mengaku Alami Diskriminasi dan Tak Digaji

4 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kylie Jenner digugat dua mantan asisten rumah tangganya (ART) dalam sebulan karena perlakuan buruk. Terbaru, Juana Delgado Soto, nama ART itu, menggugat tak hanya pendiri Kylie Cosmetics yang berusia 28 tahun itu, tetapi juga Kylie Jenner Inc., pengawas staf Itzel Sibrian, Tri Star Services dan La Maison Family Services.

Menurut dokumen pengadilan yang diperoleh Los Angeles Times, dikutip dari People, Sabtu, (2/5/2026), para pihak melakukan diskriminasi rasial, pelecehan, kegagalan membayar upah, kegagalan mencegah atau mengatasi pelecehan dan diskriminasi dan banyak lagi.

Menurut Times, Soto mulai bekerja untuk Jenner pada 2019. Ia mengklaim dalam gugatan tersebut bahwa waktu istirahat makan dan istirahat lainnya tidak diberikan kepadanya selama masa kerjanya untuk Jenner. Ia bahkan menyatakan bahwa keadaan menjadi jauh lebih buruk pada 2023 ketika Sibrian menjadi pengawasnya.

Soto mengklaim telah membuat laporan kepada bagian sumber daya manusia tentang dugaan perlakuan buruk yang dialaminya pada 2024. Dalam laporannya, Soto menuduh Sibrian diduga mengejek dan mempermalukannya karena aksen, status imigrasi, dan rasnya, serta menyebutnya bodoh.

Menurut gugatan tersebut, Sibrian diberhentikan sementara karena keluhan Soto tetapi kemudian dipekerjakan kembali. Sibrian kemudian membalas dendam kepada Soto atas klaimnya dengan mengurangi upah per jamnya, memberikan beban kerja yang tidak wajar, dan mengubah jadwalnya, menurut gugatan tersebut.

Mantan ART Kylie Jenner Mengaku Kena Mental

Gugatan yang diperoleh Times merinci lebih banyak klaim Soto, termasuk dipaksa untuk melewatkan pesta kejutan ulang tahunnya demi menggantikan salah satu makan malam Jenner, serta ditolak waktu cuti yang cukup untuk berduka atas kematian saudara laki-lakinya. Soto mengklaim bahwa staf "berbisik bahwa [dia] berbohong tentang kematian saudara laki-lakinya dan terus memaksanya untuk memungut sampah yang sengaja mereka buang di lantai."

Situasi memuncak pada April 2025, ketika Soto menulis surat panjang kepada Jenner, menyampaikan keluhannya terhadap staf dan dugaan perlakuan mereka. Menurut gugatan tersebut, Soto meletakkan surat itu di tempat tidur pijat Jenner tepat sebelum dia dijadwalkan untuk dipijat.

Seperti disebutkan dalam gugatan tersebut, Soto menulis, "Saya perlu mengungkapkan betapa buruknya pelecehan mental yang saya alami. Saya benar-benar meminta maaf karena memberi tahu Anda tentang semua situasi ini, saya tahu Anda tidak akan membiarkan ini terjadi, jika Anda mengetahuinya."

Mantan ART Kylie Jenner Diancam Dipecat

Soto mengklaim bahwa sehari setelah meletakkan surat itu di meja pijat, ia diancam akan dipecat. "Para tergugat mengatakan kepadanya bahwa ia tidak lagi diizinkan untuk melihat Kylie, tersenyum pada Kylie, dan jika ia melihat Kylie, ia harus 'menghilang'," demikian tuduhan dalam gugatan tersebut.

Soto tidak berhenti di situ, ia mengklaim bahwa ia diberi akses kamar mandi yang terbatas, dipaksa untuk membersihkan kandang anjing Jenner, dan dilarang minum air di rumah yang dijuluki 'air Kylie', bunyi tuduhan dalam gugatan tersebut.

Pada Agustus 2025, ia mengirimkan pesan pengunduran dirinya kepada atasannya, menulis, "Maaf, saya tidak tahan lagi, setiap hari kalian memperlakukan saya dengan buruk, dan saya sampai menggigit semua kuku saya, saya tidak bisa tidur di malam hari, dan saya selalu cemas karena cara kalian memperlakukan saya. Apa pun yang saya lakukan, tidak ada yang membantu saya."

Gugatan Mantan ART Kylie Jenner Lainnya

Perwakilan Jenner menolak berkomentar ketika dihubungi oleh PEOPLE. Seorang perwakilan bintang The Kardashians juga menolak berkomentar ketika didekati oleh Los Angeles Times pada Kamis, 30 April 2026. Juru bicara tersebut menambahkan pada hari itu bahwa Jenner belum melihat gugatan tersebut, menurut media tersebut.

Pengacara Della Shaker mewakili Soto dalam gugatan ini. Shaker juga mewakili Angelica Vazquez, salah satu pembantu rumah tangga Jenner lainnya yang mengajukan gugatan terhadapnya dan Tri Star Services serta Maison Family Services pada pertengahan April.

Gugatan Vazquez, yang diperoleh PEOPLE, menuduh Jenner dan perusahaan-perusahaan tersebut memperlakukan Vazquez 'dengan permusuhan dan pengucilan'. Tidak satu pun dari mereka yang mengajukan klaim langsung terhadap Jenner.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |