Ketombe hingga Rambut Rontok Tak Kunjung Usai? Jangan-Jangan Ini Akar Masalahnya

4 weeks ago 46

Liputan6.com, Jakarta - Ada banyak masalah yang mengancam rambut, yang kerap dijuluki mahkota dari seorang wanita. Mulai dari ketombe, kerontokan, hingga penipisan. Hanya saja, tak jarang beragam produk yang digunakan tak juga mempan untuk mengatasi masalah tersebut. 

Rupanya, ada kemungkinan akar masalahnya justru bukan berada di rambut, tapi kulit kepala. 

Hal ini diungkap oleh dr Ardhiah Iswanda Putri SpDVE, M.Ked.Klin yang tampil sebagai pembicara dalam event Beauty Science Tech 2026 ParagonCorp yang dihelat pada Minggu (25/1/2026) di City Hall, Pondok Indah Mall, Jakarta. 

"Seumur-umur saya berpraktik, enggak ada yang minta, 'Dok, saya ingin kulit kepala saya sehat'," kata dia. Selama ini, tuturnya, banyak orang yang mengalami masalah seperti ketombe atau kerontokan, hanya fokus pada batang rambutnya saja sehingga problem mereka tak kunjung selesai.

Sementara kulit kepala, diibaratkan dr Ardhiah sebagai "tanah" tempat rambut hidup dan tumbuh. "Kalau fokusnya ke kulit kepala, secara tidak langsung rambutnya lebih baik," tuturnya. Di sisi lain, kulit kepala yang tak dijaga, bisa menimbulkan beragam masalah berbeda.

Fenomena Pressured Hair

Hal ini pula yang selama beberapa waktu terakhir diriset secara mendalam oleh ParagonCorp. Lewat kerja sama dengan tim periset dan pakar rambut, mereka menemukan sebuah fenomena yang disebut "pressured hair" alias rambut yang tertekan. 

"Kami menemukan powerful insight bahwa perempuan dengan rambut yang ditutup berisiko 45 persen lebih tinggi mengalami ketombe," kata Khikin Indahsari, Senior Group Head of Paragon Personal Care & Male Grooming dalam acara ini. Hal ini disebabkan karena biome pada kulit kepala mengalami perubahan. 

Risiko tak hanya mengintai perempuan dengan rambut ditutup--misal dengan hijab, helm, atau semacamnya. Polusi, pemakaian produk yang tak tepat, hingga panas dari alat-alat styling juga menambah risiko pressured hair. 

Paragon Kenalkan DermaScalp Expert

Hal ini juga diakui oleh Alyssa Daguise, salah satu bintang tamu dalam acara ini. Ia pernah salah memilih produk sampo, melakukan styling secara terus menerus, hingga pada akhirnya rambutnya mengalami kerontokan. 

"Waktu keramas rambutku langsung rontok, dan dari situ aku sadar, harus mengubah sesuatu dalam (perawatan) rambutku. Dan menurutku, sangat penting untuk mengecek kesehatan kulit kepala," kata dia. 

ParagonCorp menjawab permasalahan ini dengan merilis lini produk perawatan kulit kepala dan rambut terbaru, yakni DermaScalp Expert atau DSE.

Teknologi kunci dalam DSE adalah produk ini dirancang seperti mekanisme alami. "Jadi lebih mudah dalam mengatasi masalahnya, karena mengobati langsung di intinya," tuturnya. 

Dari Sampo hingga Serum

"Hasil uji efikasi kami selama 14 hari mempelihatkan berkurangnya jumlah dandruff dan kemerahan di kulit kepala," kata Khikin menjabarkan. 

DermaScalp Expert sendiri hadir dalam bentuk sampo, conditioner, hingga serum dengan berbagai varian untuk fokus kondisi rambut yang berbeda.

Ada Hairfall Resist untuk mengurangi kerontokan, Dandruff Relief untuk masalah ketombe, Color Retain untuk rambut yang diwarnai, dan Micellar Detox untuk pembersihan yang ringan dan menyeluruh. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |