KBRI Manila Perkuat Diplomasi Pendidikan untuk Cetak SDM Pertanian Global

3 days ago 10

Liputan6.com, Jakarta - Kantor Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Manila memperkuat jembatan Diplomasi Multidimensi untuk mengakselerasi kualitas pendidikan tinggi nasional. Langkah strategis ini diwujudkan melalui internasionalisasi masif Program Studi Magister Ilmu Pertanian (MIP) Universitas Palangka Raya (UPR), yang diproyeksikan menjadi benchmark (tolok ukur) baru pendidikan pertanian di Kalimantan guna mendukung agenda swasembada pangan Presiden Prabowo Subianto.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Manila, Prof. Nina Yulianti, menegaskan bahwa inisiasi ini merupakan bentuk nyata dari visi Asta Cita. Nina, yang merupakan salah salah satu inisiator berdirinya Prodi MIP UPR saat menjabat sebagai Wakil Dekan Faperta pada 2024, kini memanfaatkan jalur diplomasi untuk membawa standar global ke tanah air.

"Kami membangun jembatan yang menghubungkan potensi akademik 'Bumi Tambun Bungai' dengan ekosistem pertanian Filipina yang unggul. Ini bukan sekadar kerja sama di atas kertas, melainkan upaya menciptakan lulusan 'hybrid' yang memiliki kedalaman riset dan sertifikasi teknis internasional," ujar Prof. Nina dalam keterangan diterima, Jumat (20/2).

Inspirasi Maestro dan Standar Kompetensi Global

Dalam upaya memperkuat kedaulatan pangan, Atdikbud Manila mendorong mahasiswa MIP UPR meneladani etos kerja Dioscoro Lopez Umali, Ilmuwan Nasional Filipina yang dijuluki "The Father of Philippine Plant Breeding".

Warisan riset Umali pada varietas padi dan jagung di International Rice Research Institute (IRRI) menjadi standar inspirasi bagi riset mahasiswa bidang Pertanian untuk menjawab tantangan lahan tropis.

Selain penguatan sains, UPR diproyeksikan menjadi pionir di Kalimantan apabila mampu mengadopsi model TESDA (Technical Education and Skills Development Authority). Melalui integrasi ini, mahasiswa MIP UPR diarahkan untuk meraih National Certificate (NC) berstandar global pada tiga bidang utama:

- Organic Agriculture Production: Standar ekspor produk pertanian organik.

- Agricultural Crops Production: Teknik agronomi modern untuk kemandirian pangan.

- Agro-entrepreneurship: Transformasi peneliti menjadi pemimpin bisnis pertanian di pasar ASEAN.

UPR Sebagai Episentrum Pertanian Borneo

Inisiasi ini memposisikan UPR sebagai episentrum baru pendidikan pertanian di Borneo. Dengan akses eksklusif ke lembaga regional SEAMEO SEARCA dan pemanfaatan jaringan BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing) KBRI Manila di berbagai universitas di Filipina, UPR dapat memiliki modalitas unik yang melampaui standar institusi pendidikan lainnya di Kalimantan.

Misi yang telah digulirkan sejak angkatan pertama mahasiswa MIP pada Agustus 2025 ini kini memasuki tahap implementasi kerja sama nyata. Keberhasilan dalam mengintegrasikan diplomasi bahasa, sains, dan ekonomi akan menjadi bukti bahwa internasionalisasi dapat dilakukan secara taktis dan berdampak langsung pada ketahanan pangan nasional ke depan.

"UPR bisa menjadi contoh nyata bagaimana sebuah universitas di jantung Kalimantan dapat menjadi pemain global. Kami mengundang institusi lain untuk melihat UPR sebagai benchmark dalam membangun SDM pertanian yang siap tempur di level regional maupun global," pungkas Prof. Nina.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |