Beasiswa untuk Generasi Muda Dukung Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Program beasiswa SCG Sharing the Dream ke-14 pada 2026 ini kembali diberikan oleh pemimpin bisnis regional dengan beragam unit bisnis SCG. Hal itu seperti disampaikan Country Director SCG Indonesia Warit Jintanawan.

"Program ini merupakan bagian dari komitmen Inclusive Green Growth SCG yang mengintegrasikan praktik ESG melalui pengembangan sumber daya manusia, inovasi ramah lingkungan, serta kolaborasi antarpemangku kepentingan," ujar Warit, Selasa (19/5/2026).

Dia menyebut, SCG menegaskan perannya sebagai mitra pembangunan nasional Indonesia dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045, dengan mendorong lahirnya generasi yang kompeten, berdaya saing, dan berkontribusi bagi masa depan yang berkelanjutan.

Menurut Warit, di kawasan ASEAN, generasi muda mencakup sekitar 34% dari total populasi. Namun, kata dia, data International Labour Organization (ILO) menunjukan hanya sekitar 16% pemuda di ASEAN yang termasuk dalam kategori NEET (Not in Education, Employment, or Training), yaitu mereka yang tidak sedang menempuh pendidikan, tidak bekerja, dan tidak mengikuti pelatihan.

"Di Indonesia, angka pemuda usia 15–24 tahun yang masuk kategori NEET mencapai 19,44%, menunjukkan pentingnya perluasan akses pendidikan dan pengembangan keterampilan agar mereka mampu menjadi generasi yang produktif bagi dirinya sendiri dan bagi pembangunan nasional," terang Warit.

Tantangan bagi Generasi Muda

Warit menjelaskan, tantangan generasi muda semakin kompleks untuk menemukan posisinya di industri dan masyarakat dengan adanya persaingan global yang semakin kompetitif serta disrupsi teknologi Artificial Intelligence (AI).

"Untuk itu, generasi muda perlu memiliki kemampuan adaptasi, berpikir kritis (critical thinking), dan inisiatif untuk menjadi problem-solver bagi masyarakat dan lingkungan sekitar. Pendidikan yang berorientasi pada tujuan tersebut merupakan kuncinya," ucap dia.

Menurut Warit, pada 2026 ini, beasiswa SCG Sharing the Dream mengusung tema 'Green Active Generation' dan terbuka bagi masyarakat umum, termasuk penyandang disabilitas, dan anak dari keluarga pekerja konstruksi atau tukang bangunan.

"Semuanya berasal dari wilayah Jakarta, Bogor, Tangerang Selatan, Karawang, Sukabumi, Bekasi, Gresik, serta Bandung (khusus anak pekerja konstruksi, hanya yang berdomisili di Bandung dan Sukabumi). Pendaftaran program dibuka mulai 4 Mei sampai dengan 1 Juni 2026," terang dia.

Warit mengatakan, program ini akan memberikan dukungan kepada 400 siswa SMA dan 12 mahasiswa S1. Menurut dia, para penerima beasiswa (SCG Scholars) akan mendapatkan kesempatan mengikuti program capacity building yang mencakup pelatihan keterampilan soft skills dan technical skills.

"Selain itu, SCG Scholars juga berkesempatan memimpin proyek komunitas yang memberikan dampak nyata dengan pendampingan mentoring secara berkala dari tim SCG," kata dia.

"Melalui program ini, SCG mendorong generasi muda untuk berkembang dan berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," jelas Warit.

Ajak Generasi Muda Ikut Daftar

Kemudian, Distribution Director SCG Distribution & Retail Indonesia Thichet Srisuriyon menambahkan, SCG Distribution & Retail sangat senang dapat kembali berpartisipasi tahun ini.

"Kami melihat pentingnya membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda, termasuk mereka yang berada dalam kategori Not in Education, Employment, or Training (NEET) agar dapat mengembangkan potensi dan daya saing mereka," ucap dia.

"Kami berharap program ini dapat mendorong lahirnya generasi yang mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat," sambung Thichet.

Dia mengatakan, SCG mengajak generasi muda segera mendaftarkan diri. Sebagai bagian dari proses seleksi, kata Thichet, peserta diminta menulis esai yang menggambarkan pandangan mereka terhadap tantangan sekaligus ide perubahan yang ingin mereka wujudkan di lingkungan sekitar.

Sementara itu, Brand & Communication Manager SCG Indonesia Amanda Dwi Ayu Utari menyampaikan tips menulis esai bagi calon pendaftar 'SCG Sharing the Dream'.

Tips Menulis Esai

Pertama, kata Amanda, mulailah observasi masalah yang ada di sekitar lingkungan sekolah atau tempat tinggal yang berdampak pada kelangsungan hidup sehari-hari, seperti pengelolaan sampah, akses air bersih, kesehatan masyarakat, pendidikan, atau kemiskinan.

Dia menyebut, pilih satu tantangan yang paling relevan dan terasa nyata. Kedua, lanjut Amanda, pahami kondisi di lapangan dengan melihat fakta dan upaya yang sudah dilakukan oleh lingkungan sekitar.

"Misalnya oleh pemerintah daerah atau komunitas setempat seperti RT/RW, kepala desa, karang taruna, atau posyandu. Langkah ini membantu peserta memahami situasi yang sebenarnya sekaligus melihat peluang untuk berkolaborasi dengan pihak-pihak yang sudah terlibat dalam mengatasi masalah tersebut," papar Amanda.

Ketiga, lanjut dia, rumuskan ide solusi yang realistis dan dapat dilakukan bersama masyarakat. Salah satu contohnya adalah proyek 'Clean Water for All' yang diinisiasi oleh Josephine Sophie Mathilda Sagala, mahasiswi Universitas Padjadjaran dan penerima Beasiswa SCG Sharing the Dream 2025.

"Josephine menggunakan pendekatan ilmiah untuk mengevaluasi kualitas air di 16 titik wilayah Desa Cileles, Jatinangor. Hasil pemetaan tersebut digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang kondisi kualitas air sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan air yang berkelanjutan," kata dia.

"Yang tidak kalah penting, tulislah esai dengan jujur, personal, dan mencerminkan pengalaman atau kepedulian pribadi. Kami ingin melihat bagaimana peserta berpikir, sekaligus bagaimana mereka ingin berkontribusi membawa perubahan di lingkungan sekitarnya," pungkas Amanda.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |