Jenazah Valentino Garavani Dimakamkan, Anne Hathaway hingga Anna Wintour Tampil Muram dengan Hitam

1 month ago 48

Liputan6.com, Jakarta - Jumat, 23 Januari 2026, menjadi hari upacara pemakaman sang desainer legendaris, Valentino Garavani. Pria yang mengembuskan napas terakhirnya di usia 93 tahun sempat disemayamkan selama dua hari di PM23, ruang pameran seni dan budaya yang dibuka Fondazione Valentino Garavani pada 2025.

Mengutip CNN, peti mati yang berada di PM23 kemudian dipindahkan ke Basilika Santa Maria degli Angeli e dei Martiri di pusat Kota Roma, Italia, sebuah gereja yang dirancang Michelangelo pada abad ke-16. Sejumlah pesohor berbaur dengan masyarakat umum menghadiri upacara tersebut, termasuk Anne Hathaway dan Anna Wintour.

Anne Hathaway yang hadir didampingi suaminya, Adam Shulman, muncul dalam balutan busana serba hitam. Ia menutup matanya yang kemungkinan sembab karena menangis dengan kacamata hitam.

Aktris Hollywood itu merupakan salah satu dari deretan pelanggan setia karya sang desainer yang menyatakan pensiun pada 2008. Valentino bahkan muncul sebagai cameo di film The Devil Wears Prada yang dibintangi Hathaway pada 2006.

Sementara, Anna Wintour tampil glamor dengan mengenakan selendang bulu dan kalung permata warna-warni. Wajahnya muram saat tiba di lokasi upacara pemakaman.

Donatella Versace yang sebelumnya tampil dengan setelan berwarna merah di saat pemberian penghormatan terakhir, juga hadir dengan gaun hitam ketat dengan lengan berstruktur. Begitu pula dengan Elizabeth Hurley yang hadir bersama putranya, Damian, yang melingkarkan scarf merah sebagai simbol penghormatan bagi mendiang desainer.

Dihadiri Para Orang Penting di Dunia Mode

Alessandro Michele, Direktur Kreatif Valentino saat ini, tiba dengan kacamata hitam gelap. Pierpaolo Piccioli, yang merupakan desainer merek Valentino setelah Valentino pensiun pada 2008 hingga 2024, memasuki gereja bersama François-Henri Pinault — ketua dewan direksi Kering, perusahaan induk Gucci, Saint Laurent, Bottega Veneta, Balenciaga, dan banyak lagi.

Turut terlihat desainer Fendi, Maria Grazia Chiuri, mantan direktur kreatif Dior yang juga pernah bekerja di Valentino. Desainer Amerika Tom Ford dan jurnalis mode Inggris Suzy Menkes. Bahkan, jubah polisi Carabinieri yang dikenakan oleh para penjaga pun dirancang oleh Armani.

Pagi-pagi sekali pada hari pemakaman, aliran karangan bunga putih terus dibawa masuk ke dalam basilika. Anggota masyarakat mengantre di luar gereja, beberapa mengenakan pakaian merah atau membawa tas, dompet, dan syal merah — sebagai penghormatan kepada warna merah tua khas sang desainer. Seorang penggemar di luar gereja melambaikan poster hitam berkilauan ke arah kamera: "Selamat tinggal Valentino," tertulis di poster itu. "Kaisar mode terakhir."

Lokasi Pemakaman Valentino Garavani

Menurut Vanity Fair, setelah misa, peti mati akan diangkut ke Pemakaman Flaminio di Prima Porta, tempat ia akan dimakamkan di kapel keluarga berbentuk lingkaran, yang diinginkan Valentino bersama Giancarlo Giammetti -partner bisnis dan pasangan hidup- yang telah mengumumkan keinginannya untuk dimakamkan di sampingnya.

Kepergian Valentino membawa duka bagi industri mode. Pasalnya, ia dianggap sebagai salah satu benteng terakhir dari era yang berbeda di mana pakaian yang bagus hanya didefinisikan oleh betapa cantiknya pakaian itu.

"Saya tahu apa yang diinginkan wanita," kata Valentino kepada seorang reporter. "Mereka ingin menjadi cantik."

Dalam sebuah film dokumenter pada 2008 tentang kariernya, Valentino menjawab pertanyaan tentang siapa yang dapat menggantikannya. Dia menjawab dalam bahasa Italia, "Setelah saya, banjir."

Koleksi Valentino Terbaru Dirilis Maret 2026

Alessandro Michele, direktur kreatif rumah mode Valentino saat ini, menulis di Instagram bahwa ia terus merasakan 'tatapan' Valentino saat mengerjakan koleksi berikutnya. Koleksi itu akan dipresentasikan pada 12 Maret 2026 di Roma, berbeda dari tempat biasanya di Paris.

Desain Valentino yang selalu berhasil menjadikannya raja karpet merah, pilihan utama bagi para selebriti papan atas untuk acara penghargaan. Gaun-gaun mewahnya menghiasi banyak sekali Academy Awards, terutama pada 2001, ketika Roberts mengenakan gaun kolom hitam putih klasik untuk menerima penghargaan aktris terbaiknya.

Perancang busana Italia itu juga terkenal di kalangan jet-set, dipuja oleh generasi bangsawan, ibu negara, dan bintang film. Dari Jackie Kennedy Onassis hingga Julia Roberts dan Ratu Rania dari Yordania, mereka bersumpah bahwa perancang busana ini selalu membuat mereka terlihat dan merasa terbaik. Di antara sederet rancangan yang telah dihasilkannya, merah lah jadi kunciannya. 

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |