- Berapa kali ideal mencuci beras?
- Apakah air cucian beras bisa digunakan untuk sesuatu?
- Apakah nasi akan lebih pulen jika beras dicuci bersih?
Baca artikel ini 5x lebih cepat
Liputan6.com, Jakarta - Jangan cuci beras sampai airnya bening. Itu bukanlah larangan tanpa alasan. Mencuci beras berulang kali hingga airnya benar-benar bening merupakan kebiasaan yang umum di kalangan masyarakat Indonesia. Banyak yang beranggapan bahwa air bening menandakan beras sudah bersih dari kuman, bakteri, atau pestisida, sehingga aman untuk dikonsumsi. Asumsi ini seringkali mendorong praktik mencuci beras minimal tiga kali atau sampai air cuciannya bening sempurna.
Namun, fakta ilmiah justru menunjukkan hal sebaliknya. Kebiasaan mencuci beras sampai airnya bening justru dapat merugikan kesehatan dan kualitas nasi yang akan Anda konsumsi. Praktik ini berisiko menghilangkan nutrisi penting serta memengaruhi rasa dan tekstur nasi.
Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami mengapa Anda jangan cuci beras sampai airnya bening. Berikut tujuh alasan utama di balik anjuran untuk tidak mencuci beras secara berlebihan, sebagaimana telah Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Sabtu (14/2/2026).
1. Nutrisi Penting Larut dan Terbuang Percuma
Mencuci beras secara berlebihan dapat menyebabkan hilangnya nutrisi penting yang terkandung di dalamnya. Beras, terutama yang telah difortifikasi atau diperkaya nutrisi, akan kehilangan banyak zat besi, folat, thiamin (vitamin B1), dan niasin jika dicuci berulang kali.
Vitamin B1 atau thiamin, misalnya, sangat mudah larut dalam air dan akan terbuang sia-sia jika beras dicuci terlalu bersih. Padahal, thiamin memiliki fungsi penting bagi metabolisme tubuh, seperti membantu pencernaan dan mengubah karbohidrat menjadi energi. Akibatnya, tubuh kehilangan asupan vitamin penting yang berperan dalam metabolisme energi dan fungsi tubuh lainnya.
2. Lapisan Dedak dan Germ yang Kaya Manfaat Hilang
Proses penggilingan padi menjadi beras putih telah banyak menghilangkan lapisan dedak dan germ. Padahal, kedua lapisan ini kaya akan vitamin B kompleks dan serat yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Meskipun beras putih modern sudah kehilangan banyak lapisan ini saat penggilingan, mencuci beras berlebihan dapat menghilangkan sisa-sisa nutrisi yang mungkin masih menempel. Hal ini meningkatkan risiko kehilangan vitamin secara keseluruhan.
Sebagai solusi, pertimbangkan untuk beralih ke beras organik yang umumnya melalui proses penggilingan minimal. Beras organik menjaga keutuhan lapisan dedak dan germ, sehingga kandungan vitamin B kompleksnya jauh melampaui beras biasa.
3. Rasa dan Aroma Khas Beras Memudar
Pati alami yang tersisa pada butiran beras berperan penting dalam memberikan rasa gurih dan aroma khas pada nasi yang dimasak. Jika beras dicuci terlalu bersih hingga airnya bening, pati ini akan hilang. Akibatnya, nasi yang dihasilkan cenderung menjadi hambar dan kurang beraroma. Mencuci beras terlalu bersih dapat menghilangkan aroma dan rasa khas dari jenis beras tertentu.
Untuk menjaga rasa dan aroma khas beras, cukup aduk beras perlahan saat mencuci dan jangan meremas-remasnya terlalu keras. Buang air cucian pertama atau kedua, dan tidak perlu menunggu airnya bening.
4. Tekstur Nasi Tidak Sesuai Harapan
Sisa pati pada air cucian beras sebenarnya membantu menghasilkan tekstur nasi yang lebih pulen. Air cucian beras yang keruh mengandung pati yang justru bermanfaat untuk mendapatkan tekstur nasi yang diinginkan. Mencuci beras hingga airnya bening berarti menghilangkan pati alami tersebut. Hal ini dapat membuat tekstur nasi menjadi kurang pas atau tidak sesuai dengan yang diharapkan.
Keseimbangan dalam mencuci beras adalah kunci untuk mendapatkan nasi dengan tekstur pulen yang sempurna, tidak terlalu lengket atau terlalu pera.
5. Mitos Nasi Cepat Basi Tidak Terbukti
Ada anggapan keliru di masyarakat bahwa beras yang tidak dicuci bersih akan menyebabkan nasi cepat basi. Beberapa orang beranggapan bahwa jika beras tidak dicuci hingga bersih sempurna, nasi yang dihasilkan akan cepat basi.
Namun, fakta menunjukkan bahwa ketahanan nasi lebih tergantung pada cara penyimpanan nasi serta kualitas beras yang dimasak, bukan pada seberapa bening air cuciannya. Nasi basi lebih dipengaruhi oleh suhu ruang, kelembaban, dan kebersihan wadah penyimpanan. Oleh karena itu, jangan cuci beras sampai airnya bening karena keyakinan ini tidak didukung oleh bukti ilmiah. Fokuslah pada penyimpanan yang tepat untuk menjaga nasi tetap awet.
6. Pemborosan Air dan Dampak Lingkungan
Mencuci beras berulang kali, misalnya 3-4 kali, berarti membuang puluhan liter air per minggu, yang merupakan pemborosan sumber daya. Mencuci sampai terlalu bersih juga membuang nutrisi berharga.
Selain itu, air cucian beras yang keruh mengandung nutrisi yang sebenarnya bisa dimanfaatkan, misalnya untuk menyiram tanaman. Di Jepang, pemerintah bahkan mengimbau warganya untuk tidak mencuci beras demi menjaga ekosistem air. Air cucian beras yang masuk ke saluran air dapat membahayakan pertumbuhan alga. Sebagai alternatif, air cucian pertama dapat disiramkan ke tanaman di rumah untuk memanfaatkan nutrisinya secara efisien.
7. Pencucian Berlebihan Tidak Membunuh Kuman
Anggapan bahwa mencuci beras sampai airnya bening dapat membunuh kuman dan bakteri adalah keliru. Kuman dan bakteri tidak mati hanya dengan air biasa saat dicuci.
Proses pemasakan dengan suhu tinggi (di atas 70°C) lah yang efektif membunuh mikroorganisme. Beberapa kuman akan mati di suhu 70 derajat Celcius, dan sebagian lagi saat air mendidih. Oleh karena itu, mencuci beras berlebihan tidak menjamin keamanan mikrobiologis. Yang terpenting adalah membeli beras berkualitas dan memasaknya dengan benar hingga matang sempurna.
FAQ
Q: Berapa kali ideal mencuci beras?
A: Idealnya cukup 1-2 kali cuci dengan adukan perlahan, tidak perlu sampai air benar-benar bening, agar nutrisi tidak terbuang dan rasa nasi tetap enak.
Q: Apakah air cucian beras bisa digunakan untuk sesuatu?
A: Ya, air cucian beras sangat baik untuk menyiram tanaman karena mengandung nutrisi yang dapat membantu pertumbuhan mikroorganisme baik di dalam tanah.
Q: Apakah nasi akan lebih pulen jika beras dicuci bersih?
A: Justru sebaliknya. Sisa pati alami pada air cucian beras sebenarnya membantu menghasilkan tekstur nasi yang lebih pulen.
Q: Apa risiko jika tetap mencuci beras hingga bening?
A: Risikonya adalah kekurangan vitamin B1 (thiamin) yang sangat mudah larut dalam air dan akan terbuang sia-sia, padahal thiamin penting untuk metabolisme tubuh.

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511024/original/023135100_1771860184-niklas-jonasson-dMkYoYQ73Ys-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510992/original/058792100_1771851511-security-guard-frisk-passengers-standing-queue.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509839/original/043917700_1771766494-IMG-20260222-WA0028.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5510937/original/085753700_1771844665-WhatsApp_Image_2026-02-23_at_11.38.22.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5511017/original/062525300_1771855074-andrew.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510733/original/053916700_1771837198-Gemini_Generated_Image_vtpiyuvtpiyuvtpi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5484733/original/035361900_1769483129-banane_baru_digoreng.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510367/original/068622000_1771826943-WhatsApp_Image_2026-02-22_at_13.37.03.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510596/original/003932100_1771832535-unnamed__22_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510887/original/095725800_1771842183-Gemini_Generated_Image_jy8pc7jy8pc7jy8p.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5044837/original/084570700_1733891267-Desain_tanpa_judul_-_2024-12-11T110951.443.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5472482/original/096114800_1768367502-Gemini_Generated_Image_qf2l7qqf2l7qqf2l.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510802/original/095243300_1771839977-Buka_Puasa_Anak_Kos.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510602/original/013628000_1771832564-butter_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500637/original/009964000_1770872557-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4723091/original/022901400_1705917470-000_34G49R7.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468196/original/011764900_1767943552-Es_Teko.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/848281/original/010816800_1428658095-063308100_1426002952-rumah_di_maria_4.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/975038/original/008493200_1441187509-1_jogjareview_net.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510585/original/041863400_1771832467-cropped-051ecd4f-9ab2-4a61-b20c-16306893845d.jpg)










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5414818/original/029407400_1763352077-ATK_BOLA_Byon_Combat_Showbiz_6.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5355547/original/062886800_1758342840-Poster___Apple_Artwork_-_VOS_Jalinan_Terlarang_-_Poster_PertamaLandscape.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,45,600,0)/kly-media-production/medias/5405283/original/043379500_1762433088-Rinanda_Aprillya_Maharani__3_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5215693/original/086342600_1746867749-Sambel_Welut_Pak_Sabar.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5161764/original/086600400_1741847570-1741841423969_salah-satu-faktor-eksternal-penyebab-pelanggaran-ham-adalah.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5286401/original/022817500_1752741530-pexels-nadin-sh-78971847-12288356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3530051/original/024008300_1628001054-IG_apriantytami.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5406457/original/028571800_1762575042-unnamed__5_.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5026230/original/046873100_1732754084-Snapinsta.app_468168073_18476665273027981_2711124918470699632_n_1080.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5394674/original/094497400_1761637984-ATK_Bolanet_BRI_SUPER_LEAGUE_JADWAL__2_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1012480/original/049316100_1444188702-Ikon-Tugu-Jogja.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5398431/original/035327100_1761884719-ATK_BOLA_LALIGA_MW_11.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5403047/original/003383500_1762315384-ATK_BOLANET_HSS_Series_6_GENERAL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5335120/original/005264300_1756787602-____________-_-_-_______6_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5419406/original/066046400_1763694256-miss_universe_final.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5424599/original/031115100_1764148660-SUGAR_BABY_-_SCREEN_BACKDROP.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1256728/original/bcfc6c770a11d6e0dbef2bd76510ecedtong.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3134973/original/008613900_1590134592-cara-membuat-bakso-sapi.jpg.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5432085/original/094521500_1764755867-Vidio_Guideline_2025_NON-SPORTS_IGF_-_Horizontal_-_arya.jpg)