Indonesia Minta Japan Airlines Buka Rute Penerbangan ke Yogyakarta untuk Dongkrak Pergerakan Wisata

9 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu agenda kunjungan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana di Tokyo, Jepang, adalah menemui pihak Japan Airlines (JAL). Dalam pertemuan tersebut, Menpar mengusulkan agar JAL membuka rute penerbangan ke Yogyakarta untuk meningkatkan arus kunjungan wisatawan kedua negara.

"Konektivitas udara merupakan faktor kunci dalam memperkuat arus wisatawan antara Indonesia dan Jepang. Kami berharap Japan Airlines dapat mengeksplorasi peluang memperluas layanan ke Indonesia, termasuk penambahan frekuensi penerbangan ke Bali serta membuka akses menuju destinasi prioritas seperti Yogyakarta," kata Menpar dalam rilis yang diterima Lifestyle Liputan6.com, Selasa (31/3/2026).

Ia mengusulkan Yogyakarta karena dinilai berpotensi besar bagi wisatawan Jepang. Destinasi favorit wisatawan domestik itu memiliki kekayaan warisan budaya dan kedekatannya dengan Candi Borobudur, salah satu situs warisan dunia UNESCO. Destinasi itu juga memiliki Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) yang mampu melayani pesawat berbadan lebar.

Sejauh ini, JAL telah melayani rute penerbangan Tokyo - Jakarta setiap hari dan Tokyo - Denpasar sekitar 25 kali seminggu. Menpar menyatakan layanan tersebut sangat penting dalam mendukung mobilitas wisatawan, perjalanan bisnis, serta pertukaran masyarakat Indonesia dan Jepang.

Menurut Menpar, hubungan kedua negara menunjukkan tren positif. Pada 2025, Indonesia mencatat lebih dari 380 ribu kunjungan wisatawan Jepang, meningkat lebih dari 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, jumlah kunjungan wisatawan Indonesia ke Jepang jauh lebih tingggi, hampir dua kali lipat, yakni 636 ribu pada periode yang sama. Dengan demikian, total pertukaran wisatawan kedua negara melampaui satu juta perjalanan.

Kapasitas Penerbangan Masih di Bawah Permintaan

Menpar Widi mendorong penguatan konektivitas udara untuk mengimbangi tingginya minat perjalanan antara kedua negara. Saat ini, kapasitas kursi penerbangan langsung Indonesia - Jepang mencapai sekitar 685 ribu kursi per tahun dengan 46 penerbangan per minggu yang dinilai masih berada di bawah potensi permintaan perjalanan wisata kedua negara.

Selain konektivitas, kedua pihak juga membahas peluang kolaborasi promosi pariwisata melalui berbagai platform milik Japan Airlines, termasuk in-flight magazine, kanal digital, dan jaringan JAL Mileage Bank, yang dapat terintegrasi dengan kampanye Wonderful Indonesia. Kementerian Pariwisata juga mendorong penyelenggaraan familiarization trip bagi agen perjalanan, media, dan influencer Jepang untuk meningkatkan pemahaman pasar serta memperluas promosi destinasi Indonesia di Jepang.

Promosi Wellness Tourism Indonesia

Selain menemui Japan Airlines, Menpar juga bertemu dengan Secretary-General ASEAN-Japan Centre (AJC), Dr. Kunihiko “Chris” Hirabayashi, di Tokyo, Jepang, untuk memperkuat kerja sama promosi pariwisata antara Indonesia, Jepang, dan kawasan ASEAN. Dalam hal ini, fokus diarahkan pada penguatan wellness tourism sebagai salah satu segmen dengan pertumbuhan tercepat di dunia yang berfokus pada kesehatan, kebugaran, dan pengalaman holistik.

"Wellness tourism menjadi salah satu arah pengembangan pariwisata Indonesia ke depan. Kami melihat ASEAN-Japan Centre sebagai mitra strategis yang dapat membantu memperkuat promosi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan ekosistem wellness tourism Indonesia di pasar Jepang dan kawasan," ujar Widi.

Salah satu bentuk kerja sama yang dibahas adalah rencana Wellness Tourism Workshop di Bali yang sebelumnya direncanakan oleh AJC. Menpar berharap dapat kembali dilaksanakan dalam waktu dekat sebagai forum berbagi pengetahuan dan penguatan kapasitas bagi pelaku industri pariwisata di ASEAN dan Jepang.

Kembangkan Sustainable Tourism hingga Wisata Gastronomi

Selain wellness tourism, Menpar juga menyoroti peluang kolaborasi dalam mengembangkan sustainable tourism dan community-based tourism. Misalnya, pengembangan desa wisata yang menjadi salah satu fokus Indonesia dalam memperkuat pariwisata berbasis komunitas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Lebih lanjut, diskusi juga dilakukan untuk potensi kolaborasi dalam pengembangan sumber daya manusia pariwisata, termasuk pertukaran keahlian dan best practices, serta peningkatan promosi pariwisata dan people-to-people exchange antara Indonesia, Jepang, dan kawasan ASEAN. 

Sementara dalam pertemuan dengan Japan Tourism Agency (JAC), Menpar menyatakan tertarik mempelajari strategi Jepang dalam mengembangkan sektor pariwisata untuk mendatangkan 60 juta wisatawan mancanegara pada 2030. Salah satunya lewat gastronomi. Indonesia menilai Jepang berhasil menjadikan kuliner sebagai salah satu daya tarik utama yang memperkuat citra pariwisata globalnya.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |