H&M Bakal Tutup Permanen 160 Toko pada 2026

7 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - H&M bersiap menutup 160 toko secara global pada 2026. Langkah ini merupakan bagian dari rencana yang lebih luas dari merek tersebut untuk memprioritaskan e-commerce dan mengoptimalkan toko-toko unggulan.

Melansir The Sun US, Rabu (1//2026), merek fast fashion tersebut sebelumnya menutup 163 lokasi secara global karena mereka beralih ke e-commerce dan berinvestasi di lokasi yang paling menguntungkan. Raksasa ritel ini mengalami penurunan laba sedikit pada kuartal pertama tahun 2026 karena menyesuaikan diri dengan jumlah toko yang lebih sedikit.

"Optimalisasi portofolio toko telah berdampak agak negatif pada penjualan kuartal pertama tahun 2026 karena penutupan dan pembangunan kembali toko," kata H&M dalam laporan pendapatan. "Namun, untuk perkiraan menyeluruh sepanjang 2026, efek penjualan dari optimalisasi toko diperkirakan akan sedikit positif."'

Optimalisasi toko bertujuan mencatat margin lebih tinggi per meter persegi sambil mengurangi biaya terkait staf dan kelebihan persediaan. Faktor besar dalam restrukturisasi H&M adalah penekanan pada e-commerce, klaim pihaknya.

Belanja online menyumbang 30 persen dari total pendapatan mereka. "Pelanggan ingin terinspirasi dan memiliki produk yang tersedia sehingga mereka dapat berbelanja di mana, kapan, dan bagaimana pun mereka pilih, entah itu di toko, di situs web merek sendiri, di pasar digital, dan di media sosial," kata H&M.

Dengan 160 lokasi yang bakal ditutup, para ahli mengatakan, penurunan drastis ini merupakan bagian dari tren industri. "Pembeli lebih berorientasi pada nilai, lebih banyak berbelanja online, dan kurang loyal terhadap toko fisik tradisional," kata Dominick Miserandino, CEO Retail Tech Media Nexus.

Sejak 2019, H&M telah menutup 1.000 toko di seluruh dunia, lapor Wales Online. Merek itu sebelumnya melaporkan perlambatan penjualan di tengah permintaan pembeli yang lesu saat Natal tahun lalu.

Hal ini terjadi setelah mereka menutup 200 cabang di seluruh dunia pada 2025. Grup tersebut melaporkan peningkatan laba operasional sebesar 6 persen untuk tahun keuangan yang berakhir pada 30 November 2026, berkat lonjakan 38 persen pada kuartal terakhirnya karena diuntungkan dari penjualan periode Black Friday.

Namun setelahnya, penjualan melesu hingga tiga bulan kemudian. H&M menyebut, penjualan juga menurun pada Februari karena "efek kalender negatif yang terkait dengan Tahun Baru Imlek". Mereka menambahkan, "Perusahaan memantau dengan cermat perkembangan perdagangan global dan pembatasan perdagangan."

Jumlah Toko dan Karyawan yang Menyusut

H&M mengakhiri tahun fiskalnya dengan jumlah toko berkurang 4 persen menjadi 4.101. Sementara itu, jumlah karyawan globalnya menyusut hampir 2 persen menjadi 94.744.

Kepala eksekutif merek itu, Daniel Erver mengatakan, "Melalui penawaran yang lebih baik pada pelanggan, pengendalian biaya yang baik, dan peningkatan produktivitas inventaris, kami terus mengambil langkah-langkah penting menuju semua target jangka panjang kami dalam lingkungan yang penuh tantangan."

Di tengah kondisi bisnis yang menantang, merek ini telah mencatat sejumlah kontroversi dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, misalnya, H&M tersandung skandal dugaan iklan seksualisasi anak yang memakai seragam sekolah dan PHK massal, membuat Helena Helmersson mengundurkan diri sebagai CEO merek itu pada 31 Januari 2024.

Sejalan dengan Peretail Fesyen Besar Lain

Margin laba operasional H&M turun jadi 7,2 persen pada kuartal keempat tahun finansialnya, mencakup periode September hingga November 2023, dari 7,8 persen pada kuartal sebelumnya. Penjualan secara general meningkat pada tahun keuangan 2023, tapi turun empat persen dalam dua bulan terakhir.

Saham H&M anjlok setelah pengumuman tersebut dan melemah lebih dari sembilan persen pada perdagangan tengah hari di Stockholm. Saham pengecer mode itu tercatat telah turun 14 persen sejak awal 2024.

Langkah H&M sejalan dengan yang diambil pengecer fesyen besar lain di seluruh dunia yang telah menutup toko-toko kecil dalam beberapa tahun terakhir sambil memperluas cabang-cabang utama yang menarik lebih banyak pengunjung dan dapat berfungsi ganda sebagai pusat logistik e-commerce.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |