Gelombang Penerbangan Perdana dari UAE Dimulai 2 Maret 2026, Beri Angin Segar bagi Turis Terdampak

3 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Di tengah situasi yang tidak pasti, Etihad melepas 15 penerbangan dari Bandara Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), pada Senin malam, 3 Maret 2026. Pesawat itu mengevakuasi turis dan pelancong yang terdampak perang Iran versus Amerika Serikat (AS)-Iran. 

Menurut portal penerbangan FlightRadar24, pesawat itu menuju berbagai destinasi, termasuk Islamabad, Paris, Amsterdam, Mumbai, Kairo, dan London. Meski begitu, penerbangan komersial reguler tetap dibatalkan. Maskapai itu menyatakan bahwa penerbangan komersial terjadwal ke dan dari Abu Dhabi tetap ditangguhkan hingga Rabu, 4 Maret 2026, pukul 14.00 waktu setempat.

"Beberapa penerbangan reposisi, kargo, dan repatriasi mungkin beroperasi dalam koordinasi dengan otoritas UEA dan tunduk pada persetujuan operasional dan keselamatan yang ketat," kata Etihad di media sosial. Pada saat yang sama, dua penerbangan Etihad mendekati Abu Dhabi untuk mendarat setelah sejumlah penerbangan lepas landas dari bandara tersebut pada Senin siang, untuk pertama kalinya sejak pecahnya perang Iran.

Emirates juga mulai mengoperasikan sejumlah penerbangan terbatas pada Senin malam. "Kami memprioritaskan pelanggan dengan pemesanan sebelumnya, dan mereka yang telah dipesan ulang untuk melakukan perjalanan dengan penerbangan terbatas ini akan dihubungi langsung oleh Emirates," kata maskapai tersebut.

Bandara Dubai mengonfirmasi kembali beroperasi dengan sejumlah kecil penerbangan yang diizinkan beroperasi dari Bandara Internasional Dubai dan Bandara Internasional Dubai World Central – Al Maktoum. Penerbangan Emirates UAE500 ke Mumbai lepas landas dari Dubai pukul 21.15, waktu Dubai, diikuti penerbangan Emirates UAE542 ke Chennai, seperti dipantau Euronews di Flightradar24.

Mendarat Pertama Kali Sejak Pecahnya Perang Iran

Ketika penerbangan Emirates UAE500 lepas landas dari Bandara Internasional Dubai pada Senin, penerbangan tersebut dilacak oleh lebih dari 138.000 orang di Flightradar24. "Ini adalah keberangkatan pertama Emirates dari Dubai sejak pukul 12.19 waktu setempat pada 28 Februari," kata situs tersebut.

Saat pesawat Emirates lepas landas, dua penerbangan Flydubai mendekati Bandara Dubai dan melakukan pola holding, berputar-putar di atas Teluk. Dalam sebuah pernyataan, Flydubai mengatakan akan mengoperasikan empat penerbangan yang berangkat dari kota tersebut dan lima pesawat lainnya yang tiba pada hari yang sama.

"Kami terus bekerja sama erat dengan otoritas dan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan kembalinya operasional secara efisien dan bertahap," katanya. "Situasinya tetap dinamis, dan kami terus memantau dengan cermat dan mengubah jadwal kami sesuai dengan keadaan."

Dengan perjalanan udara yang sangat terbatas di seluruh Timur Tengah, ratusan ribu dari berbagai negara terperangkap di UEA.  Wisatawan, pelancong bisnis, dan jemaah umrah terjebak secara tak terduga di hotel, bandara, dan kapal pesiar.

Maskapai-maskapai yang Umumkan Pembatalan Penerbangan

Sementara itu, semua pergerakan pesawat di Bandara Internasional Hamad tetap ditangguhkan karena penutupan sementara wilayah udara Qatar. Maskapai nasional negara itu, Qatar Airways, akan melanjutkan operasinya setelah Otoritas Penerbangan Sipil Qatar mengumumkan pembukaan kembali wilayah udara Qatar dengan aman. Maskapai tersebut mengatakan pembaruan lebih lanjut akan diberikan pada Selasa (3/3/2026) pukul 9 pagi waktu setempat.

Di tengah situasi itu, Oman Air menyatakan bahwa semua penerbangan pada harinini ke dan dari Amman, Dubai, Bahrain, Doha, Dammam, Kuwait, Kopenhagen, dan Baghdad dibatalkan. Penerbangan lain beroperasi sesuai jadwal tetapi penundaan diperkirakan akan terjadi.

Saudia juga telah membatalkan penerbangan ke dan dari Amman, Kuwait, Dubai, Abu Dhabi, Doha, Bahrain, Moskow, dan Peshawar hingga Senin tengah malam, 2 Maret 2026. Maskapai berbiaya rendah Wizz Air juga menangguhkan semua penerbangan ke dan dari Israel, Dubai, Abu Dhabi, Amman, dan Arab Saudi hingga 7 Maret 2026.

Turkish Airlines telah membatalkan penerbangan ke dan dari Bahrain, Dammam, dan Riyadh (Arab Saudi), Iran, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Suriah, dan UEA. Air France pun membatalkan penerbangan terjadwalnya ke dan dari Tel Aviv, Beirut, Dubai, dan Riyadh hingga Kamis, 5 Maret 2026.

Kebijakan KLM hingga Lufthansa Group di Tengah Penutupan Ruang Udara Timur Tengah

Maskapai penerbangan Belanda, KLM, saat ini tidak terbang melalui wilayah udara Iran, Irak, dan Israel, maupun di beberapa negara di kawasan Teluk. Penerbangan ke, dari, atau melalui destinasi di kawasan tersebut dibatalkan atau disesuaikan. Penerbangan KLM ke Tel Aviv ditangguhkan untuk sisa operasi musim dinginnya; serta penerbangan ke dan dari Dubai, Damman, dan Riyadh ditangguhkan hingga 5 Maret 2026.

British Airways tidak terbang ke Tel Aviv dan Bahrain hingga 4 Maret 2026, sementara sejumlah penerbangan ke Timur Tengah juga telah dibatalkan. Maskapai tersebut mengatakan penumpang yang dijadwalkan terbang antara London Heathrow dan Abu Dhabi, Amman, Bahrain, Doha, Dubai, atau Tel Aviv hingga 15 Maret 2026, dapat mengubah penerbangan mereka secara gratis untuk perjalanan pada atau sebelum 29 Maret 2026.

Sementara, penumpang yang melakukan perjalanan hingga 8 Maret 2026 bisa meminta pengembalian dana penuh.

Maskapai penerbangan Lufthansa Group – yang meliputi Lufthansa, SWISS International Air Lines, Austrian Airlines, Brussels Airlines, ITA Airways, dan Eurowings – telah menangguhkan penerbangan ke Tel Aviv, Beirut, Amman, Erbil, Dammam, dan Teheran hingga 8 Maret 2026. Maskapai penerbangan Lufthansa Group juga menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai hingga 4 Maret 2026.

Kebijakan FinnAir hingga Garuda Indonesia

Finnair juga menangguhkan penerbangan harian ke Dubai dan Doha hingga 6 Maret 2026, sementara Norwegian menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai hingga 4 Maret 2026. "Kami kemudian akan menilai apakah memungkinkan untuk melanjutkan penerbangan," kata maskapai penerbangan murah tersebut.

Delta Air Lines telah membatalkan penerbangan dari New York ke Tel Aviv hingga 8 Maret 2026, sementara penerbangan American Airlines rute Doha-Philadelphia "ditangguhkan sementara". Air Canada mengatakan bahwa semua penerbangan ke dan dari Dubai dan Tel Aviv saat ini ditangguhkan dan akan dimulai kembali pada 23 Maret 2026.

Air India telah memperpanjang penangguhan semua penerbangan ke dan dari UEA, Arab Saudi, Israel, dan Qatar hingga 2 Maret 2026 pukul 23.59 waktu setempat. Garuda Indonesia untuk sementara menangguhkan penerbangan ke dan dari Doha "sampai pemberitahuan lebih lanjut", kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan pada Minggu, 1 Maret 2026.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |