Gelombang Panas di Thailand Bikin Suhu Tembus 42 Derajat Celcius, Wisatawan Diminta Waspada

6 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Thailand akan tetap panas hingga sangat panas hari ini, Rabu (8/4/2026), dengan suhu mencapai 42 derajat Celcius di beberapa provinsi. Sementara itu, sebagian wilayah Selatan menghadapi badai dan angin kencang.

Melansir The National Thailand, Selasa, 7 April 2026, Negeri Gajah Putih akan kembali dilanda gelombang panas yang menyengat. Departemen Meteorologi negara itu memperingatkan bahwa Thailand bagian utara akan tetap panas hingga sangat panas hingga Rabu.

Kondisi berkabut dilaporkan di siang hari dan hujan badai yang terisolasi di beberapa daerah. Di Selatan, badai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di sebagian wilayah pesisir.

Departemen tersebut mengatakan, suhu di beberapa provinsi di Utara, Timur Laut, Dataran Tengah, dan Selatan diperkirakan akan naik hingga 40-42 derajat Celcius, yang menggarisbawahi intensitas gelombang panas yang kini melanda sebagian besar negara.

Selain penduduk lokal, cuaca ekstrem ini juga wajib diwaspadai wisatawan. Beberapa provinsi yang diperkirakan akan menghadapi cuaca panas ekstrem pada Rabu adalah:

  • Tak: maksimal 42 derajat Celcius
  • Lop Buri: maksimal 42 derajat Celcius
  • Lampang: maksimal 41 derajat Celcius
  • Loei: maksimal 41 derajat Celcius
  • Khon Kaen: maksimal 41 derajat Celcius
  • Nakhon Ratchasima: maksimal 41derajat Celicus
  • Kanchanaburi: maksimal 41 derajat Celcius
  • Phetchabun: maksimal 40 derajat Celcius
  • Maha Sarakham: maksimal 40 derajat Celcius
  • Ubon Ratchathani: maksimal 40 derajat Celcius
  • Nakhon Sawan: maksimal 40 derajat Celcius
  • Phra Nakhon Si Ayutthaya: maksimal 40 derajat Celcius
  • Ratchaburi: maksimal 40 derajat Celcius
  • Sa Kaeo: maksimal 40 derajat Celcius
  • Surat Thani: maksimal 40 derajat Celcius
  • Pathum Thani: maksimal 40 derajat Celcius

Panasnya Bangkok

Bangkok dan provinsi sekitarnya juga diperkirakan akan tetap panas hingga sangat panas secara umum, dengan kondisi siang hari yang berkabut berlanjut sepanjang periode tersebut. Prakiraan cuaca yang lebih luas dari departemen tersebut memperkirakan suhu maksimum di wilayah ibu kota Thailand mencapai hingga 41 derajat Celcius.

Wisatawan yang melakukan perjalanan melintasi Thailand harus memperkirakan suhu siang hari antara 37 derajat Celcius dan 40 derajat Celcius di wilayah Utara, Timur Laut, dan Dataran Tengah, dengan kondisi berkabut yang memengaruhi jarak pandang dan kualitas udara, lapor India Times.

Kualitas udara memburuk di wilayah Utara, Timur Laut, dan dataran tengah bagian atas, di mana kadar PM2.5 meningkat di atas batas aman akibat sirkulasi udara yang buruk dan banyaknya titik panas yang terkait pembakaran musiman.

Rekomendasi untuk Publik dan Turis

Pihak berwenang telah menyarankan masyarakat menghindari aktivitas luar ruangan yang berkepanjangan, menjaga tubuh tetap terhidrasi, dan tetap waspada terhadap badai petir yang terjadi secara sporadis. Para pelancong juga disarankan menghindari paparan di luar ruangan jika memungkinkan.

Juga, memakai masker N95 saat berada di luar ruangan di daerah dengan tingkat polusi tinggi. Para pelaku pariwisata di wilayah utara Thailand telah memperkirakan "rapor merah" selama liburan Songkran karena wilayah tersebut masih diselimuti polusi.

Ini terjadi di tengah lemahnya pengeluaran yang disebabkan perang Iran vs Israel dan AS, serta guncangan harga minyak yang terjadi setelahnya. Minggu lalu, melansir Bangkok Post, Senin, 6 April 2026, Chiang Mai menduduki peringkat sebagai kota paling tercemar di dunia.

Wisatawan Kabur

Punlop Saejew, wakil presiden Kamar Dagang Chiang Mai, mengatakan bahwa pemesanan wisatawan untuk provinsi tersebut sangat lambat dan liburan Songkran mungkin tidak akan sekuat tahun lalu. Kekhawatiran tentang kabut asap dan kenaikan harga minyak memengaruhi keputusan wisatawan, katanya.

Banyak warga Thailand, pengunjung asing, dan ekspatriat mungkin memilih destinasi tepi pantai, sehingga hanya penduduk lokal di utara atau pelaku bisnis yang perlu mengunjungi kota tersebut yang tetap tinggal, sebut Punlop.

Mengenai rombongan wisata, agen perjalanan telah merencanakan berbulan-bulan sebelumnya untuk menjual lebih sedikit paket selama periode ini berdasarkan prediksi kabut asap musiman. Tingkat okupansi akomodasi di Chiang Mai tetap berada di angka 30-40 persen setelah polusi muncul, ujar dia.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |