Garuda Indonesia Tangguhkan Penerbangan Menuju Doha Qatar Menyusul Perang Iran Vs Israel-AS

9 hours ago 6

Liputan6.com, Jakarta - Maskapai Garuda Indonesia menangguhkan sementara penerbangan ke dari Doha, Qatar, menyusul meningkatnya perang antara Iran versus Israel-Amerika Serikat (AS). Penangguhan itu berlaku 'sampai pemberitahuan lebih lanjut'.

"Garuda Indonesia terus aktif berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan pemangku kepentingan terkait untuk memantau situasi yang berkembang," kata perusahaan penerbangan plat merah itu dalam sebuah pernyataan pada Minggu (1/3/2026), dikutip dari CNA.

Rute internasional lainnya yang dilayani Garuda Indonesia hingga saat ini terus beroperasi normal. Pihak maskapai menambahkan bahwa layanan itu tidak terganggu karena tidak "melintasi wilayah udara yang terdampak konflik".

Penutupan ruang udara di Timur Tengah juga berdampak pada layanan penerbangan Singapore Airlines. Maskapai itu telah membatalkan sejumlah penerbangan ke Dubai dan Jeddah sepanjang minggu ini, di tengah meningkatnya situasi di Timur Tengah.

Penerbangan yang terdampak meliputi:

  • Penerbangan SIA SQ494 (Singapura-Dubai) dan SQ495 (Dubai-Singapura) dari 28 Februari hingga 7 Maret 2026
  • Penerbangan Scoot TR596 (Singapura-Jeddah) dan TR597 (Jeddah-Singapura) pada 28 Februari, 2 Maret, 3 Maret, 5 Maret, dan 7 Maret 2026

"Kami akan terus memantau situasi di Timur Tengah dengan cermat dan akan menyesuaikan jalur penerbangan kami sesuai kebutuhan," kata SIA pada hari ini setelah mereka juga membatalkan dua penerbangan pada Sabtu, 28 Februari 2026, yakni rute Singapura - Dubai pp.

Selain itu, penerbangan Scoot TR596 dan TR597 yang melayani Singapura - Jeddah dan sebaliknya pada 28 Februari 2026 juga dibatalkan.

"Kami sangat menyarankan pelanggan untuk memperbarui detail kontak mereka melalui fungsi kelola pemesanan di situs web SIA dan Scoot, atau berlangganan layanan pemberitahuan seluler, untuk menerima pembaruan penerbangan."

Deretan Maskapai yang Umumkan Pembatalan Penerbangan

Maskapai lain, termasuk Air France, Air India, Norwegian, Air Algerie, dan Lufthansa juga telah mengumumkan pembatalan penerbangan secara luas. Lufthansa mengumumkan telah membatalkan penerbangan ke dan dari Tel Aviv, Beirut, Amman, Erbil, dan Teheran hingga 7 Maret 2026.

Grup maskapai penerbangan Jerman tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa mereka dan anak perusahaannya juga menangguhkan penerbangan ke dan dari Dubai dan Abu Dhabi hingga Minggu, 1 Maret 2026. Otoritas transportasi udara Rusia, Rosaviatsia, mengatakan pihaknya membatalkan semua penerbangan komersial ke Israel dan Iran menyusul serangan tersebut "sampai pemberitahuan lebih lanjut".

Air India pun menangguhkan penerbangan ke semua tujuan di Timur Tengah. "Mengingat perkembangan situasi di beberapa bagian Timur Tengah, semua penerbangan Air India ke semua tujuan di Timur Tengah telah ditangguhkan," kata maskapai tersebut dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X.

Ribuan Penerbangan Terdampak Perang Iran Versus AS-Israel

Turkish Airlines pada Sabtu, 28 Februari 2026, menangguhkan penerbangan ke 10 negara Timur Tengah. "Penerbangan ke Lebanon, Suriah, Irak, Iran, dan Yordania telah dibatalkan hingga 2 Maret," kata juru bicara Yahya Ustun, sementara penerbangan ke Qatar, Kuwait, Bahrain, Uni Emirat Arab, dan Oman hanya ditangguhkan untuk hari itu.

Air France membatalkan penerbangan ke Tel Aviv dan Beirut, dan mengatakan akan memberikan pembaruan jadwal nanti. British Airways mengatakan tidak akan terbang ke Tel Aviv dan Bahrain hingga 4 Maret dan telah membatalkan penerbangan ke ibu kota Yordania pada Sabtu, 28 Februari 2026.

Menurut perusahaan analisis penerbangan Cirium, dari sekitar 4.218 penerbangan yang dijadwalkan mendarat di negara-negara Timur Tengah pada Sabtu, 28 Februari, 966 di antaranya dibatalkan, dengan angka tersebut meningkat menjadi lebih dari 1.800 jika juga termasuk penerbangan keluar.

Sebanyak 716 penerbangan dari 4.329 yang dijadwalkan ke Timur Tengah pada Minggu, 1 Maret 2026, telah dibatalkan, kata Cirium. Sementara itu, situs pelacakan penerbangan FlightAware mengatakan lebih dari 19.000 penerbangan telah tertunda secara global dan lebih dari 2.600 dibatalkan pada pukul 10.30 pagi.

Iran Terus Lancarkan Serangan Balasan

Iran melancarkan gelombang serangan rudal balasan baru pada Minggu, 1 Maret 2026, setelah mengonfirmasi kematian pemimpin tertingginya Ayatollah Ali Khamenei. Ledakan baru terdengar di seluruh kota-kota Teluk Dubai, Doha, dan Manama - kota-kota tempat AS memiliki pangkalan militer.

Mengutip kantor berita ISNA, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan gelombang baru serangan rudal balasan yang diluncurkan ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, Minggu (1/3/2026). "Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai," kata IRGC.

IRGC menyampaikan bahwa serangan tersebut diarahkan ke 27 titik, antara lain pangkalan udara Tel Nof di Israel tengah, markas besar angkatan darat Israel, dan sebuah kompleks industri militer di Tel Aviv. "Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening, dan kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap," demikian pernyataan IRGC.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |