Foto Eks Pangeran Andrew Pasca-penangkapan Tergantung di Museum Louvre, Siapa Pelakunya?

7 hours ago 5

Liputan6.com, Jakarta - Kejutan, sejumlah aktivis memasang foto mantan pangeran Andrew Mountbatten-Windsor di dinding Museum Louvre Paris, Prancis. Aksi itu menjadi viral setelah diunggah di TikTok.

Pelakunya adalah mereka yang tergabung di People versus Elon, sebuah organisasi yang berbasis di Inggris yang didirikan untuk membantu berbagai isu yang mereka anggap menjadi sasaran pemilik X, Elon Musk. Kelompok tersebut menempelkan salinan kecil foto terkenal itu yang dibingkai ke dinding galeri terkenal di dunia tersebut.

Di bawahnya, mereka memberi keterangan, "Dia Berkeringat Sekarang," merujuk pada klaim mantan bangsawan berusia 66 tahun itu bahwa ia tidak berkeringat. Kelompok tersebut memberi keterangan pada unggahan mereka, "Mereka bilang 'pajang di Louvre'. Jadi kami melakukannya #princeandrew."

Dikutip dari People, Senin, 23 Februari 2026, foto tersebut menggambarkan mantan pangeran itu duduk di belakang SUV setelah dibebaskan dari Kantor Polisi Aylsham di Norfolk. Ia sempat ditahan 11 jam dan menjalani pemeriksaan atas kasus dugaan melakukan pelanggaran jabatan publik.

Andrew ditangkap pada Kamis pagi, 19 Februari 2026, tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-66. Sekitar pukul 8 pagi waktu setempat, petugas polisi tiba di Wood Farm di Norfolk, yang terletak di kawasan Sandringham milik Raja Charles, tempat Andrew baru-baru ini pindah setelah dipaksa untuk menyerahkan hak sewa Royal Lodge.

Pernyataan Kepolisian Atas Pembebasan Bersyarat Andrew

Setelah Andrew dibebaskan, Kepolisian Thames Valley mengeluarkan pernyataan terbaru yang mengonfirmasi pembebasan seorang "pria berusia 60-an dari Norfolk," tanpa menyebutkan nama Andrew sedikitpun. "Pria yang ditangkap kini telah dibebaskan dengan status penyelidikan," kata mereka.

BBC melaporkan bahwa polisi belum mendetailkan tuduhan spesifik yang menyebabkan mantan pangeran itu ditangkap. Tapi, awal bulan ini, kelompok anti-monarki Republic melaporkan Andrew ke polisi atas tuduhan melakukan pelanggaran dalam jabatan publik.

Tuduhan itu mengacu pada salah satu email yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat terkait kasus hukum Jeffrey Epstein. Dalam email itu, Andrew diduga telah berbagi dokumen rahasia dengan Epstein pada 2010 yang saat itu telah menjadi terpidana kasus kejahatan seksual.

Email tersebut berasal dari masa adik Raja Charles III bekerja sebagai utusan perdagangan atas nama pemerintah Inggris. Dia diduga meneruskan laporan kunjungannya ke Singapura, Hong Kong, dan Vietnam kepada Epstein, termasuk detail rahasia tentang peluang investasi.

Keberuntungan Fotografer yang Memotret Andrew

Fotografer yang mengambil gambar pembebasan Andrew mengungkapkan bagaimana ia mengambil gambar yang kini viral tersebut. Dalam sebuah video yang dibagikan ke akun Instagram resmi Reuters pada Jumat, 20 Februari 2026, Phil Noble, seorang fotografer senior untuk kantor berita tersebut, mengatakan bahwa ia pergi ke "empat atau lima" kantor polisi yang berbeda pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah mengetahui penangkapan Andrew pagi itu.

Noble berharap dapat melihat sekilas kepergian mantan pangeran tersebut dari tahanan. Karena tidak melihat banyak aktivitas, Noble hendak kembali ke hotelnya ketika ia menerima informasi bahwa mantan pangeran tersebut akan dibebaskan.

"Dalam waktu satu menit setelah kembali, pintu garasi di kantor polisi terbuka, dan dua mobil keluar. Di salah satunya, dia berada," kata Noble, seraya menambahkan bahwa menangkap gambar tersebut "lebih banyak keberuntungan daripada perhitungan."

"Ada begitu banyak hal yang bergerak, Anda tidak tahu dari mana mobil itu akan datang, di mana dia akan duduk di dalam mobil," tambah Noble. "Dewa fotografi berpihak pada saya."

Mantan Istri Andrew Menghilang

Sementara itu, keberadaan Sarah Ferguson, mantan istri Andrew, masih belum diketahui setelah penangkapan Andrew oleh polisi. Ia sebelumnya dilaporkan dirawat di sebuah klinik kesehatan mewah di Swiss. Mantan pasutri itu kembali disorot publik seusai dokumen Jeffrey Epstein mengungkap keterkaitan mereka.

Mengutip People, Senin, 23 Februari 2026, Fergie, biasa dipanggil, meninggalkan Inggris dan dirawat di Paraclsus Recovery, sebuah klinik rehabilitasi Swiss, lapor Daily Mail. Ia berangkat ke fasilitas kesehatan mental dan rehabilitasi eksklusif yang terletak di Zurich, tepat setelah Natal pada Desember 2025, dan tinggal di sana hingga akhir Januari 2026, menurut publikasi tersebut.

"Ia selalu merasa nyaman di Paracelsus, dan tahu bahwa ia akan mendapatkan kasih sayang dan perhatian di sana, serta perawatan kesehatan ahli ketika ia merasa paling rentan," kata sebuah sumber kepada Daily Mail tentang Fergie.

Sumber lain mengatakan bahwa Fergie memiliki 'hubungan yang kuat dengan Paracelsus, jadi itu adalah tempat yang tepat baginya untuk menjauh dari segalanya'. Fergie pernah muncul dalam video promosi untuk klinik tersebut dan menulis opini tentangnya untuk The Telegraph.

Read Entire Article
Online Global | Kota Surabaya | Lifestyle |